
Tiara nampak begitu terpukul akan kepergian Ayahnya. Sejak tadi ia sudah dua kali pingsan dan tak sadar kan diri sama sekali. Tubuhnya lemah karena kebanyakan menangis dan berpikir keras aka n hidupnya kedepan nanti. Padahal ia saat ini statusnya sudah menjadi seorang istri.
Meskipun kondisinya mendadak drop namun gadis cantik itu masih bersekekeh untuk datang ke pemakaman Ayahnya. Tomy juga sejak tadi selalu berada di samping istrinya. Meskipun Tiara nampaknya sedikit tak perduli dengannya.
Tomy sadar jika Tiara saat ini sedang terpuruk dan sedih. Jadi, Tomy juga memaklumi keadaan istrinya. Sejak pulang dari pemakaman Tiara juga masih enggan untuk bicara apapun. Ia bagaikan raga tak bernyawa. Tatapan nya kosong membuat Shasa ikut sedih melihat kondisi Tiara seperti ini.
Gadis cantik itu biasanya terlihat ruang, dan ceria bahkan sering menghibur orang orang dengan kekonyolan nya. Tapi, saat ini ia bagaikan tak memiliki semangat hidup lagi. Hanya air matanya yang selalu mengalir membasahi pipi mulusnya.
Tomy nampak mendekati istrinya yang saat ini sedang duduk di sisi ranjang sederhana di kamarnya. Dengan tatapan yang kosong kedepan Tiara pun tak menoleh saat suaminya masuk dan duduk di sisi ranjang di sampingnya.
"Ra, aku tahu kau pasti sangat sedih karena Ayah pergi mendadak seperti ini. Tapi, kau juga harus tetap melanjutkan hidup mu!!. Kejarlah cita citamu dan buat mereka bangga padamu!!! ".Tomy berucap sangat pelan dan hati hati agar Tiara yang telah berstatus sebagai istri sah nya saat ini.
" Aku sudah tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini. Mereka semua telah pergi meninggalkan ku".Lirihnya miris.
"Apa kau telah melupakan aku sebagai suamimu sah mu sekarang?. Hm? ".Tomy seakan sengaja menekankan kata suami pada Tiara. Agar istrinya sadar kembali jika memang dirinya sudah menikah di hadapan sang Ayah.
__ADS_1
Tiara menoleh dan menatap wajah Tomy lekat. Kemudian ia pun langsung menubruk dada bidang Tomy. Menyembunyikan kepalanya pada ceruk leher suaminya. Lalu ia kembali terisak kembali.
"Maaf aku hampir melupakan stastus kita".Lirihnya pelan sambil terus terisak.
Tomy tersenyum dan menepuk nepuk pelan punggung istrinya. " Tidak masalah istriku. Asal kau masih bisa mengingatnya sekarang".Tomy menarik sudut bibirnya sedikit lega.
Ia tahu jika Tiara adalah wanita yang kuat. Dan Tomy yakin istrinya bisa melewati semua ini dengan mudah. Tomy sengaja membiarkan Tiara terus menangis dalam dekapan nya. Meluapkan segala kesedihannya. Agar dirinya jauh lebih lega dan tenang nantinya.
Karena hari ini juga, Tomy akan memboyong istrinya untuk pulang ke rumah nya. Tomy tidak akan membiarkan Tiara untuk tinggal dirumah ini sendirian. Apalagi dalam keadaan seperti ini.
" Panggil aku abang!!!. Jangan Om lagi, karena sekarang kita sudah menikah Honey". Perintah Tomy penuh penekanan.
"Maaf, aku belum terbiasa".Jawab Tiara lirih tapi ia juga masih tetap memeluk tubuh Tomy erat. Membuat Tomy gemas melihatnya.
Mungkin jika kondisi nya tidak seperti ini. Sudah sejak tadi Tomy melahab habis gadis bar bar yang ada di hadapan nya ini. Namun, dalam situasi seperti ini. Tomy tidak ingin egois, meskipun mereka sudah resmi menjadi suami istri.
__ADS_1
Setidaknya waktunya sangat tidak tepat. Karena Tiara juga baru saja kehilangan Ayahnya. Mana tega Tomy meminta gak nya pada istrinya. Pria itu masih punya hati dan perasaan, meskipun itu adalah hak nya. Dan sebagai seorang istri Tiara wajib memberikan nya. Namun, masih banyak waktu lain yang bisa membuat mereka lebih menyatu. Tidak harus hari ini juga.
"Sekarang, aku bantu kamu beres beres ya!!. Kita pulang kerumah saja!!. Bawa beberapa pakaian dan barang barang yang memang kamu perlukan!!!. Tidak usah bawa semuanya!".Ucap Tomy yang terdengar seperti sebuah perintah.
" Apa kita harus pindah sekarang juga?? ".
" Honey dengarkan aku!!!. "Tomy nampak tak canggung lagi memanggil Tiara dengan panggilan Honey. Padahal mereka baru saja menikah beberapa jam yang lalu. Tapi pria itu seakan telah la dekat dengan istrinya.
" Mulai saat aku mengucapkan kata ijab qobul di depan Ayahmu. Saat itu juga aku telah bertanggungjawab atas dirimu. Jadi, aku mohon jangan menolaknya!!. Karena sekarang kau adalah istri ku dan tanggung jawabku".Sambubung Tomy tegas.
"Apa abang mencintaiku??? ".Tanya Tiara sekali lagi.
" Entahlah, aku tidak begitu paham akan cinta. Tapi yang jelas aku tidak akan rela melihatmu dekat dengan pria lain. Dan aku merasa tidak akan terima jika kau meninggalkan aku".Jawab Tomy jujur.
Karena sesungguhnya ia juga tidak tahu bagaimana definisi cinta yang sebenarnya. Tapi apapun itu saat ini ia tidak mau jauh dari Tiara. Hatinya juga selalu berdebar bila berada sedekat ini dengan gadis cantik itu.
__ADS_1