
"Hahaha.... " Icha malah terkekeh sampai ia sakit perut sendiri. Saat mendengar ucapan Niko yang terdengar seperti gurauan anak Abg saja.
"Kenapa malah tertawa??? ".Tanya Niko sambil mengerutkan keningnya. Melihat aksi Icha yang sama sekali belum paham akan ucapan nya.
" Apa abang sedang bercanda???. Masa iya nembak cewek gak ada romantis romantisnya sama sekali sih".Ledek Icha sambil terus terkekeh.
"Baiklah jika itu yang kamu mau. Aku akan menurutinya".Jawab Niko datar.
Icha hanya mengangkat bahunya acuh. Tanpa ingin ambil pusing akan ucapan Niko hari ini. Dan tanpa Icha sadari jika saat ini mobil Niko bukan mengarah pada Kosan nya. Melainkan mengarah pada kota Jakarta. Saking asyiknya menertawakan Niko. Icha belum sadar jika dirinya akan di culik Niko.
Namun, ketika Icha sudah selesai tertawa ia baru sadar. "Bang, kita mau kemana???. Ini kan bukan jalan ke kosan aku??? ".Bingung Icha sambil memperhatikan sekeliling jalan.
" Memangnya sejak kapan aku bilang , kalau aku mau mengantarkan kamu pulang ke kosan??? ".Niko benar benar menguji kesabaran Icha.
" Ayolah bang jangan bercanda. Bukankah ini jalan mau ke Jakarta??? ".Icha paham betul jalan yang mereka lalui saat ini.
" God girl. Kau memang cerdas tak heran jika kau bisa mendapatkan beasiswa kedokteran di kampus itu".Entalah itu terlontar sebagai pujian atau apa. Yang jelas Icha masih saja bingung sebenarnya Niko akan membawanya kemana.
"Bang Icha serius iihh... Jangan bercanda dong!!!. Nanti gimana kalau Ayah dan Bunda datang ke kosan mendadak ,terus icha gak ada???. Bunda bisa cemas Bang".Cerocos Icha mulai panik.
" Kamu tenang saja!!!. Itu urusan gampang".Sahut Niko dengan santainya.
"Iya, kalau ngomong memang gampang bang. Tapi abang belum tahu aja gimana sifat Ayah".Gerutu Icha sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Jika Icha sedang menggerutu kesal pada Niko. Karena Niko tak kunjung menjawab kemana ia akan membawa nya pergi. Sedangkan di ke diamana Hendrawan. Saat ini Shasa sedang mengomel gak jelas. Membuat Nikki menyumbat telinganya dengan kapas. Karena ia pusing mendengar suara cempreng saudara kembarnya itu.
"Awas saja nanti kalau bang Niko pulang. Shasa bakalan bejek bejek kayak ayam geprek level 1000".Ketus Shasa kesal.
" Memangnya bang Niko ke Bandung ngapain sih bang???? ".Mungkin ini pertanyaan yang kesekian kalinya Shasa pada Nikki. Yang membuat Nikki bosan sendiri.
" Mana abang tahu sha. Mungkin jemput pacaranya kali ".Sahut Nikki asal jeplak. Bahkan Nikki malah fokus pada cemilan yang ada dihadapan nya. Di bandingkan harus meladeni pertanyaan pertanyaan tidak berbobot sang adik.
" Bang, kalau bang Niko sudah ada kekasih. Rencana abang bisa berantak kan loh. Siap siap aja abang Nikah muda karena perjodohan Grandma berjalan lancar".Shasa mulai jadi kompor untuk Nikki.
Benar saja Nikki langsung menghentikan kegiatan nya. Dan langsung menatap wajah cantik adik nya itu. "Bener juga ya sha. Jadi kita harus gimana dong??? ".Tanya Nikki mulai panik.
Shasa balas dendam karena sejak tadi ia selalu saja di cuekin oleh Nikki. Tapi giliran abangnya yang terpojok Nikki langsung menyangkut pautkan dirinya dengan Shasa.
" Sha, bantuin abang dong!!! ".Teriak Nikki setelah melihat Shasa malah pergi meninggalkan dirinya sendirian di taman belakang rumah Hendrawan.
" Ogah... Pikir aja sendiri!!!. Dan semoga perjodohan abang Nikki sama tuh cewek berjalan mulus dan lancar!!! ".Sahut Shasa sambil sedikit berteriak karena ia sudah masuk kedalam rumah Grandma nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Berbeda lagi kini dengan kediaman seorang wanita yang baru dia hari ini berada di Jakarta. Ya dia adalah Destia alias Tia.Gadis dimasa lalu Lana, yang kini memutuskan untuk pulang ke Jakarta setelah hidup bertahun tahun lamanya di Australia.
__ADS_1
Wanita malang yang dulu terbuai akan kemanisan sesaat seorang pria. Hingga ia hamil di luar Nikah dan di jauhi keluarganya. Bahkan saat mama nya meninggal dunia pun Tia tidak diberitahu oleh Papanya.
Karena Papanya lebih memilih keluarga barunya yang kini usia adik tiri Tia tidak jauh beda dengan putranya.
"Mom, Daren boleh keluar sebentar ???? ".Ucap seorang pemuda yang baru menuruni anak tangga. Dan menghampiri Tia yang saat ini sedang masak di dapur.
" Mau kemana sayang??? ".
" Ke Supermarket Mom. Ada sesuatu yang mesti Daren beli. Lagian Daren bosen Mom di rumah terus".Pemuda itu nampak tersenyum pada Tia.
Ya Daren adalah putra Tia yang ia besarkan seorang diri. Dengan bermodalkan uang pinjaman dari Cinta sahabat nya serta sisa uang tabungannya. Tia bisa membuka usaha kuliner khas Indonesia di Australia.
Dan karena keyakinan dan juga kerja kerasnya. Akhirnya usaha Tia maju dan berkembang. Hingga ia bisa membeli rumah di Australia.Serta membiayai hidup anak dan dirinya sendiri. Bahkan kini Tia sudah bisa juga membeli sebuah rumah mewah di kawasan elit jakarta Selatan.
Tia memutuskan pulang ke Jakarta dan melanjutkan bisnis nya yang sudah ia rintis di Jakarta sejak tiga tahun lalu. Tapi selama ia masih fokus dengan usahanya di Australia. Tia mempercayakan usahanya di Jakarta dengan karyawan kepercayaan nya saja untuk membantunya mengelola usahanya tersebut.
"Yaudah, pergi saja sana!!!. Tapi ingat harus pulang tepat waktu sayang!!!".Jawab Tia sambil tersenyum pada putranya.
" Oke Mom. I love you".Seru Daren setelah ia mencium punggung tangan Mommy nya.
Tia bersyukur putranya tumbuh menjadi pemuda yang baik dan sopan. Serta selalu menurut padanya. Meskipun Daren tidak mendapatkan kasih sayang seorang Ayah. Tapi Tia berhasil mendidik putranya dengan baik. Tia sadar masa lalunya sangat buruk oleh karena itu berkat support dan nasehat yang selalu cinta ucapkan padanya. Tia bisa bertahan sampai sekarang. Kalau saja bukan karena Cinta sahabatnya mungkin saat ini Tia bukanlah apa apa. Mungkin juga ia sudah hidup menjadi gembel. Dan terlantar seperti tidak ada keluarga sama sekali.
TBC
__ADS_1