
Langkah lebar dan tegas Niko mulai memasuki gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Para staff karyawan pun langsung membungkuk hormat ketika melihat atasan mereka datang.
Semua orang dibuat terpesona oleh ketampanan nya tapi juga dibuat gemetar akan kharisma dari aura tubuhnya. Membuat siapa saja selalu menciut nyalinya jika bersih tatap dengan nya.
"Selamat siang tuan muda".Sapa seorang pria paruh baya yang menjabat sebagai manajer keuangan di perusahaan itu. Ia bertemu dengan Niko saat di depan pintu lift.
Niko hanya menatapnya sekilas sambil menganggukkan kepalanya. Seperti itulah Niko, ia memang jarang sekali bicara jika tidak penting.
Dan Niko pun langsung masuk ke dalam lift khusus ceo. Untuk menuju lantai atas dimana letak ruangan nya berada.
Ting...
Pintu lift kembali terbuka, Niko pun kembali melangkah keluar pintu lift. Dan berjalan menuju ruang kerjanya. Sebelum Niko membuka pintu ruangan kerjanya. Sekretaris nya datang dari arah samping.
"Selamat siang tuan Muda. Ada tamu yang ingin menemui tuan Muda. Dan sekarang beliau sudah menunggu di ruang tunggu tuan".Ucap Sekretaris Niko menjelaskan.
" Tamu??. Apa saya sudah ada janji sebelum nya dengan dia??? ".Tanya Niko dengan wajah datarnya. Karena tidak seorang pun yang bebas bertemu langsung dengannya selama ia menjabat sebagai Ceo di perusahaan Daddy nya itu. Jika ada tamu pasti Niko tahu karena mereka pasti sudah membuat janji terlebih dahulu dengan sekretaris nya ataupun jadwalnya yang sudah di atur oleh Lana.
__ADS_1
" Maaf tuan, tapi tadi Tuan besar yang menelpon langsung supaya mengizinkan nya untuk menunggu anda di perusahaan sampai anda datang ".Jawab Sekretaris itu sedikit gugup. Bahkan ia yang sudah satu bulan ini sering bertemu langsung saja dengan Niko. Masih tak punya keberanian untuk menatap langsung wajah Ceo nya yang sangat tampan rupawan itu.
Jangankan untuk menatapnya. Melirik saja ia mesti mikir terlebih dahulu. Sebisa mungkin gadis itu tidak membuat kesalahan di hadapan atasannya. Jika tidak jabatan dan pekerjaan nya yang pasti jadi taruhan.
"Bilang padanya jika saya sudah datang!. Dan suruh saja dia keruangan saya sekarang!. Saya tunggu!!! ".Perintah Niko sambil membuka pintu ruangan kerjanya. Meninggalakan sekretaris nya yang hanya bisa menganggukkan kepala saja.
" Baik tuan muda".Sahut sekretaris nya sambil menarik nafasnya lega. Berhadapan lama lama dengan Ceo tampan itu membuatnya senam jantung saja. Bahkan menghirup udara saja rasanya sangat sulit sekali.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sebelum memulai semua perkerjaan nya Niko terlebih dahulu memainkan ponselnya. Dan nampak sedang seperti menelpon seseorang.
"Apa yang kau lakukan??? ".Tanya Niko setelah panggilan telpon nya tersambung.
" Aku hanya merebahkan tubuhku yang serasa remuk redam begini di atas tempat tidur kita bang".Ternyata Niko menelpon istrinya yang saat ini sedang tiduran kembali. Setelah suaminya pergi ke kantor untuk bekerja.
"Kalau begitu istirahat lah yang cukup!!!. Biar nanti malam bisa kita sambung lagi! ".Jawab Niko dengan entengnya. Membuat Icha melongo tidak percaya.
__ADS_1
" Bang, apa kamu sengaja menyuruhku tidak bisa berjalan selama Mommy dan Daddy tidak ada dirumah??? ".Ucha bertanya dengan konyolnya pada suami es nya itu.
" Kalau kau mau?. Maka aku akan mengabulkan nya sayang!! ".Sahut Niko santai. Ia sambil mengulum senyumnya, membayangkan wajah kesal istrinya saat ini ketika digoda nya.
" Jangan bercanda bang!!. Bagaimana aku kuliah nanti jika berjalan saja tidak bisa? ".Gerutu Icha sedikit kesal bahkan ia sambil mengerucutkan bibirnya.
" Maka aku akan menggendong mu sampai kedepan kelas sayang. Gampang bukan??? ".Niko benar benar sudah mulai terkontaminasi virus Daddy nya sekarang. Wajah boleh datar dan tatapan boleh sedingin es. Tapi kadang hatinya bisa melunak dan bersikap hangat ketika di depan orang orang yang ia sayangi.
" Mana bisa begitu bang. Itu bahkan akan sangat merepotkan mu saja".
Icha sampai geleng geleng kepala akan penuturan suaminya itu. Ia tidak menyangka jika Niko bisa semesum ini sekarang. Walaupun waktu itu Icha pernah di cium secara spontan oleh Niko. Tapi hal itu bisa di anggap sebagai kekhilafan oleh Icha. Tidak seperti sekarang ini, semalam saja Icha sudah dibuat tak berkutik. Dan belum lagi penambahan tadi pagi yang semakin membuat tubuh nya serasa remuk redam dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
Icha juga baru sadar setelah selesai mandi. Jika lehernya sudah penuh oleh lukisan lukisan abstrak suaminya. Tak hanya disana saja, bahkan di bagian dadanya juga sudah terukir indah bekas bibir dan hisapan suaminya itu.
"Jangan banyak protes sayang jika tidak mau lebih tersiksa lagi!!!".Goda Niko sambil menarik senyum liciknya. " Yasudah nanti aku telpon lagi sayang, lanjutkan saja istirahat nya!! ".
Belum sempat Icha menjawab Niko sudah lebih dulu menutup telpon nya. Membuat Icha mencebikkan bibirnya. Suaminya itu memang dari dulu sebelum menikah sudah seperti itu. Jadi selalu membuat Icha menggerutu terus jika setelah menerima telpon dari Niko.
__ADS_1