Posesif Husband

Posesif Husband
Kerapuhan Icha


__ADS_3

Setelah berhasil membujuk Icha Niko dan kedua orang tuanya langsung bergegas ke Bandara. Dimana disana jet pribadi milik keluarganya sudah menunggu dan segera take out. Sedangkan Nikki dan Shasa terpaksa harus tinggal dirumah. Karena besok adalah pembagian raport mereka. Jadi mereka juga tidak bisa untuk ikut terbang ke Malang malam ini.


Setelah menghabiskan waktu lebih kurang satu jam 25 menitan. Kini Niko dan kedua orang tuanya beserta Icha pun sudah menginjakkan kakinya di Kota Malang. Bahkan mereka sudah di jemput oleh mobil khusus karena Anton sudah menghubungi orang kepercayaan untuk menyiapkan mobil ketika masih di jakarta tadi.


Icha sejak dalam perjalanan tadi hanya diam sambil terus meneteskan air matanya. Ia tidak bicara sepatah kata pun. Membuat Niko sedikit khawatir jika Icha juga mengetahui kalau Ayahnya juga sedang kritis saat ini.


Cinta yang melihat kondisi Icha pun sangat sedih. Hatinya ikut teriris perih. Bagaimana pun juga Cinta sedikit tahu apa yang saat ini di rasakan oleh gadis itu. Meskipun Cinta belum pernah kehilangan orang yang ia sayangi. Tapi melihat Icha yang sudah terpuruk itu. Membuat Cinta ikut merasakan kegundahan serta kecemasan yang teramat mendalam.


"Mom".Lirih Niko sambil menyentuh pelan punggung tangan Mommy nya.


" Mommy baik baik saja sayang ".Sahut Cinta sambil memaksakan diri untuk tersenyum.


Lalu Niko juga melirik kearah Cinta yang saat ini berjalan di samping Mommy nya. Dengan tatapan kosong dan pandangan yang penuh ke kalutan.


Niko membantu Icha untuk masuk kedalam mobil. Seraya kedua orang tuanya pun ikut masuk di dalam mobil yang sama.


" Biar Daddy yang nyetir!. Lebih baik kamu temani Icha duduk di belakang saja!!! ".Saran Anton sambil menepuk bahu putra sulungnya.


" Terimakasih Dad".Ucap Niko tulus sambil tersenyum tipis tapi penuh ketulusan.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


Rumah sakit Kasih Sayang...


Begitu turun dari mobil Icha langsung berlari masuk kedalam bangunan yang di dominasi oleh cat bewarna putih itu. Lalu tanpa banyak bicara Icha pun langsung mencari ruangan tempat dimana orang tuanya di rawat.


Niko pun langsung menyusul Icha dengan sedikit berlari. Sedangkan Anton dan Cinta hanya melangkah lebar mengikuti Niko dan Icha dari arah belakang.


Mata Icha langsung tertuju pada sosok pria yang saat ini sedang berdiri di depan pintu ruang ICU. Icha pun langsung menghampiri Paman nya.


"Paman, bagaimana keadaan Ayah dan Bunda?,Apa mereka baik baik saja?.Ayah baik baik saja kan paman? .Jawab Paman".Icha langsung bertanya tanpa jeda membuat sang Paman hanya bungkam tanpa bisa membuka mulutnya. Ia melihat wajah keponakan nya yang selama ini abaikan nampak begitu menyedihkan dan jelas terlihat kekhawatiran yang mendalam.


Deg...


Icha langsung terduduk lemah di lantai. Bahkan sekarang isak tangisnya semakin terdengar jelas oleh Niko. Icha berusaha menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tapi percuma tangisnya kembali pecah saat Niko menggapai tubuhnya dan ikut duduk di lantai depan ruangan ICU tersebut.


"Istighfar Cha!!!. Ayah pasti baik baik saja!".Niko terus berusaha menenangkan Icha kembali. Sambil mengusap punggung Icha yang semakin bergetar karena terus menangis.


Icha melonggarkan pelukan Niko lalu ia kembali bangkit dan bertanya kembali dengan paman nya. " Dimana Bunda Paman??? ".Tanya Icha memastikan kembali bahwa yang ia dengar di rumah Niko tadi salah.

__ADS_1


" Maaf kan Paman Cha. Mbak Widia... "Paman Icha pun tak sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya lagi. " Mbak widia... "


"Kenapa Paman, Kenapa???. Bunda dimana Paman??? ".Sentak Icha semakin histeris.


" Cha, sabar!!!. Semua ini sudah menjadi takdir yang kuasa sayang".Cinta yang tidak tega melihat Icha terus saja prustasi membuat nya ikut membujuk gadis malang itu.


"Bunda Mom... Bunda".Lirih Icha mulai kembali terisak dalam pelukan Cinta.


" Mommy tahu sayang... Ikhlaskan kepergian nya sayang!!!. Bunda pasti akan sedih jika melihat kamu begini".Lirih Cinta pelan


"Tidak mom... Icha belum sanggup kehilangan Bunda.. Hiks... hiks... Icha masih sangat membutuhkan Bunda Mom".Ucap Icha sambil terus terisak. " Katakan Mom, jika semua ini hanya mimpi kan Mom???. Ayo Mom katakan!!! ".Bibir Icha pun bergetar tak bisa lagi menahan dirinya yang semakin rapuh.


" Bunda sudah tiada Cha. Kamu mesti tabah dan sabar sayang!!!.


"Tidak... Tidak mungkin... Mommy bohong kan?. Semua orang pasti bohong kan".Sentak Icha yang kini malah menepis pelukan Cinta. Dan berjalan mundur kebelakang.


" Icha sayang... Kemari sayang...!!! ".Cinta berusaha menenangkan Icha tapi gadis itu menggeleng pelan sambil mundur ke belakang.


Tapi Niko langsung kembali mendekap tubuh Icha. Membuat gadis itu berontak dalam pelukan Niko. Cinta ikut sesak melihat rapuhnya Icha saat ini.

__ADS_1


__ADS_2