Posesif Husband

Posesif Husband
Bayaran yang Beda


__ADS_3

Candra melangkah kan kakinya berjalan beriringan bersama sang asisten pribadinya. Siapa lagi kalau bukan Tomy di sebuah pusat perbelanjaan dikotanya. Keduanya datang hanya untuk menemui para istri nya yang saat ini tengah asyik shoping. Dan lebih tepatnya Tiara menemani Shasa shoping . Hingga kakinya terasa sangat pegal dan capek.


"Sha duduk dulu deh!. Gue capek nih". Tiara langsung mendaratkan bokongnya pada sofa yang ada di dalam sebuah butik mewah yang selalu menjadi langganan Shasa.


" Aduh cantik, maaf ya gue hampir lupa kalau loe lagi hamil ". Seru Shasa dengan wajah bersalahnya. Keenakan belanja membuatnya kalab dan lupa diri lagi.


" Loe juga peak ". Tiara kesal karena sahabatnya itu juga tidak sadar kalau dirinya sendiri juga sedang hamil. Malah ia hamil jauh lebih tua dari usia kandungannya sendiri.


" Hahaha... Oh iya ". Shasa langsung terkekeh karena sadar atau tidaknya hanya dia yang tahu.


Tiara duduk sembari mengusap perutnya yang sudah ikut membuncit dengan pelan. Ia benar benar merasakan lelah hayati siang ini. Kaki nya saja sudah pegal.


Tapi Shasa malah sama sekali tidak terlihat lelah ataupun capek. Wanita satu ini memang lain dari yang lain. Ia masih tetap tampak santai dan tidak ngap sedikit pun. Hanya saja keringatnya yang terlihat di ujung pelipis nya.


"Apa belum selesai belanja nya??? ".


Bariton suara seorang pria yang sangat di kenal oleh Shasa. Membuat wanita itu langsung menoleh. Hingga senyumnya terbit begitu merekah. Menambah daya kecantikan nya semakin bersinar.


" Abang.... " . Rengek nya manja dan membalikkan tubuhnya untuk berhamburan kedekapan suaminya.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali?. Aku udah capek nih bawa belanjaan nya. Dan itu pun Belum sempat dibayar". Adu Shasa dengan suara manja mendayu dayunya. Sembari menunjuk beberapa dress yang telah ia pilih.


Sedangkan Tiara menatap tak percaya dengan aksi sahabatnya satu ini. Tadi padahal ia tampak begitu santai dan tak ada lelah lelah nya. Tapi, begitu suaminya datang. Sikap Shasa berubah 180 derajat. Tampak begitu seperti orang yang benar benar lelah dan kecapekan.


Membuat Tiara hanya melongo tak percaya. Ia benar benar sedang melihat adegan akting yang sempurna saat ini.


"Kenapa Honey??. Apa kamu kelelahan juga? ". Tomy pun ikut menghampiri istrinya yang saat ini masih terus memijit betisnya.


Tiara hanya tersenyum manis pada suaminya. Lalu menjawab". Aku tidak papa mas. Hanya lelah sedikit". Jawab Tiara bohong. Padahal kakinya terasa begitu pegal dan ingin lepas saja sejak tadi ia terus mengikuti langkah bumil yang sangat pandai berakting itu. Sampai sampai kaki nya juga ikutan bengkak.


Tomy menyodorkan satu botol air mineral pada istrinya. ". Minumlah! Kau pasti sangat lelah". Senyum Tomy tampak begitu teduh hingga membuat Tiara meleleh. Dan langsung menerima botol air mineral yang diberikan oleh suaminya.


Perlakuan Tomy ke Tiara membuat pelayan Toko tampak iri. Karena Tiara di perlakukan dengan sangat sayang oleh suaminya. Sedangkan Candra dan Shasa malah tak kalah menjadi pusat perhatian. Karena mereka berdua saat ini dengan tidak sopan nya tampak bermesraan di depan meja kasir.


Setelah membayar semua hasil belanjaan istrinya. Candra pun langsung meminta manager store untuk mengirim semua nya ke mension nya. Jadi, mereka tak perlu repot repot lagi untuk menenteng semua Paper bag barang barang istrinya.


"Kau tidak ingin membeli sesuatu honey??? ". Tanya Tomy karena ia tidak melihat satu pun barang belanjaan istrinya saat ini.


Tiara hanya menggeleng kan kepalanya saja. " Semuanya sudah aku punya dirumah mas. Dan barang barang dirumah juga masih banyak yang belum terpakai oleh ku. Jadi, untuk apa beli lagi?. Nanti mubazir". Jawab Tiara sambil tersenyum.

__ADS_1


Tomy mengusap kepala istrinya sayang. Istrinya itu memang selalu berpikir dua kali untuk membeli barang barang yang tidak ada gunanya. Ia lebih suka menabung dan memberikan nya pada orang yang lebih membutuhkan daripada harus terus menghambur hamburkan uangnya dengan cuma cuma. Karena Tiara tahu bagaimana rasa susahnya cari uang hanya untuk makan saja.


"Tapi tadi aku sempat membeli satu barang untuk mas". Ujar Tiara sambil tersenyum sumringah.


" Untuk ku??? ". Tanya Tomy dengan dahi mengkerut.


" Iya honey ". Tiara pun merogoh tasnya dan memberikan satu kotak kecil berbentuk persegi pada suaminya. " Ini untuk mas". Tuturnya menyodorkan kotak persegi itu pada suaminya.


"Mas suka tidak??? ". Tanya Tiara antusias saat suaminya sudah membuka dan melihat isi dari kotak persegi itu.


Tomy tersenyum dan langsung menarik tubuh istrinya masuk kedalam dekapan tubuhnya. " Terimakasih honey" . Ucap Tomy sangat tulus. Ia begitu terharu pada istrinya yang malah sempat sempatnya membeli sebuah dasi untuknya. Sedangkan dirinya sama sekali tidak membeli satu barang pun.


"Tapi harganya sangat mahal mas.Kalau di beliin beras bisa dimakan satu tahun". Guyonan Tiara sambil terkekeh.


" Kalau begitu berapa harga sewanya honey?. Akan aku bayar seumur hidupku ini". Tanya Tomy sambil mengulum senyumnya.


"Sayangnya aku tidak membutuhkan uang lagi mas".


" Lalu??? ". Tomy menautkan kedua alisnya

__ADS_1


" Mas hanya perlu membayarnya saat di atas ranjang kita saja! ". Bisik Tiara dengan suara menggoda nya. Membuat Tomy langsung terkekeh akan ucapan istrinya yang mesum dan bar bar itu.


__ADS_2