Posesif Husband

Posesif Husband
Makan malam pertama Di rumah suami


__ADS_3

Tiara mundur beberapa langkah setelah berhasil membisikkan kata kata godaan nakalnya. Tanpa sedikitpun nampak kegugupan di mata Tiara. Yang ada gadis cantik yang berstatus istri itu malah semakin terlihat menatap mesum kearah suaminya.


Namun Tomy sedikitpun tak bergeming dari tempatnya berdiri. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya itu. Sehingga ia tampak enggan untuk maju atupun mundur.


"Dasar tidak normal".Upat Tiara kesal sambil berguman lirih.


Tomy yang mendengar dengan jelas gumanan istrinya. Nampak tertantang karena dengan beraninya Tiara mengupat dengan bilang dirinya tidak normal. Padahal ia hanya sedang berpikir keras untuk menahan dirinya. Takut jika Tiara belum siap untuk memberikan haknya.


Tomy melirik jam di dinding yang sudah tepat di angka enam. Bisa di tebak sebentar lagi pasti suara adzan maghrib berkumandang. Terang saja waktunya tidak akan cukup untuk membuat seorang Tiara tahu bagaimana kejantanannya itu.


Tiara mencebik kesal saat suaminya malah melintasi nya begitu saja. Dan masuk kedalam kamar mandi. Seolah memang tak tergoda akan tubuhnya yang sangat seksi itu.


Kesal karena suaminya tak tergoda. Tiara memilih untuk masuk kedalam ruangan walk in closet. Mengganti pakaian nya, dengan baju santainya. Kaos oblong warna mustard di padukan dengan hot pants pendek di atas lututnya.


Membuat kaki jenjangnya nampak begitu putih dan mulus terpampang nyata terlihat dengan jelas. Dapat di pastikan jika Tomy pasti akan kembali ngiler melihat nya.

__ADS_1


"Mas, buruan mandinya!!!. Udah adzan nih".Teriak Tiara karena setelah ia selesai mengganti baju. Sampai kumandang adzan di masjid terdengar. Tomy masih tak kunjung keluar dari kamar mandi. Padahal suaminya baru beberapa detik yang lalu masuk kesana.


" Aku baru lima menit yang lalu masuk Ra".Jawab Tomy dari dalam sana. Membuat Tiara terkekeh kecil.


Lalu Tiara memutuskan untuk menunggu suaminya dengan duduk di sofa empuk yang ada di kamar itu. Tiara ingin sholat berjamaah dengan suaminya. Ia juga sudah menyiapkan mukena dan lengkap dengan alat sholat suaminya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah sholat maghrib yang untuk pertama kalinya Tomy menjadi imam untuk wanita yang telah ia nikahi tadi siang. Rasanya memang sangat berbeda. Tomy memang masih melakukan pekerjaan kotor bersama Candra. Tapi bukan berarti Tomy tak ingat Tuhan.


Kejahatan nya jalan ibadah pun jalan. Menurut Tomy hanya Tuhan yang lebih mahal segalanya. Dan hanya Tuhan yang pandai menilai dan memutuskan ibadah hambanya diterima tidaknya.


Di sana masih ada bik Tuti. Yang menata piring serta sendok di meja makan untuk tuan dan Nyonya nya. Tiara nampak tersenyum ramah pada para pelayan,termasuk bik Tuti.


"Biar aku aja bik".Ucap Tiara yang mencegah Bik Tuti untuk mengambilkan nasi.

__ADS_1


Bik Tuti pun langsung memberikan piring pada Tiara. Ia tahu Tiara pasti ingin melayani suaminya. Jika selama ini hanya bik Tuti yang Tomy izinkan untuk melayaninya di meja makan. Termasuk mengambilkan nasi serta lauknya. Karena bik Tuti adalah pelayan paling senior di rumah itu.


Bik Tuti bahkan sudah lama bekerja pada Tomy. Dari Tomy masih tinggal di Apartemen dulu. Wanita paruh baya itu sangat bisa di percaya, selalu jujur dan tidak neko neko. Itulah sebabnya, Tomy menyerah kan semua tugas dan tanggung jawab pata pelayan pada bik Tuti.


Namun sekarang keadaan sudah berbeda. Ada Tiara yang akan membantu mengurus semua kebutuhan nya. Apalagi Tiara adalah wanita yang cekatan dan cepat tanggap. Jadi, sudah bisa di pastikan istrinya itu pasti tahu apa yang harus ia lakukan.


"Mau pake lauk apa mas??? ".Tanya Tiara karena ia juga bingung saat melihat banyak lauk di meja makan. Dan nampak lezat semuanya.


" Ikan bakar sama cah kangkung seafood saja!!! ".


Tiara tersenyum sembari mulai mengisi piring suaminya dengan lauk yang Tomy sebutkan tadi.


Bik Tuti yang melihat dari dinding pembatas antara dapur dan ruang makan. Nampak tersenyum lega. Karena pada akhirnya majikan nya itu menikah juga. Dan mendapatkan istri yang baik serta sopan seperti Tiara.


Sedangkan Sri masih saja memasang wajah kesalnya. Ia sangat iri dengan Tiara karena bisa sedekat itu dengan Tomy. Padahal ia jauh lebih lama kerja di rumah ini. Tapi tak sedikitpun Tomy melirik nya.

__ADS_1


"Udah dong Sri, mbok ya terima saja takdir kamu itu memang sebatas pelayan dan majikan disini. Jangan macem macem lagi!!. Kamu mau beneran di pecat dan disuruh pulang kampung ???. Terus kalau udah pulang yang bayarin hutang hutang bapak kamu sama lintah darat disana siapa??? ".Bik Tuti kembali mengingatkan Sri.


Karena Sri memang tinggal satu kampung dengan nya. Bahkan yang mengajak Sri untuk kerja di rumah Tomy adalah bik Tuti. Sebab, Bik Tuti kasian sama Sri. Sri hampir di suruh menikah jadi istri kelima seorang lintah darat yang sudah bangkotan di kampung nya.


__ADS_2