
Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tomy dan Tiara masih saja dalam perjalanan pulang. Karena tadi mereka sempat mampir untuk makan. Jadi, membuat perjalanannya terhambat. Sesekali Tomy melirik kearah samping. Dimana Tiara saat ini malah sudah memejamkan matanya.
Membuat Tomy menggeleng kan kepala."Wajar saja radio rusaknya sudah tak bersuara lagi".Guman Tomy mengulum senyumnya.
Terang saja Tiara berhenti berbicara, karena ia sudah masuk ke alam mimpi. Dengan posisi yang terlihat sangat menggemaskan bagi Tomy.
Setelah hampir empat puluh lima menit dalam perjalanan. Kini Tomy mulai memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah mewah bernuansa klasik. Dengan di dominasi dengan warna putih.
"Selamat malam tuan".Sapa seorang wanita paruh baya yang nampak sedikit membungkukkan tubuhnya. Menyambut kedatangan majikan nya.
Namun, tatapan pelayan itu kini malah tertuju pada sosok perempuan yang ada dalam gendongan Tomy.
" Tolong bukakan pintu kamar utama bik!!! ".
" Baik tuan".Jawab sang pelayan sedikit gugup.
Tomy pun kembali melangkah ke lantai atas. Dimana kamarnya berada , untuk membaringkan tubuh Tiara yang nampak kelelahan karena hampir seharian ini ikut bersamanya.
Dari lantai bawah nampak seorang gadis sedang memperhatikan Tomy. Dengan tatapan berbeda, Namun, ia langsung mencelos saat melihat Tomy membawa seorang gadis masuk kedalam kamarnya.
"Siapa dia??? ".Guman nya sambil terus menatap Tomy sampai hilang dari pandangan nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Senyum Tomy terus terbit ketika ia keluar dari dalam kamar mandi. Dan melihat Tiara masih tetap tidur terlelap di atas ranjang nya. Seolah ia memang tidak ingin bangun lagi.
Tomy berjalan mendekati arah ranjang nya. Sambil membawa handuk kecil untuk mengelap sisa air di rambutnya. Pria itu duduk di bibir ranjang. Sembari menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Cantik Tiara.
__ADS_1
"Dasar gadis ceroboh".Hardik Tomy sambil mengulum senyumnya.
Wajah ayu Tiara membuat Tomy enggan berpaling. Untuk menatap arah lain, Hingga pintu kamarnya di ketuk dari arah luar.
Tok...
Tok...
Tok...
" Permisi tuan, ini ada kiriman barang untuk tuan".Suara seorang wanita dari arah luar memberitahu.
Tomy pun langsung beranjak dari tempat nya duduk dan melangkah kearah pintu.
Ceklek...
"Panggilkan bik tuti, suruh dia ke kamar sekarang juga!!! ".Perintah Tomy dengan nada datarnya.
Membuat gadis itu pun hanya bisa mengangguk patuh. Sambil berusaha untuk sedikit mengintip kearah dalam kamar majikan nya.
" Ada apa??? ".Tomy bertanya dengan tatapan dinginnya.
" Ti... tidak ada apa apa tuan. Kalau begitu saya permisi dulu mau manggil bi tuti".Jawab Gadis itu gugup. Dengan tubuh yang sedikit gemetar karena melihat tatapan Tomy.
Setelah Tomy menutup pintu kamarnya lagi. Gadis itu menggerutu kesal. Sambil melangkah kan kaki nya menuju lantai dasar.
Bahkan sampai di dapur juga, gadis itu masih memasang wajah masamnya. Sambil memanggil bik Tuti. "Bik, di panggil tuan tuh, suruh ke kamarnya sekarang!!! ".Serunya ketus.
__ADS_1
" Kenapa lagi kamu sri??? ".Tanya Bik Tuti sambil mengulum senyumnya. Padahal ia sudah bisa menebak jika sri saat ini pasti sedang iri dengan gadis yang bisa dibawa masuk ke dalam kamar tuan nya.
Karena gadis itu termasuk gadis yang beruntung. Sebab selama ini Tomy tidak pernah membawa seorang pun wanita pulang kerumah. Apalagi di izinkan masuk kedalam kamar utama.
Hanya bik Tuti yang di perbolehkan masuk, untuk beres beres setiap harinya. Selain bik Tuti tidak ada satu orang pun yang berani mendekati kamar utama.
"Dia pasti wanita ****** kan bi??? ".Ucap Sri merendahkan.
" Hussttt... Jangan sembarangan kalau ngomong kamu sri!. Nanti kalau tuan Tomy denger bisa kena masalah kamu. Mending tuh cuci piring daripada ngegosip melulu".Bik Tuti langsung beranjak pergi dari dapur. Dan melangkah menuju kamar tuan nya.
Belum juga bik Tuti sampai di depan pintu kamar. Tomy sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan menatap kedatangan bik Tuti.
"Tolong bibik ganti pakaian nya dengan piyama tidur yang ada di dalam paperbag warna merah!!!. Kalau sudah selesai panggil saya!!!. Saya ada di ruang kerja! ".
" Baik tuan".
"Pelan pelan jangan sampai dia terbangun!!! ".
" Iya tuan".Jawab Bik Tuti paham.
Setelah bik Tuti masuk kedalam kamarnya. Tomy memutuskan langsung pergi menuju ruang kerjanya. Selagi bik Tuti mengganti pakaian untuk Tiara.
Dan entah apa yang di lakukan Tomy di dalam ruangan kerjanya. Tapi ia nampak sedang menelpon seseorang.
Sedangakan di dalam kamar sana. Bik Tuti nampak begitu terpesona akan kulit tubuh Tiara. Yang nampak putih mulus. Nyaris tanpa cela sedikitpun.
"Yaa Allah non, ini kulit tubuh atau kapas ya??. Putih banget ".Lirih Bik Tuti pelan sambil membuka kaos oblong dan jeans yang di pakai oleh Tiara.
__ADS_1
Dan beruntung nya gadis itu malah tak terusik sama sekali akan kegiatan bik Tuti. Membuat bik Tuti mengulum senyumnya dan menggeleng kan kepala nya saja.