Posesif Husband

Posesif Husband
Kepekaan Cinta


__ADS_3

Anton membantu membukakan pintu mobil untuk cinta setelah mereka berdua sampai dirumah.Tak lupa Anton juga tetap menggandeng tangan istrinya sampai kedalam rumah.Begitu masuk tatapan cinta langsung menajam dan terlihat sinis.Karena ia sudah disambut oleh Dini.Sang pelayan dirumah kedua orang tuanya itu.


"Oma...Apa tidak ada pelayan lain lagi selain dia".Sinis Cinta sambil melirik kearah dini yang berdiri disamping omanya.


Oma Vero pun langsung paham akan tatapan tidak sukanya cinta pada dini.Sedangkan Anton tetap menggenggam erat punggung tangan istrinya.


"Dini orangnya cekatan cinta.Oma tidak bisa mengganggu pekerjaan pelayan yang lain.Sebab hanya dini yang tugasnya sudah selesai".Jawab Oma Vero memberi penjelasan.


Sedangkan dini masih saja sempat curi curi pandang kearah Anton yang saat ini masih memakai seragam kepolisian nya.Bahkan Dini baru tahu jika suami anak majikannya juga seorang polisi.


Anton dan Cinta menyalami tangan Oma Vero secara bergantian.Tapi cinta tetap saja menatap sinis kearah Dini.Karena cinta adalah tipe wanita yang siap siaga jadi ia bisa mencium bau bau pelakor dari pelayan dini.


"Ngapain kamu masih disini???.Buruan sana bantu pelayan di dapur!!!".Ucap Cinta tegas membuat Dini langsung terperanjat kaget dan langsung menundukkan kepalanya.


"Cinta sayang...ingat Lo kamu sedang hamil!!!.Jangan marah marah terus!!!".Oma Vero berusaha menasehati cucunya.


Oma Vero bisa paham posisi cinta saat ini.Karena dulu ia juga sama dengan cinta sangat sensi dan juga posesif pada mendiang suaminya opa nya cinta yang saat ini sudah beristirahat dengan damai disisi sang pencipta.


Anton menarik tangan istrinya untuk duduk di sofa yang ada diruang tamu.Cinta hanya menurut di ikuti oleh Oma Vero.Setelah istrinya bisa duduk dengan nyaman,Anton segera pamit untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Sayang,Aku ke atas dulu sebentar ya,Mau ganti baju".Pamit Anton sambil mengelus rambut panjang istrinya dan tak lupa juga mencium sekilas bibir sang istri.Membuat Oma Vero ikut tersenyum geli akan pemandangan di depan matanya.


"Oma Anton keatas dulu". Sambung Anton pamit pada Oma Vero.Dan Oma Vero hanya mengangguk kan kepalanya.


"Jangan lama lama by!!!".Teriak Cinta sambil terkekeh.


"Siap sayang".Sahut Anton sambil menaiki anak tangga.


"Sudah tidak usah dilihatin terus!!!.Suami kamu hanya ganti baju saja".Ledek Oma Vero sambil mengulum senyumnya.Ia tak menyangka cucu bar bar nya itu bisa mendaptkan suami yang dingin dan tegas seperti Anton.Bahkan walaupun terkenal Arogant sifat Anton sangat mirip dengan putra semata wayangnya yaitu tuan Hendrawan.Bahkan kisah cinta Hendrawan dan Yuna juga tak beda jauh dengan kisah cinta dan Anton.


Vero jadi ingat betul bagaimana Yuna mengejar Hendrawan yang sangat kaku seperti kanebo kering dan dingin seperti kulkas empat pintu itu.Bahkan tak jarang dulu Yuna juga sering direndahkan oleh Hendra Daddy nya cinta.Bahkan Oma Vero tak menyangka jika sekarang rumah tangga anak nya dengan Yuna bisa seromantis sekarang dan tetap harmonis.


"Ada apa????".Oma Vero langsung menatap cucu nya yang saat ini tengah menatapnya juga.


"Kenapa Oma tidak pecat saja si Dini itu dan ganti dengan pelayan yang lain".Celetuk Cinta masih saja membahas masalah dini.


Oma Vero terlihat menghela nafasnya berat".Cinta sayang,tidak semudah itu main pecat orang saja.Lagian dini itu kerjanya bagus,dia tidak pernah melakukan kesalah apapun.Bagiamana bisa Oma tega memecat dia sayang".


Cinta langsung mencebikkan bibirnya kesal.Selalu saja itu alasan Oma nya untuk tetap mempertahankan dini.Memang dini pelayan yang berkerja dirumah orang tuanya tapi cinta tetap saja tidak suka.Karena bagi cinta dini itu tipe tipe wanita penggoda.

__ADS_1


Lagian Cinta juga tidak mau kalau sampai nanti kedua orang tuanya sewaktu waktu pulang kejakarta.Dan cinta juga sangat paham betul bagaimana kelakuan Daddy dan Mommy nya yang sama sama gila dalam menyangkut hubungan seksual.Malah Daddy dan Mommy nya itu bisa melakukan nya di seluruh ruangan rumahnya.


Cinta tidak bisa berpikir jernih jika Dini yang memang ada bibit pelakor dan tipe wanita penggoda itu melihat kegiatan gila kedua orang tuanya nanti.Sedangkan waktu malam itu juga Cinta bisa melihat sendiri dengan jelas bagaimana dini terus menatap mereka yang sedang bercumbu di dapur bersama suaminya.Bahkan dini tidak menyingkir sama sekali,Ia malah menonton adegan mereka hingga selesai.Jika saja Oma Vero tidak datang mungkin dini akan terus berada di balik tembok mihat aksi ceroboh mereka.


Hal itu diketahui cinta saat ia memeriksa rekaman cctv dan Cinta bisa melihat dengan jelas wajah dini yang terlihat sangat mendamba dan penuh puja pada sosok suaminya.Dan sejak saat itu juga Cinta semakin tidak suka akan dini.


"Terserah Oma saja!!!.Tapi yang jelas cinta tidak akan segan jika sampai nanti dia mulai berani bertingkah macam macam".Seru Cinta tegas.


"Iya iya...Oma tahu kamu itu takut kan jika dia menggoda suami tampan kamu itu".Oma Vero malah menggoda cinta.


"Ah,iya suamiku memang sangat tampan Oma.Bahkan ketampanan Daddy juga kalah dengan suamiku".Cinta seolah kehabisan kata kata akan ketampanan wajah suaminya yang menurutnya sangat sempurna itu.


Bahkan jika tidak menyangka jika sekarang hubungan mereka berdua bisa sampai ketahap ini.Apalagi sebentar lagi akan ada baby buah cinta mereka berdua yang tinggal 2 bulan lagi akan lahir.


"Cicit Oma sehat kan????".Oma Vero bertanya sambil melirik kearah perut buncit cucunya.


"Alhamdulillah,baby sehat dong Oma.Mungkin karena sering di besuk oleh Daddy nya". Seloroh Cinta sambil tersenyum.


Oma Vero hanya menggelengkan kepalanya saja.Ia juga pernah muda dan pernah merasakan apa yang dirasakan dan di alami oleh anak dan cucu nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2