Posesif Husband

Posesif Husband
Keganasan


__ADS_3

Bukannya menghibur istrinya yang sedang kesal. Lana malah menggoda Raya. Dengan tatapan mesumnya. Di awali dengan mendaratkan bokongnya duduk di samping sang istri. Sedangkan ia masih menggunakan handuk yang di ikatkan sebatas pinggangnya saja.


"Ganti baju dulu sana mas!!! ".Tutur Raya sambil menatap kearah suaminya. Namun, Raya langsung melotot saat tangan Lana malah mengelus paha mulusnya.


" Mas... "Sentak Raya sambil menyingkirkan tangan suaminya itu. Karena tubuhnya langsung dibuat meremang seketika padahal Lana baru mengelus pahanya saja.


Sejak kali pertamanya dulu Lana mulai menyentuh tubuhnya. Raya memang sudah tidak bisa mengelak. Tubuhnya selalu merespon lebih, bahkan sentuhan Lana selalu bisa membangkitkan gairah mesum dalam dirinya.


"Ayolah sayang, satu kali saja!!".Mohon Lana dengan raut wajah penuh hasrat. " Kau tidak mau membantu menidurkan nya?. Hm? ".Goda Lana kembali sambil membuka handuk yang ia kenakan tadi. Sehingga benda panjang menantang yang bersembunyi didalam sana ikut menyembul keluar.


Antena itu memang benar sudah berdiri tegak dengan sendirinya. Membuat Raya menjadi susah meneguk air liurnya sendiri. Mata Raya masih saja fokus pada senjata milik Lana yang selalu bisa membuatnya menjerit.


Tanpa sadar Lana pun mulai melancarkan aksi nakalnya. Ia dengan gerakan pelan pun langsung menelusupkan tangannya masuk melalui bawah dress yang dipakai oleh Raya. Dan membuat Raya tersentak kaget ketika tangan suaminya sudah memegang area sensitif nya dibawah sana.


"Mas... Akh".


Lirih Raya pelan sambil menggigit bibir bawahnya menahan suara nya agar tidak keluar. Tapi apalah daya gerakan jari Lana sudah memporak porandakan benteng dirinya. Hingga membuat nya mulai menggeliat sambil meremas ujung Sofa.


Lana tersenyum semakin mesum ketika melihat dan merasakan tubuh istrinya sudah mulai merespon. Bahkan Lana masih saja memainkan jarinya. Keluar masuk sesuka hatinya di bawah sana.

__ADS_1


"Aakhhh... ".


Lagi lagi Raya tidak bisa mengontrol suaranya sendiri, membuat suaminya semakin senang dengan kegiatan nya itu.


" Ayo sayang, lepaskan!!! ".Bisik Lana pelan dengan suara beratnya.


" Cu... kup... Ma.. sss!!! ".


Lirih Raya terbata bata sambil terus bergerak lentik seperti cacing kepanasan. Dan tentu saja Lana senang melihat istrinya berhasil ia taklukan seperti itu.


" Bibir boleh bilang cukup!. Tapi dia merespon berbeda sayang".


"Basah sayang".Ledek Lana sambil tersenyum licik.


" Awww... ".Raya terpekik ketika Lana menarik kakinya hingga Raya dibuat duduk dengan posisi melebarkan kedua kakinya.


Dan dengan gerakan cepat juga Lana sudah mulai menurunkan segitiga penutup goa kenikmatan itu. Dan membuangnya asal.


Setelah itu dalam hitungan detik Lana sudah memposisikan dirinya. Dan...

__ADS_1


Jlep...


" Akh... ".


Raya langsung mendesah tertahan akan desakan benda panjang nan keras itu. Menyumbat penuh lubang jangkrik yang bisa melebar saat di tusuk tusuk oleh benda tumpul yang selalu mampu membuat candu.


Lana pun mulai terus menghentak hentakkan tubuhnya tanpa henti. Membuat Raya mulai banjir keringat dan tak mampu lagi menahan suaranya.


Kegiatan panas itu menutup petang ini bagi Raya dan Lana. Keduanya larut kembali dalam kubangan kenikmatan tiada tara. Meninggalkan sejenak permasalahan hidup. Yang ada hanyalah gesekan magnet api gairah. Suara suara aneh yang saling bersahut sahutan.


Mencekal, menusuk, menggoyang dengan irama yang senada akan pacuan tubuh masing masing. Bahkan kini posisi Raya sudah pindah ke atas tubuh suaminya.


Melanjutkan permainan dengan berganti posisi. Setelah tadi lelah habis di pimpin sekarang giliran Raya yang memimpin permainan.


Keduanya kembali hanyut akan pesona nya kenikmatan surga dunia. Hingga lupa waktu, yang awalnya tadi hanya menolak sekarang malah sama sama menikmati. Bahkan lupa diri jika penolakan nya tadi hanya bualan belaka.


Wanita memang kebanyakan begitu. Di ajak cangkul jawabnya capek, lelah, ngantuk. Eh giliran sudah di pancing sedikit langsung ngegas. Bahkan lupa diri jika tadinya nolak. Bilangnya gak mau pengen istirahat. Tapi ketika sudah tersentuh, beeuihh lansung keluar tenaga kudanya.


Inilah yang terjadi pada Raya sore ini. Pura pura gak mau, padahal mau banget. Terbukti ketika saat ini ia mulai mengganas di atas pangkuan suaminya. Sambil terus bergoyang seirama dengan suara ******* merdunya. Hingga suara erangan dan lenguhan panjang yang mengakhiri kegiatan gila itu.

__ADS_1


__ADS_2