Posesif Husband

Posesif Husband
Mulai Heboh


__ADS_3

Shasa dan Tiara pun langsung masuk kedalam rumah. Karena art Icha sudah bilang jika sekarang majikannya telah menunggu kedatangan mereka di taman belakang.


Namun , begitu Shasa sampai lebih dulu ke belakang. Ia malah melihat ada orang lain di sana. Terang saja Shasa langsung mundur agar ia lebih jelas untuk melihatnya. Karena terhalang oleh tanaman hias yang ada di depan nya.


Brakkk...


"Aduh... Loe ngapain sih pake acara mundur mundur segala?. Anak gue nih kena pantat elu". Tiara mendorong bokong Shasa menggunakan kakinya.


" Etdah... Istrinya asisten pribadinya suami gue sadis juga ya. Ngeri gue ama elu kalau gini caranya".


" Elu juga sih mundur kagak lihat lihat lagi. Noh si ganteng gue hampir aja kena pantat elu. Susah gue ngegembol nih bocah sampai sembilan bulan sepuluh hari tahu".


Seketika suasana rumah Icha langsung ramai akan kedatangan para emak emak rempong. Yang suara dan nada bicaranya tidak bisa di rem lagi. Membuat Icha langsung paham. Jika adik iparnya sudah datang ya begitulah. Suasana yang tadinya sepi dan lempeng lempeng aja. Sekarang jadi berubah seperti pasar loa.


" Gue belum pikun kan Ra???". Bisik Shasa yang sudah mendekat pada Tiara.


" Kali iya emang lu udah pikun. Biar suami lo di ambil alih sama wanita lain". Kesal Tiara pada sahabatnya sendiri. Tapi, Shasa malah tertawa terbahak bahak. Membuat Tiara mengerutkan keningnya bingung.


" Bang Candra mana mau selingkuh. Dia udah terlanjur doyan ama mekdi gue yang katanya bikin nagih ". Ceketuk Shasa yang langsung mendapatkan toyoran dari Tiara.

__ADS_1


" Dasar Mommy mesum". Cibir Tiara.


"Emang lu kagak???".


" Gue??? ". Tunjuk Tiara pada dirinya sendiri yang dijawab anggukan kepala oleh Shasa. " Ya jelas lah enggak...".


" Iya enggak salah lagi kan maksud elu".


Keduanya pun langsung tertawa terbahak bahak sampai keluar air mata. Membuat Icha penasaran apa yang sedang kedua wanita itu bahas. Sejak tadi bukannya langsung menghampiri kakak iparnya. Shasa dan Tiara malah asyik mengobrol absurd.


Dasar ya, kalau para wanita sudah ketemu sama yang cocok ya gini kejadiannya. Klop banget deh, lupa diri dan lupa waktu. Bahkan anak anak pun ikut mereka lupakan.


" Siap kakak ipar". Jawab Shasa yang ikut berteriak juga.


"Eh tuh cewek di samping mba Icha siapa Sha??? ". Tanya Tiara yang baru sadar.


Shasa hanya mengangkat bahunya acuh. " Istri kedua abang gue kali". Jawaban Shasa membuat Tiara kembali mentoyor jidad Shasa.


" Mulut elu itu ya kalau ngomong asal jeplak aja. Hati hati loh, entar doanya balik ke elu sendiri. Mau apa??? ".

__ADS_1


" Iihh... Amit amit deh. Ogah gue di madu. Tapi. kalau madu gue tajir kagak papa dah. Hitung hitung buat nambah nambahin omset tabungan hari tua gue nanti"..


Tiara tidak tahu mesti ngomong apalagi di hadapan Shasa. Wanita dua anak itu benar benar mampu menghilangkan rasa sabar seseorang. Bahkan Shasa tidak akan mau kalah jika di ajak berdebat.


Tiara pun lebih memilih beranjak lebih dulu. Daripada ia harus terus terusan melayani ocehan Shasa yang membuat kepalanya sakit.


"Sean.... No ...!!!Aduh mba Icha putramu itu". Teriak Shasa saat melihat Sean ingin mengangkat baby Ayana dari Stroller nya.


Untung saja babysitter Ayana tak pernah jauh dari asuhan nya. Dan bisa mencegah Sean. Kalau tidak mungkin Ayana sudah seperti boneka Barbie saja di tangan Sean.


Ayana memang apes, selalu saja jadi korban. Dengan Daddy nya hampir jatuh dari ranjang. Dirumah Papa nya. Ia malah ingin jadi mainan Sean.


"Mommy cium nih kalau masih nakal". Gemas Shasa pada keponakan nya itu.


Sedangkan Ratih masih saja memperhatikan wajah Shasa. Sejak Shasa mendekat, Sedikitpun Ratih tidak berpaling dari wajah cantiknya.


" Shasa kenalin dulu dong, ini Ratih sahabat mba kuliah Di Bandung dulu!! ". Icha mulai mengenalkan Ratih pada adik ipar nya.


" Hehe, kayak penyanyi lawas aja ya namanya unik". Shasa malah kembali bercanda.

__ADS_1


TBC


__ADS_2