
Cinta keluar dari kamarnya ketika jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Dimana ia langsung mencari keberadaan putranya. Cinta membuka pintu kamar putranya yang terletak bersebelahan dengan kamar utama.
Tapi ia tidak menemukan pengasuh dan juga Niko disana. Lalu cinta langsung mengarah ke anak tangga untuk turun kebawah. Senyum cinta mengembang saat ia melihat siti dan juga dua orang pelayan sedang mengajak baby Niko mengobrol. Bahkan Niko ikut mengoceh dengan suara khas bayi seusianya.
"Uh, anak Mommy udah mandi ya".Cinta langsung ikut nimbrung dan duduk di lantai bersama para pelayan. Membuat mereka semua nampak canggung karena majikan mereka duduk sejajar dengan mereka.
" Nyonya duduk di atas saja!!!. Di lantai dingin".Ucap salah satu pelayan yang lebih tua.
"Nggak papa bik, sama saja".Sahut Cinta sambil tersenyum. Lalu cinta kembali fokus pada putranya yang kini juga sudah menatap nya.
" Sini sayang mommy mau gendong".Seru Cinta sambil mengulurkan tangannya mengambil baby Niko dari stroller bayi yang ada di ruang keluarga itu.
"Udah harum banget sih anak Mommy".Cinta seakan tak pernah bosan menciumi putranya itu. Bahkan cinta mencubit gemas pipi Baby Niko.
Baby Niko pun ikut tertawa karena merasa geli akan ulah Mommy nya. Bahkan tawa Baby Niko membuat semua orang ikut senang.
" Bik, tolong buatin teh hijau dan bawa ke taman belakang ya bik!!!! ".
"Baik Nyonya".
Cinta pun langsung melangkah pergi sambil menggendong baby Niko menuju taman belakang. Tak lupa juga cinta menyuruh Siti untuk membawakan stroller baby Niko.
" Tuh kan disini udaranya lebih sejuk sayang. Kita foto dulu ya nak".Seru Cinta setelah mendaratkan bokongnya di kursi taman belakang. Dan cinta pun mengeluarkan ponselnya yang sejak tadi ada di saku dres miliknya.
"Daddy nggak di ajak foto juga nih???? ".Seru Anton yang saat ini berjalan kearah mereka. Menghampiri istri dan anaknya.
__ADS_1
" Sini by!!! ".Cinta langsung tersenyum senang. Karena jarang jarang suaminya itu mau diajak foto.
Cekrek... Cekrek... cekrek...
Begitu banyak foto mereka bertiga memenuhi galeri ponsel cinta. Bahkan cinta sampai bingung memilih nya untuk ia jadikan foto profil akun media sosialnya.
" Boleh ya by!!! ".Izin Cinta sebelum ia memposting foto mereka barusan ke akun media sosialnya. Anggukan kepala Anton membuat Cinta langsung tersenyum senang.
Setelah cinta selesai memposting foto keluarga kecil mereka yang nampak lengkap dan begitu harmonis. Dengan posisi cinta yang paling cantik karena di kelilingi dua orang pria yang sangat tampan tapi berbeda usia itu.
"Sini pinjam ponselnya!!! ".Ucap Anton sambil meraih ponsel istrinya yang sudah cinta letakkan di atas meja.
Cinta nampak acuh karena suaminya tahu semua kode password ponsel miliknya begitupun sebaliknya. Tidak ada rahasia sekecil apapun yang mereka sembunyikan. Baik itu masalah ataupun kebahagiaan, kesedihan semuanya mereka saling terbuka satu sama lain.
Sikap saking terbuka dan menjaga komunikasi yang baik adalah salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Tidak hanya cuma sekedar urusan ranjang saja hubungan pernikahan mampu bertahan. Tapi komunikasi juga hal penting dalam suatu hubungan.
🌿🌿🌿🌿🌿
Saat Anton dan Cinta sedang menikmati moment keluarga mereka. Di lain tempat sepasang kekasih yang baru menjalin hubungan selama 2 bulan ini. Nampak sedang kencan di sebuah cafe ternama di kota ini.
"Kak, cinta dan kak Anton belum tahu kan tentang hubungan kita ini???? ".
" Tentu saja belum, aku belum berani untuk jujur pada bos apalagi Nyonya Cinta".
"Aduh, gue pasti dicecar habis habisan sama si cinta kalau gini ceritanya kak".Ucap Tia sambil memggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Lana meraih tangan Tia dan menggenggam nya erat. " Jangan pikirkan itu!!!. Nyonya dan tuan Anton pasti setuju dengan hubungan kita ini. Apalagi jika kita segera menikah secepatnya".Seloroh Lana
"What????. Menikah???? ".Pekik Tia terkejut sampai sampai ia lupa jika saat ini mereka masih berada di cafe dan sekarang semua mata pengunjung cafe menatap kearahnya.
" Kenapa, apa kau tidak mau menikah denganku???? ".Tanya Lana mengerutkan keningnya.
" Bukan begitu kak maksudku. Aku hanya terkejut saja.Lagian pernikahan itu bukan main main kak".
"Yang bilang itu main main siapa????. Bahkan aku sangat serius mengatakannya dan aku tidak pernah main main Destia.".Jawab Lana serius dan tegas.
Tia langsung tersenyum ia tahu jika Lana tak mungkin juga akan bercanda dengan pernyataan nya. Tapi yang membuat Tia bingung saat ini adalah kedua orang tuanya.
" Aku percaya sama kakak, tapi bagaimana dengan papa dan mama kak???. Mereka menyuruhku untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri dan keberangkatan ku sudah di urus oleh mereka".Lirih Tia sendu.
Lana mengelus pipi Tia lembut dan salah satu tangannya pun masih menggenggam tangan Tia. "Aku akan menunggu jika kau mau aku untuk menunggumu sampai lulus study S2".Ucap Lana sambil tersenyum.
" Apa kakak yakin??? ".Lana mengangguk kan kepalanya.
" Tapi berjanjilah untuk tetap setia padaku. Walaupun kita terpisah jarak dan waktu. Aku pasti akan usahan untuk mengunjungi mu saat aku libur kerja".Ucap Lana.
Tia nampak mengangguk pelan. Dan ia sampai berkaca kaca. Ia merasa beruntung bisa mendapatkan cinta Lana. Pria yang selama ini ia incar sejak pertama kalinya bertemu walaupun di hari pertama itu keduanya nampak cek cok dan terlihat tidak akur.
Tapi masalah hati siapa yang tahu. Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh Cinta tapi kita bisa memilih siapa yang patut untuk diperjuangkan. Mungkin itulah istilah yang pas untuk menggambarkan hati keduanya saat ini.
"Terimakasih kak".Ucap Tia tulus dan langsung memeluk tubuh Lana.
__ADS_1