Posesif Husband

Posesif Husband
Akhirnya


__ADS_3

Niko langsung menagkup kedua pipi Icha. Dan mengecupnya berulang ulang kali saking senangnya. Lalu ia kembali menatap wajah cantik itu dengan senyuman yang tanpa beban sedikitpun.


"Kau yakin sayang??? ".Tanya Niko sekali lagi. Dan Icha pun langsung kembali menganggukkan kepalanya. Karena ia sudah sangat yakin dan tidak akan menolak sedikitpun.


Icha sudah tidak mau ada batasan apapun lagi antara dirinya dan suaminya itu.Karena Icha juga berpikir selama ini ia sudah berdosa karena tidak pernah memikirkan perasaan suaminya. Ia hanya egois dan sudah larut dalam kesedihan sendiri. Tanpa ingin tahu apa yang di inginkan oleh suaminya.


"Jika aku ingin sekarang apa... " Niko sengaja menggantung ucapan nya. Takut jika ia salah bicara, karena jujur Niko juga sedikit gugup setelah istrinya bilang sudah siap. Karena ini juga pengalaman pertama Niko. Selama ini ia hanya dekat satu wanita yaitu Icha yang saat ini sudah menjadi istrinya sendiri.


Meskipun di kampus nya yang dulu Niko ada teman cewek. Tapi Niko hanya bicara dengan mereka ketika di kampus saja. Niko sengaja menjaga jarak dari gadis gadis di luaran sana. Dan teman laki laki saja Niko sedikit pilih pilih. Apalagi untuk teman wanita.


"Lakukanlah bang, aku benar benar siap!!!! ".Jawab Icha dengan sangat yakin. Bahkan Icha pun sambil tersenyum.


Dan terang saja Niko tidak lagi menyia nyiakan kesempatan ini begitu saja. Niko langsung membopong istrinya menuju arah ranjang, Dan Icha pun hanya menurut tanpa berontak sedikitpun. Meskipun detak jantung Icha terus berpacu dengan cepat.


Niko merebahkan tubuh istrinya dengan sangat pelan dan hati hati. Lalu ia pun ikut mengunci tubuh Icha. Membuat Icha gugup setengah mati . Tapi sebisa mungkin Icha berusaha untuk tetap tenang. Karena walau bagaimana pun juga. Niko adalah suaminya. Dan sah sah saja jika mereka melakukan hal lebih.


"Kita bisa menundanya jika kau memang belum siap sayang!!! ".Ucap Niko pelan memberi saran pada istrinya. Karena Niko bisa melihat wajah cemas pada istrinya saat ini.


Niko juga tahu jika Icha selama ini belum tersentuh oleh siapapun. Dialah pria pertama yang menyentuh nya. Dan hanya dia juga pria yang pertama kali berani menciumnya serta mengambil ciuman pertama nya.


Icha menggeleng kan kepalanya. Ia sudah yakin meskipun debaran jantungnya terus berpacu kencang. Bahkan kegugupan sangat jelas ia rasakan saat ini.


"Lakukanlah saja bang, aku tidak akan menghindari nya lagi".Ucap Icha yakin.

__ADS_1


Melihat keyakinan istrinya Niko pun langsung menyerah dengan pagutan bibir sensualnya. Membuat Icha terperanjat kaget untuk beberapa saat.


" Kenapa???. Bukankah tadi kau yang memberiku lampu hijau, hm? ".Goda Niko dengan seringai mesumnya.


Icha menundukkan kepalanya karena malu. Ia juga tidak menyangka jika suaminya akan memberikan serangan tiba tiba pada bibirnya. Membuatnya membantu, karena bingung harus berekspresi seperti apa.


" Mau lanjutkan atau ...


"Lanjutkan!!!! ".Sahut Icha cepat. Tentu nya Niko langsung tersenyum . Dan kembali memberi serangan pada benda kenyal merah delima itu. Yang awalnya hanya ciuman biasa, lama kelamaan malah semakin dalam dan semakin panas untuk menuntut lebih. Apalagi disaat perlahan Icha mulai ikut membalas walaupun sedikit kaku.


Dan entah sejak kapan Niko sudah melucuti semua benang yang menempel pada istrinya. Hingga menampilkan benda yang belum pernah Niko lihat sebelum nya. Membuat Niko susah menelan salivanya sendiri.


Icha dengan malu menutupi bukit sintal miliknya menggunakan tangannya. Sejenak Niko terdiam sambil melirik wajah istrinya. Lalu tanpa di duga Niko langsung menyingkirkan tangan Icha dari benda kembar itu.


Icha langsung menggigit bibir bawahnya dan menutup mulutnya rapat rapat. Saat tanpa sadar ia mengeluarkan suara aneh. Tapi membuat Niko semakin terbakar api gairahnya.


Niko kembali melahap bukit sintal istrinya sambil meremas nya pelan. Lalu Niko juga kembali memagut bibir Icha dengan sangat rakus. Sebab Niko sudah sangat di penuhi api gairah yang membuncah.


Sambil menyesap benda kenyal merah delima dan tangannya yang lain asyik mengerayangi bukit sintal. Sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk membuka resleting celana panjang nya.


Dengan gerakan cepat Niko sudah membuang penutup senjata tumpul , yang sudah berubah menjadi senjata mematikan dan siap untuk pertempuran panas selanjutnya.


Icha sempat kaget ketika benda di bawah sana mulai menyentuh miliknya. Apalagi Niko dengan sengaja menggesek gesek kan nya. Membuat pintu goa itu mulai terasa lembab. Niko menatap wajah polos istrinya yang kini mulai ikut terbakar gairah karena ulahnya.

__ADS_1


"Kau bisa menggigit bahuku jika terasa sakit ssyang!!! ".Lirih Niko dengan suara beratnya. Dan Icha pun hanya mengangguk kan kepalanya patuh.


Dengan gerakan pelan Niko mulai mengarahkan pedang tumpul nan keras itu menuju mulut Goa lembab. Membuat Icha mulai meringis dan mulai mencengkram bahu suaminya.


" Tatap aku sayang!!! ".Bisik Niko dengan suara parau nya. Dan lagi lagi Icha pun menurut.


Sambil menekan kembali benda itu. Memasuki tubuh istrinya Niko pun kembali membungkam mulut istrinya dengan ciuman nya. Agar Icha tidak menjerit ketika benda itu mulai menerobos pertahanan nya.


" Emppppp.... ".


" Sakit sayang??? ".Tanya Niko menatap wajah istrinya.


Sungguh diluar prediksi Icha malah menggeleng kan kepalanya. Membuat Niko melirik sekilas kearah bawah sana dan mulai mencabut perlahan benda yang sudah terbenam di dalam. Niko bisa melihat bercak darah segar pada pusaka intinya.


Lalu dengan pelan kembali Niko membenamkannya lagi. "Akhhh.... ".


Suara lenguhan Icha kembali terdengar ketika pusaka itu mulai menancap di dalam sana. Rasanya sedikit perih sesak dan sakit. Tapi ada juga rasa yang tidak pernah Icha rasakan sebelum nya.


Apalagi ketika Niko mulai menggerakkan tubuhnya. Membuat Icha terus mendesah. Yang bahkan Icha sampai malu sendiri. Akan suara yang ia keluarkan itu.


Niko juga tak hanya fokus pada permainan panas nya itu. Ia bahkan kini sudah menggigit kecil leher jenjang istrinya dan terus memainkan bukit sintal itu.


Dan akhirnya pada malam ini adalah malam awal dimana rumah tangganya dimulai. Malam yang tak pernah bisa Icha dan Niko lupakan begitu saja. Bahkan Niko samgat beruntung karena ia adalah pria pertama yang mengambil dan merasakan kesucian istrinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2