
Waktu memang begitu cepat berlalu, pergantian jam, hari, minggu dan bulan terus bergulir. Begitupun kehidupan semua orang. Masalah hidup kadang juga pasang surut. Ada bahagia ada juga sedih, ada suka dan adapula duka.
Tapi semua itu akan bisa terlewati dengan sendirinya Jika kita tetap sabar, bersyukur dan terus semangat untuk melewati semua ujian hidup ini.
Tak terasa satu bulan telah berlalu, kini Shasa dan Miki juga sudah masuk di bulan ke enam duduk di bangku SMA kelas X11 nya. Dan sebentar lagi mereka juga akan melangkah ke ujian akhir sekolah.
Namun, hari ini mereka semua akan ikut menghadiri pesta keluarga sederhana. Pernikahan Edo dan Tia. Tentu saja Cinta sebagai sahabat nya akan mendampingi Tia. Begitu pun dengan anak anak Cinta dan Anton. Bahkan kini Daren dan juga Nikki sudah terlihat akrab karena Daren sudah pindah di sekolah yang sama dengan mereka.
Kebetulan pesta pernikahan Edo dan Tia hanya di gelar sederhana saja. Di kediaman mempelai wanita. Dimana lagi kalau bukan rumahnya Tia. Bahkan setelah ini, mereka juga akan tetap tinggal di rumah itu. Meskipun Edo juga sudah memiliki rumah sendiri. Namun, karena jarak rumah Edo sedikit jauh dari tempat Tia bekerja dan Daren sekolah. Makanya mereka sepakat untuk tetap tinggal di rumah Tia. Yang Tia bangun dengan jerih payah keringat nya sendiri selama ini.
Cinta tersenyum lega dan ikut merasakan bahagia. Ketika kata Sah terlontar dari mulut para saksi. Begitu pun dengan Tia yang terlihat menangis haru. Cinta tahu jika Tia saat ini pasti sangat bahagia. Karena bisa mendapatkan pasangan hidup yang memang mencintai nya apa adanya.
__ADS_1
Daren pun ikut tersenyum melihat rona kebahagiaan di wajah Mommy nya. Apalagi Edo juga terlihat begitu tulus mencintai Tia sang Mommy. Bahkan selama ini Edo sudah seperti Daddy nya sendiri.
"Kamu nangis??? ".Lulu yang ikut menghadiri pernikahan Tia Mommy nya Daren. Saat ini sedang menatap wajah tampan pria blasteran itu dengan senyum mengejeknya.
" Itu namanya tangis bahagia Lu".Sahut Shasa sambil terkekeh. Sedangkan Daren hanya tersenyum tipis sambil menghapus bekas air matanya yang tak tau kenapa bisa jatuh begitu saja.
Pria tua yang tadi menjadi wali nikah Tia pun saat ini nampak terlihat sendu. Tapi, wanita paruh baya yang ada di samping pria tua itu malah terlihat sinis.
" Biarin aja!!!. Mungkin dia memang sudah tidak betah untuk berlama lama di rumah ini".Sahut Daren cuek. Ia bukannya tidak sopan pada kakeknya. Tapi Daren hanya merasa kecewa pada pria itu. Padahal Mommy nya adalah putri kandungnya tapi sedikitpun dia tidak pernah mau membantu Tia ketika Tia membutuhkan sandaran untuk dirinya yang sedang terpuruk.
Bahkan sampai Neneknya meninggal pun , pria itu tidak perduli dengan Mommy nya. Tia memang tidak pernah menceritakan apapun pada Daren. Namun, Daren bukanlah anak kecil lagi. Ia pasti akan mencari tahu bagaimana kehidupan Mommy nya dulu. Dan Daren pun kadang merasa bersalah pada Mommy nya. Karena kehadirannya Mommy nya dulu sampai di jauhi oleh orang orang bahkan orang tuanya sendiri.
__ADS_1
Namun, Daren juga tidak akan pernah bisa melupakan jasa Cinta dan juga Anton. Berkat bantuan dari mereka berdua. Mommy dan Daddy nya Nikki, Sehingga Mommy nya sekarang bisa hidup dengan layak.
"Selamat ya yak atas pernikahan kalian berdua. Semoga sakinah, Mawadah, Warohmah".Ucap Cinta sambil memeluk sahabatnya itu. Cinta juga sampai menitik kan air matanya haru.
" Terimakasih Cinta, Semua ini juga berkat loe Cin. Kalau gak ada loe dan Anton mungkin sekarang gue udah gak tau lagi gimana".Tia selalu mengingat kebaikan sahabatnya itu meskipun sampai akhir hayatnya nanti.
"Udahlah gak usah bahas lagi yang lalu!. Sekarang berbahagia lah!!!. Karena kebahagiaan loe udah datang. Dan lupakan semua kenangan buruk loe!!. Bukalah lembaran baru!!. Dan satu lagi yang paling penting, selamat bercocok tanam ya, udah lama kan tuh kacang kagak di airin".Bisik Cinta pelan menggoda Tia.
" Dasar loe ya cin. Udah punya mantu juga masih aja gatel".Balas Tia sambil menggeleng kan kepalanya.
"Gatel sama suami sendiri kagak apa apa keles. Jangan saja gatel sama suami orang. Bahaya".Seru Cinta sambil terkekeh.
__ADS_1
Sedangkan Anton dan Edo hanya diam saja. Mereka tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Istri istri mereka saat ini. Apalagi Anton yang sudah paham watak istrinya. Kalau bukan jadi kompor pasti ia jadi guru area perkasuran untuk sahabatnya itu.