Posesif Husband

Posesif Husband
Mulai Berani


__ADS_3

Siang ini baik Candra maupun Tomy akhirnya memilih untuk makan siang di luar. Keduanya saat ini sudah duduk di sebuah restoran langganan mereka. Yang sudah lama tidak mereka kunjungi. Sejak mereka berdua sama sama di sibukkan akan masalah pekerjaan maupun perkara pasangan masing masing.


" Sudah lama sekali kita tidak kesini ". Ujar Candra mengedarkan pandangannya menelisik semua sudut ruangan yang tampak masih sama seperti beberapa bulan yang lalu.


" Benar tuan. Dan apa anda masih ingat di restoran ini lah dulu anda banyak mendapatkan teman kencan sebelum anda tobat setelah bertemu Nyonya Shasa". Tomy mulai menyindir Candra. Dan ia pun langsung mendapatkan tatapan tajam dari bosnya itu.


" Awas saja kalau kau berani buka mulut di depan istriku Tom". Ancam Candra mulai mewanti wanti asisten nya itu.


" Tergantung tuan. Sekarang mana ada yang gratis". Sahut Tomy dengan beraninya.


" Kau mulai ingin memeras saya Tom??". Sentak Candra tak habis pikir.


Tomy malah tersenyum dan mulai sedikit mendekatkan wajahnya untuk berbisik dengan Candra. " Sekarang saya sudah punya istri dan anak tuan. Harga susu dan pempers juga kadang naik. Jadi, butuh dana lebih untuk kebutuhan Tora". Bisik Tomy mulai berani bernegosiasi dengan bosnya.

__ADS_1


" Bilang saja kau minta naikkan gaji!!! ". Sinis Candra yang mulai paham apa maksud makna kata yang di lontarkan oleh Tomy.


" Lebih kurang seperti itu tuan". Jawab Tomy santai.


🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah makan siang bos dan asisten nya itu langsung kembali keperusahaan lagi. Karena mereka juga akan ada janji dengan klain nya di sebuah Cafe yang tak jauh dari perusahaan Candra.


Tomy pun sudah menyiapkan berkas berkas yang akan mereka bawa saat meeting. Dering ponsel Candra membuat pria itu menghentikan langkah nya. Dan merogoh benda pipih yang ada di saku celana panjangnya.


Tomy sudah bisa menebak jika yang menelpon saat ini adalah Shasa istri bosnya. Karena Candra sudah mengucapkan kata sayangnya. Siapa lagi wanita yang di panggil dengan sebutan itu. Kalau bukan Shasa.


" Apa kau masih sibuk bang??? ". Tanya Shasa dari seberang telepon nya.

__ADS_1


" Ini aku baru saja mau meeting di Cafe xx. Tapi, aku janji nanti aku pulang tidak telat".


" Baiklah, kalau begitu semangat bekerja sayang!!. Aku merindukan mu". Seru Shasa dengan kekehan kecilnya. Membuat Candra tersenyum.


" Aku juga, I love you".


" Love you too sayang".


Rupanya sang istri hanya ingin menggodanya saja. Dasar Shasa tidak bisa jauh sedikit saja dari suami cabulnya. Kalau begitu terus bisa bisa ia kembali hamil lagi. Sebelum twins besar dan bisa mandiri.


Bahkan sampai saat ini Shasa tidak memakai ataupun memasang alat kontrasepsi sama sekali. Dan parahnya mereka berdua juga tidak KB mandiri.


" Ayo pergi sekarang!!! ". Ucap Candra setelah selesai bertelponan dengan istrinya. Membuat Tomy hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


" Besok saya dan keluarga saya akan terbang ke Korea. Ingat saat saya pergi nanti kau yang akan menghandle semua pekerjaan saya disini!!! ". Candra kembali mengingatkan asistennya itu. Padahal sejak kemarin Candra sudah bilang dan sudah mengatakan semuanya. Tapi, ini malah kembali di ulangi.


" Siap tuan". Jawab Tomy yang malas untuk memperpanjang cerita. Karena ia juga sudah paham akan tugas dan kewajiban yang harus menjaga amanah atasannya. Sebab, Candra karena Candra juga hidupnya kini jauh lebih baik. Dan jauh lebih terjamin serta di hargai oleh semua orang.


__ADS_2