
Hingga makan malam tiba Raya masih saja terlihat malu di hadapan Lana. Membuat Lana hanya mengulum senyumnya saja.
"Kamu kenapa??? ".Tanya Lana pura pura tidak tahu. Padahal itu semua karena ulahnya sendiri.
" Tidak apa apa mas".Jawab Raya gugup. Jujur ia bingung harus bersikap seperti apa saat ini. Ia masih saja malu.
"Apa makanan tidak sesuai dengan selera kamu???. Kalau kamu tidak suka, kita pesan menu yang lain saja!!! ".Ucap Lana memberi pilihan.
" Tidak usah mas, ini sudah cukup".Tolak Raya. Sejujurnya bukan karena menu nya tidak enak atau apa. Tapi karena ia masih belum lupa akan kejadian tadi sore.
Tapi Lana malah bersikap santai seperti tidak terjadi apa apa sebelum nya. Hal itu membuat Raya serba salah dan merasa malu sendiri.
Setelah makan malam selesai. Raya yang masih membereskan bekas meraka makan tadi di dapur. Sedangkan Lana sudah pamit kembali ke ruang kerjanya lagi. Tapi kali ini Lana malah bilang terlebih dahulu pada Raya istrinya.
"Aku keruang kerjaku. Kalau butuh sesuatu panggil saja aku. Dan kau boleh istirahat kalau masih capek!!! ".Seru Lana menatap kearah Raya yang kini sedang mencuci piring di wastafel dapur. Sedangkan Lana hanya berdiri di depan pintu dapur saja.
" Iya mas".Sahut Raya mengerti.
Setelah mengucapkan itu Lana langsung masuk kedalam ruang kerjanya. Sementara Raya bisa bernafas dengan lega. Dan menyelesaikan cucian piringnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Raya menatap pantulan wajahnya dari cermin meja rias yang ada di dalam kamarnya. Bahkan Raya kini bisa melihat dengan jelas lukisan abstrak berwarna merah kebiruan yang kini menempel pada leher jenjangnya. Bahkan tak hanya satu ada lebih dari tiga. Belum lagi di bagian dadanya.
Raya menggigit bibir bawahnya saat ingat kegiatan panasnya sore tadi dengan Lana suaminya itu.
__ADS_1
Flasback on...
Setelah mendapatkan persetujuan dari Raya, Lana langsung saja melancarkan aksinya. Apalagi sonny sudah berontak dengan sendirinya. Minta di lemaskan oleh Beti. Lana tak tinggal diam dan langsung membawa Raya kearah ranjang mereka.
Disana Lana dengan tatapan penuh hasrat menggebu-gebu nya. Sudah benar benar tidak tahan . Dan tidak bisa menundanya lebih lama lagi. Lana mendorong pelan tubuh Raya hingga terjerembab di atas kasur empuk itu. Lalu ia mulai menjelajahi setiap inci tubuh istrinya.
Membuat Raya hanya bisa menahan suaranya agar tidak mengeluarkan suara suara aneh baginya. Tangan Lana dengan lancarnya sudah mengarah pada titik sensitif beti. Menyentuhnya dengan gerakan perlahan. Tapi begitu terasa nikmat bagi Raya.
Hingga tubuh Raya menggeliat bak busur panah.Apalagi saat Lana sudah berhasil menanggalkan handuk nya. Lana bisa melihat perut Raya yang sudah mulai membuncit Itu dengan sangat jelas.
Lana juga sudah mengabsen setiap inci kulit tubuh Raya dengan meninggal kan lukisan lukisan abstrak nya. Hingga Raya mulai mendesah.
"Akh... *.
Akhirnya puasanya berkahir sudah. Saat Lana langsung membuka kain penutup Sonny. Raya bisa melihat Sonny yang sudah berdiri menantang. Layaknya tombak yang sudah siap menembus pertahanan beti dibawah sana.
Satu dorongan...
Dua dorongan...
Dan dengan dorongan ketiga nya, Lana baru bisa menancapkan Sonny ke liang Beti dengan sempurna.
"Uuuhhh.... ".
Raya memejamkan matanya sambil sedikit mencengkram bahu Lana kuat. Ketika Sonny sudah masuk sepenuhnya menjumpai Beti dengan sempurna.
__ADS_1
Lana saja sempat heran kenapa rasanya seperti baru pertama kalinya lagi. Sangat sempit dan menggigit. Mungkin karena ini baru yang kedua kalinya lagi bagi Raya dan Lana. Jadi masih terasa susah.
" Apa masih sangat sakit??? ".Tanya Lana sambil mengecup kening Raya.
Walaupun jujur masih terasa perih, namun Raya hanya menggeleng kan kepala nya. Membuat Lana tersenyum. Lalu Lana pun mengecup bibir Raya dengan kecupan pelan.
" Maukah kau hidup selamanya denganku. Membina rumah tangga layaknya pasangan suami istri pada umumnya??? ".Tanya Lana lagi membuat Raya kembali mengangguk kan kepala nya tanpa ragu.
" Akh... ".
Raya menjawab dengan lenguhan karena Lana dengan jahilnya malah mulai memacu gerak tubuhnya, turun naik dengan tempo pelan tapi menusuk.
" Kenapa malah mendesah. Hm??? ".
" Akhhh... ".
Lana terkekeh saat Raya kembali melenguh nikmat. Ia tidak bisa berucap lagi. Saat Lana terus saja memacu temponya. Dan sore ini berakhir dengan peluh serta keringat kenikmatan.
Flashback Off...
Raya menggeleng kan kepala sambil memgusap wajahnya. Ia malu karena terus saja mendesah tadi sore. Apalagi ia masih saja ingat dengan pergumalan tadi sore. Jika dulu saat pertama kalinya ia juga sadar. Tapi sore tadi ia jauh lebih sadar. Karena mereka berdua melakukan nya sama sama sadar diri. Dan dengan dasar suka sama suka.
"Kau kenapa???. Apa mau nambah lagi??? ".
TBC
__ADS_1