Posesif Husband

Posesif Husband
Ngambekan


__ADS_3

Saat ini Shasa dan Candra sudah berada di dalam mobil dan sedang menuju perusahaan. Sejak tadi Shasa terus saja tertawa terbahak bahak. Sampai memegangi perutnya.


Pagi ini ia benar benar puas karena telah mengerjai asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Tomy. Shasa ingat betul bagaimana Sri menahan geram nya. Dengan wajah kesalnya. Setelah apa yang telah ia lakukan tadi pagi.


"Sayang, jangan seperti itu lagi!!! ".Ucap Candra mulai menasehati istrinya.


" Kenapa???. Abang mau belain Sri gitu??? ".Serkah Shasa yang merasa tak terima akan ucapan suaminya. Yang terkesan membela Sri. Padahal tak ada maksud Candra sedikitpun untuk membela Sri.


Namun, Candra hanya tidak mau jika istrinya selalu melakukan hal konyol seperti itu di saat ia sedang mengandung. Banyak orang bilang nanti jika sudah lahir. Anaknya akan meniru sikap Mommy nya.


" Tidak seperti itu maksudnya sayang. Tapi...


"Sudahlah, aku jadi badmood membahas nya lagi".Potong Shasa cepat dan membuang wajahnya ke arah luar jendela.


Candra pun menghela nafasnya pelan. Ia merutuki karena salah bicara pada istrinya yang akhir akhir ini. Nampak semakin sensitif saja. Dan Candra pun menyadari karena bumil seperti Shasa wajar saja bersikap berubah ubah. Karena hormon kehamilannya yang naik turun.


Setelah ucapan nya tadi. Shasa bahkan tak berkata sepatah kata pun. Ia hanya terus menatap kearah luar jendela. Sampai mobil yang di kendarai oleh Candra sampai di perusahaan.


Dan sebelum Candra turun. Shasa sudah lebih dulu turun dari mobilnya. Menutup pintu mobil dengan sedikit kasar.

__ADS_1


Brakkk...


"Astaga Sayang".Seru Candra yang nampak terkejut akan sikap istrinya.


" Masa iya, cuma gara gara hal tadi dia jadi ngambek beneran sih?? ".Guman Candra menggeleng kan kepalanya. Akan perubahan sikap istrinya yang menjadi 180 derajat sangat berbanding terbalik dari biasanya.


Candra pun ikut turun dari mobilnya. Lalu memberikan kunci mobilnya pada bodyguard nya yang selalu siaga di depan perusahaan bersama security.


Sedangankan Shasa saat ini sudah sampai di depan lift. Tanpa mau menunggu suaminya terlebih dahulu. Membuat beberapa karyawan nampak bingung akan tingkah istri atasannya itu.


"Hei... Kamu".Tunjuk Shasa pada salah satu karyawan wanita yang memakai rok terlalu pendek. " Kemarilah!!! ".Shasa menggerakkan tangannya untuk memberi kode pada karyawan itu agar lebih mendekat padanya.


" Mulai besok kalau mau ke perusahaan. Rok yang kayak gini gak usah di pake lagi ya!!!. Kamu itu kerja di perusahaan besar bukan di tempat hiburan malam".Ucap Shasa ketus.


Candra yang melihat dan mendengar apa yang dikatakan istrinya pada karyawan nya, Hanya bisa menatap dengan datar. Namun, ia sedikit menarik sudut bibirnya. Sedangkan karyawan itu wajahnya sudah memerah menahan malu. Karena ada banyak karyawan yang lainnya. Yang mendengar semua ucapan Shasa saat ini.


"Peraturan ini bukan hanya untuk dia saja. Tapi kalian semua yang berkerja di perusahaan ini Jika masih nekad,Siap siap aja kalian kehilangan pekerjaan. " Ucap Shasa tegas.


"Baik Nyonya".Sahut mereka serentak.

__ADS_1


Pintu lift pun terbuka. Membuat Shasa kembali melangkah dan masuk kedalam lift. Namun, saat pintu lift akan tertutup. Tangan kekar Candra malah menahannya.


" Aku juga ingin ke atas sayang".Ucapnya sambil nyengir kuda. Tapi Shasa tetap memasang wajah juteknya.


Seperti nya mood nya benar benar berubah buruk atas perkataan nya yang salahsalah saat di mobil tadi. Hingga menimbulkan kesalahan pahaman ini.


"Udah dong ngambeknya!!!. Kan tadi aku hanya ingin istriku lebih dewasa lagi saja. Dan tidak selalu menyudutkan orang lain sayang. Sumpah tak ada maksud lain ".Seru Candra ketika mereka sudah berada di dalam lift.


" Iyakah??? ".Sahut Shasa dengan ketusnya.


" Jelek loh sayang kalau kayak gitu".Candra masih saja berusaha untuk membujuk istrinya. Sambil mencoba begurau. Tapi bukannya mood nya membaik. Malah semakin buruk iya.


"Udah dari dulu jelek".Jawab Shasa semakin kesal saja.


" Aaahhh... Sudahlah jadi salah melulu sih".Lirih Candra menarik nafasnya berat.


Memang susah membujuk wanita yang sedang merajuk. Semakin si bujuk semakin menjadi saja. Dan itu sudah jadi hal lumrah. Tak hanya terjadi pada Shasa saja. Tapi kebanyakan wanita hampir sama. Padahal di dalam hatinya sudah bersorak riang. Namun, bibirnya malah berkata lain.


Kadang membuat laki laki seperti ingin menyerah saja. Tak jarang di antara para pria malah memilih untuk menjauh dan membiarkan wanitanya reda dengan sendirinya. Sebab, harus banyak extra sabar jika sudah menghadapi wanita yang merajuk.

__ADS_1


Selain suaranya sudah ngalahin penjual ikan di pasar. Mereka juga tak segan untuk melempar benda apapun yang ada di hadapan nya. Dengan tetap memasang wajah masam mereka. Ibarat pakaian kusut yang belum sempat di strika saja. Saking kusutnya tuh muka.


__ADS_2