
Kini di kediaman Anton, nampak Cinta yang baru saja turun dari mobilnya. Karena ia baru saja pulang arisan. Membuat Shasa jadi ketar ketir gelisah sekaligus bingung apa yang harus ia katakan pada Mommy nya. Jika Mommy nya sampai sadar dan menanyakan keberadaan Nikki.
Sedangkan abangnya itu sudah pergi sejak dua jam yang lalu. Tapi sampai sekarang belum juga terlihat batang hidungnya. Padahal janjinya hanya satu jam saja.
"Ah, bang Nikki kemana sih???. Bikin ribet aja nih. Mana Mommy kalau udah ngomel mulutnya gak bisa di rem lagi. Bisa bisa gue juga yang kena imbasnya".Guman Shasa yang mondar mandir di dalam kamarnya.
Shasa tidak mau keluar kamar sebelum abangnya itu pulang. Karena Shasa begitu mendengar suara mobil Mommy nya. Ia langsung masuk kedalam kamarnya. Demi menghindari pertanyaan sang Mommy.
Berulang kali Shasa mencoba menghubungi Nikki tapi tidak di angkat. Bahkan kini nomor ponsel abangnya itu sudah tidak bisa dihubungi kembali.
"Haiss. Sial".Upat Shasa kesal. " Awas saja nanti kalau udah pulang. Gue cincang loe bang".Gerutu Shasa sambil melempar pinselnya ke atas ranjang empuknya.
Baru saja Shasa akan melangkah masuk kedalam kamar mandi. Tiba tiba ponselnya berdering. Membuat Shasa langsung menoleh dan berlari lagi kearah ranjangnya.
Bagai mendapatkan telpon dari kekasihnya. Wajah Shasa langsung berubah ceria dan berbinar. Saat ia melihat nama penelpon di layar ponsel miliknya. Apalagi itu panggilan dari luar Negeri dan video call lagi.
"Hallo, Assalamu'alaikum bang Iko".Sapa Shasa dengan senyum merekah sempurna. Membuat nya semakin terlihat cantik saja.
" Waalaikumsalam adik abang yang paling jelek".Balas Niko sambil tersenyum.
"Ah senyum abang bikin adik meleleh bang... Aduh mau cari pegangan dulu ya bang takut tumbang mendadak lihat senyum abang".Goda Shasa sambil memasang wajah lugunya.
__ADS_1
Niko hanya bisa terkekeh saja akan tingkah sang adik perempuan nya itu. Dan Niko juga hanya menunjukkan senyum termanisnya saat ia berhadapan dengan dunia Wanita yang paling ia sayangi dirumahnya. Dan juga para Grandma nya saja. Bisa dibilang Niko itu senyumnya mahal. Tapi kalau wajah dingin nya bisa nampak setiap saat.
"Bang kenapa abang bisa setampan ini sih. Kak Nikki aja kalah tampan nya sama abang. Tapi kak Nikki malah sok kegantengan banget. Tiap cewek di PHP. in mulu".Shasa mengadu pada abang tertuanya.
" Memangnya Nikki bikin ulah apalagi dek??? ".Tanya Niko serius.
" Biasa bang, semua cewek di sekolah dia godain . Termasuk si Luna anaknya Uncle Lana dan Aunty Raya. Dan kayaknya mereka sudah jadian deh bang".Seru Shasa sesuai dugaan nya.
"Kamu udah berani pacaran juga Sha??? ".Niko malah bertanya balik pada sang adik. Membuat Shasa langsung cepat menggeleng kan kepalanya. Karena Niko bertanya dengan nada tegasnya.
" Shasa mana berani bang. Bisa bisa kalau samoai nekad pacaran. Yang ada Hukuman Daddy, dan suara cempreng Mommy udah memenuhi semua sudut rumah ini bang. Takutnya suara Mommy bisa awet sampai 40 hari 40 malam lagi".Jawab Shasa sambil memanyunkan bibirnya.
" Bang Iko kapan pulangnya???. Nggak kangen apa sama adik abang yang paling cantik jelita seantero jagat raya ini??? ".Seloroh Shasa sambil mengedipkan satu matanya.
" Nggak".Jawab Niko singkat.
"Iihhh... Abang ngeselin banget sih".Shasa mulai memanyunkan bibirnya dan mencelos. Niko kembali mengulum senyumnya memihat reaksi perubahan wajah sang adik.
Shasa tidak sadar jika saat ini Niko sedang berada dimana. Saking fokusnya hanya menatap wajah tampan abangnya. Membuat Shasa tidak mengamati tempat Niko berada saat ini .
" Kalau abang pulang, memangnya mau kasih abang apaan??? ".Goda Niko sambil tersenyum.
__ADS_1
" Hm... Apa ya??? ".Shasa langsung meletakkan jari telunjuknya di depan dagunya. Ia nampak berpikir. " Abang maunya apa??? ".Tanya Shasa balik bertanya.
" Dasar bodoh, kenapa malah tanya balik ke Abang??? ".Ledek Niko sambil menggeleng kan kepala nya.
Tapi saat Niko menggeleng kan kepala. Pandangan Shasa tiba tiba Salfok dengan tempat yang ada di belakang abangnya. Begitu sadar Shasa langsung melotot sempurna.
" Bang... Abang lagi di Bandara ya??? ".Selidik Shasa yang baru sadar.
" Husstt... Jangan bilang ke Daddy dan Mommy sha. Apalagi ke Nikki yang mulutnya ember itu".Kekeh Niko ngatain adiknya sendiri. Sedangkan Shasa langsung tertawa terbahak bahak.
"Jadi, beneran abang lagi di Bandara kan??? ".Tanya Shasa lagi.
" Iya dek, abang lagi di Bandara dan sebentar lagi akan take out. Ingat ini rahasia kita sha!!!".Sekali lagi Niko mengingatkan adiknya agar tidak mengatakan pada kedua orang tuanya.
"Apa abang pulang karena lusa adalah hari... "
"Iya Sha... Dan abang mau kalian berdua bantu abang buat siapin surprise buat Daddy dan Mommy ya!!! ".Potong Niko cepat.
Shasa langsung mengacungkan jempolnya. Dan terlihat semangat. Padahal sebelum nya ia hanya punya rencana bersama Nikki saja. Tapi Shasa tidak menyangka jika abangnya yang terkenal sedingin bongkahan es balok dan sangat Arogan itu bisa punya ide cemerlang sendiri.
TBC
__ADS_1