
Di tempat yang berbeda tepatnya di sebuah rumah mewah yang letaknya sedikit jauh dari jalan raya. Seorang pria tampan dengan tubuh atletis nya. Sedang merapikan penampilan nya. Lengan kekar nya terulur ketika ia ingin mengancingkan kancing kemeja panjang nya.
Rahang tegas dengan tatapan datar. Wajah yang tampan dengan pancaran kharismatik terdalamnya. Membuat siapapun yang melihat pasti dibuat mabuk. Terutama para kaum hawa.
Energi dari dalam tubuhnya. Terpancar jelas, tubuh pria yang nyaris sempurna dengan pahatan otot roti sobek di perutnya.
"Tuan mobil anda sudah siap".Ucap seorang pria sambil membungkuk hormat.
" Hm, "Jawabnya singkat sambil membetulkan letak dasi nya.
" Setelah ini pasti keluarganya akan mencari bodyguard untuk menjaga nya. Dan kau tahu apa yang harus kau lakukan Can???".Ucap Pria itu sambil meraih jam tangan mahalnya.
"Iya tuan, sesuai perintah anda ".Sahut Laki laki itu menunduk patuh.
" Bagus".Pria itu melangkah sambil menepuk bahu anak buahnya. "Lakukan tugasmu dengan baik dan ingat jangan sampai kejadian semalam terulang kembali!!! ".Perintahnya lagi penuh penekanan.
" Baik tuan ".
Pria itu langsung kembali melangkah pergi keluar kamarnya. Di ikuti oleh orang kepercayaan nya. Saat di luar ia sudah disambut hormat oleh para anak buahnya. Yang berjaga di setiap sudut ruangan bangunan megah itu.
__ADS_1
" Apa tuan yakin tidak perlu saya antar tuan??? ".Tanya pria yang menjadi orang kepercayaan nya itu.
" Tidak perlu, urus saja sesuai dengan apa yang ku katakan tadi. Karena mulai malam ini aku akan kembali ke Apartemen lagi".
"Baik tuan".
Setelah mengucapkan itu pria itu langsung pergi. Dengan membawa mobil nya seorang diri. Meninggalkan bangunan megah yang ada di dalam hutan itu. Bahkan jika sekali lewat orang tidak akan tahu, kalau ada bangunan rumah mewah di tengah hutan kebat itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
Shasa yang sudah siap untuk kembali pulang kerumah nya. Dengan di temani oleh Kedua orang tuanya serta Grandma Yuna juga ada disana.
" Sayang kamu itu baru sembuh, lagian kamu juga belum sarapan apa apa. Kenapa makan nya malah seblak? ".Anton langsung menyahut tidak mau jika sampai putrinya kenapa kenapa lagi.
" Seblak juga bisa buat sarapan by. Kenapa harus banyak protes sih. Asalkan cabenya jangan banyak banyak!! ".Cinta membela putrinya. Membuat Shasa langsung tersenyum senang.
" Sudah tidak usah beli!. Nanti biar Grandma yang bikin di rumah ya sayang ".Usul Yuna sambil tersenyum.
" Wah, Oma Korea mau belajar bikin seblak juga nih".Ledek Cinta sambil terkekeh. "Tidak usah Mom, terimakasih".Sambung Cinta sambil bergidik ngeri.
__ADS_1
Membayangkan nya saja Cinta sudah tidak selera. Karena Mommy nya itu sangat tidak bisa di andalkan dalam urusan perdapuran. Bukan tidak bisa memasak. Tapi Yuna sangat jarang sekali masuk area dapur. Bayangkan saja jika masak makanan sehari hari saja kadang rasanya nano nano. Apalagi kalau bikin seblak, bisa bisa rasanya amburadul.
Shasa hanya terkekeh pelan melihat Grandma dan juga Mommy nya yang selalu saja ribut. Padahal kadang hanya masalah kecil. Tapi keduanya tidak ada yang mau mengalah.
"Mom, Di Korea Mommy sama Daddy honeymoon kembali ya??? ".Goda Shasa sambil menunjuk tanda merah kebiruan di leher jenjang Mommy nya dengan dagunya.
" Heh, anak kecil jangan bahas masalah orang dewasa!!!. Tidak baik! ".Tutur Cinta sambil menahan malunya. Karena ketahuan oleh putri bungsunya.
Cinta langsung melotot tajam pada suaminya. Yang masih sempat sempat nya membuat stempel kepemilikan saat sedang di pesawat. Bahkan mereka juga masih sempat perang perkasuran juga sampai tiga ronde malah. Padahal lama perjalanan hanya sekitar tujuh jam saja.
Bayangkan berapa menggila nya pasangan paruh baya itu. Sambil panik mikirin anak masuk rumah sakit. Sambil bergoyang perkasuran juga tentunya.
"Makanya Mommy harus bisa bujuk Daddy!!!. Agar tidak menghukum bang Iko dan bang Ikki Mom! ".Bisik Shasa pelan.
Shasa sengaja berbisik agar Daddy nya yang sedang membereskan barang barangnya tidak mendengar permintaan nya pada sang Mommy.
" Oh tidak bisa sayang. Abang abangmu sudah sangat teledor. Jadi mereka harus menerima konsekuensi nya. Masak jagain adik perempuan satu aja kagak bener".Cinta malah menjawab dengan suara lantang nya. Membuat Shasa menepuk jidad nya pening.
"Dasar Mommy mulut kaleng rombeng".Guman Shasa menyesal telah meminta bantuan sang Mommy. Karena ia tidak akan tega melihat abang nya kena imbasnya . Padahal dia sendiri yang membangkang.
__ADS_1