
Nikki sejak tadi terus saja tertawa dan sampai mengeluarkan air matanya.Karena melihat hasil telur ceplok buatan Shasa yang lebih mirip dengan kotoran kerbau. Bahkan kuning telurnya saja sudah berubah warna menjadi gelap gulita.
Sedangkan stock telur di dalam kulkas pun sudah tinggal beberapa biji lagi. Shasa pun hanya bisa Menggerutu kesal sendiri. Ia merasa menjadi wanita yang sangat bodoh. Padahal terlihat simple tapi tidak bisa disepelekan .
"Bang please!!! ".Lirih Shasa yang sudah hampir menyerah. Sedangkan tangannya saja sudah ke percikan minyak panas gara gara telur dadar. Shasa terlihat memohon pada Niko. Sedangkan Nikki sejak tadi hanya bisa memegangi perutnya saja. Sambil terus terbahak bahak sendiri.
Para Art saja sampai menggeleng kan kepalanya. Melihat nona mudanya gagal goreng telur ceplok. Dengan berat hati Icha pun ikut kasian pada adik iparnya itu. Meskipun lidahnya sangat menginginkan telur ceplok buatan Shasa karena menggantikan Mommy mertuanya. Akhirnya Icha pun mengalah.
"Udah gak usah Sha. Mbak udah gak pengen lagi kok makan telur ceplok nya. " Icha tersenyum untuk membuat suami dan adik adik iparnya tidak enak hati padanya. "Sekarang mending kita makan aja yuk!!!" Ucap Icha mengajak suami dan kedua adik iparnya untuk melanjutkan makan malam yang sudah sangat tertunda.
"Ya, udah jam sembilan lagi".Gerutu Shasa begitu melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Karena ia selalu menghindari makan lewat dari jam tujuh malam.
" Udah sekali kali gak papa dek!!. Daripada nanti tengah malem kelaparan. Hayo, lebih enak yang mana coba?? ".Nikki memberikan sarannya. Karena sejahil dan sekonyol dirinya. Tapi ia tetap sayang pada adik bungsunya itu yang merupakan saudara kembarnya.
Niko yang sudah menggandeng tangan istrinya menuju meja makan kembali pun masih nampak berpikir jika ada yang aneh dengan Icha istrinya itu. Karena Niko sangat mengenal Icha, dia adalah wanita yang mandiri. Dan tidak pernah merepotkan siapapun selama ini. Bahkan Icha juga sangat ahli dalam hal memasak. Tapi kenapa tiba tiba ia menjadi malas dan sedikit manjah.
__ADS_1
Hal itu membuat Niko menyimpan tanda tanya besar. Namun, Niko hanya berpikir keras sendiri dengan apa yang terjadi pada istrinya itu.
"Bik, tolong telpon dokter keluarga dan suruh ke rumah sekarang juga!!!".Perintah Niko pada art nya. Membuat Art itu pun langsung menganggukkan kepalanya paham. " Oh ya sekalian suruh dokter Lucky bawa istrinya dokter Irma juga!!! ".Sambung Niko lagi.
" Baik tuan muda".Sahut sang Art sebelum pergi melaksanakan perintah tuan mudanya.
Shasa dan Nikki pun nampak salling pandang karena bingung. "Bang, kenapa tiba tiba panggil dokter malam malam begini lagi??. Siapa yang sakit? ".Tanya Nikki dengan wajah hingungnya. Dan di benarkan dengan anggukan kepala oleh Shasa.
Niko melirik sang istri yang kini hanya duduk tanpa berniat ingin ikut menimpali. Karena ia juga sambil melamun. Jadi ia tidak fokus apa yang sedang dibicarakan orang orang disekitarnya.
"Apaan Sha??? ".Bisik Nikki pelan.
" Nanti juga abang tahu sendiri!!! ".Sahut Shasa pelit informasi.
Nikki pun hanya mencelos karena ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari saudaranya itu. Tak berselang lama art yang diperintahkan oleh Niko pun kembali masuk kedalam ruangan makan.
__ADS_1
Ketika semuanya sedang menyantap makan malamnya dalam diam. Icha pun nampak tak berselera untuk makan. Karena ia sangat ingin makan lauk telur ceplok saja malam ini.
"Maaf tuan, dokter Lucky dan istrinya dokter Irma saat ini sedang berada di Singapura. Besok pagi mereka baru tiba di jakarta".Ucap Art itu menyampaikan apa yang ia dengar dari dokter keluarga Erlangga.
Niko pun hanya menghela nafasnya kasar. Karena apa yang akan ia ketahui tentang istrinya bisa tertunda. "Yasudah, bibik boleh kembali kebelakang!!! ".Ucap Niko sambil mengambil gelas minuman nya.
"Tenang bang, kan masih ada cara yang kedua sebelum dokter".Seru Shasa sambil tersenyum.
" Cara apa Sha??? ".Icha yang mendengar pun nampak bingung karena ia tidak tahu dari awal pembahasan apa yang sedang di bahas suami dan adik iparnya itu.
" Udah mba, Gak usah tanya sama Shasa dan bang Niko!!!. Mereka gak akan kasih tahu".Sambung Nikki masih saja kesal.
Icha pun hanya menarik sudut bibirnya. Lalu kembali mengacak acak makanan nya lagi. Dan hanya ia makan beberapa suap saja. Sedangkan Niko dan Shasa kembali memberi kodenya.
Dan benar saja setelah makan malam selesai. Shasa pun pamit ke luar sebentar. Di antar oleh sopir dirumahnya. Sedangkan Nikki sedang bertelpona di samping kolam renang belakang rumahnya.
__ADS_1