
Jam sudah menunjukkan jam makan siang. Shasa juga sudah istirahat di dalam kamarnya. Sedangkan Naufal saat ini juga menumpang istirahat di kamarnya Nikki. Karena pulang dinas ia sama sekali belum tidur dari semalam.
Baru saja ingin memejamkan matanya. Shasa malah sudah di ganggu dengan kedatangan si kembar L. Terutama Lulu yang langsung membuka pintu kamar Shasa begitu saja. Membuat si pemilik kamar langsung mendengus kesal.
"Lu pelan pelan dong buka pintunya!. Shasa kan butuh istirahat".Luna pun langsung menegur adiknya.
" Adik loe itu emang gak tau sopan santun Na. Dasar urakan ".Cibir Shasa kesal. Ia bahkan langsung duduk bersandar pada kepala ranjang. Mengurungkan niatnya untuk tidur siang.
Tapi yang di cibir malah terlihat acuh saja. Ia pun langsung mendarat kan bokongnya di kasur empuk milik Shasa. Lulu kalau urusan membuat emosi jiwa orang. Dia adalah jagonya, Apalagi saat ini Shasa hanya bisa pasrah ketika Lulu ********* enjot kasur empuknya dengan bokong kemposnya itu.
"Gimana keadaan loe Sha??? ".Luna bertanya seraya ikut duduk di bibir ranjang Shasa.
__ADS_1
" Seperti yang loe lihat Na. Gue baik baik aja".Senyum Shasa mengembang sempurna. Entah kenapa, tia kali ia ingat kejadian semalam. Shasa selalu teringat dengan mata indah pria yang menolongnya itu. Belum lagi wangi parfum yang selalu bisa ia ingat sampai detik ini.
Lulu dan Luna nampak saling tatap ketika melihat Shasa seperti orang gila. Ia senyum senyum sendiri tidak jelas. Bahkan Lulu sampai mengerutkan keningny. Menyentuh jidad Shasa lalu kembali menyentuh jidad nya juga.
"Si Shasa emang lagi kagak waras kak".Lirih Lulu sambil menyindir.
" Resek loe Lu. Emang gue sakit jiwa apa??? ".Shasa mencebikkan bibirnya manyun. Sedangkan Luna hanya menggeleng kan kepalanya saja melihat Shasa dan juga Lulu yang selalu ribut hal tidak penting.
Ketiga gadis itu pun saling mengobrol santai. Bahkan art pun datang membawakan cemilan serta minuman untuk ketiganya. Entah apa yang sedang mereka obrolkan.Hingga suara cekikikan dan juga suara tawa ketiganya terdengar hingga keluar kamar.
"Heh... Mau kemana loe ki??? ".Naufal menarik kerah baju sepupu tengilnya itu.
__ADS_1
" Bentar bang, slow!. Gue cuma mau lihat calon bini gue bang. Itu yang ada di dalam kamar Shasa".Ucap Nikki sambil menunjuk kearah dalam kamar Shasa.
Naufal mengerutkan keningnya. Lalu ia juga ikut mengintip dari balik pintu kamar yang memang tidak tertutup rapat. Naufal nampak memperhatikan dua gadis remaja yang menurutnya tiada bedanya itu. Karena memang Luna dan Lulu adalah saudara kembar identik. Hanya orang orang yang sering bertemu dan dekat dengannya saja. Yang tahu dan bisa membedakan kedua gadis cantik itu.
Namun, jika Nikki jangan di tanya lagi. Sebab, ia sudah hafal betul mana Luna dan mana Lulu. Bahkan dari bau parfumnya saja, Nikki sudah kenal yang mana gadis pujaan hatinya itu.
"Yang mana yang calon bini loe Ki?. Perasaan dua duanya wajahnya mirip, atau jangan jangan dua duanya itu calon bini loe semuanya ya? ".Tanya Naufal sedikit meledek sepupunya itu. Karena Naufal sudah tahu jika Nikki adalah seorang Playboy sama seperti sahabat nya yang otaknya sedikit geser itu.
" Satu aja kagak habis bang, masak gue harus punya bini dua. Bisa bisa gue tiap hari loyo dong karena harus aktif kasih jatah mereka berdua".Seloroh Nikki yang langsung mendapatkan toyoran kepala dari Naufal.
"Masih anak SMA aja udah cabul pikiran loe".Nuafal menatap sepupunya dengan tatapan tajamnya. Membuat Nikki hanya bisa nyengir kuda saja. Karena Naufal tak jauh beda dengan Niko bagi Nikki.
__ADS_1
" Masuk aja kali!. Gak usah intip intip kayak maling aja".Ledek Shasa sambil sedikit mengeraskan suaranya. Agar Nikki bisa mendengar langsung. Dan terang saja si kembar L langsung ikut menoleh kearah pintu kamar.
"Uuhh... Ganteng banget sih".Lirih Lulu pelan tapi masih bisa di dengar oleh Shasa dan juga Luna. Fokus Lulu malah kearah Naufal saat ini.