Posesif Husband

Posesif Husband
Obrolan Dua Pria Dingin


__ADS_3

Di sebuah ruangan nampak dua orang pria yang sama sama tampan. Dan berbeda usia nampak saling tatap satu sama lainnya. Sejenak suasana ruangan menjadi sepi dan hanya ada hawa dingin menyelimuti keduanya. Seakan mereka saat ini sedang berperang batin dalam diam.


"Hais... Bahkan gue mau marah saja tidak bisa".Upat Niko kesal.


Candra pun hanya terlihat santai sambil melempar senyumnya. " Lagian apa yang membuat loe marah ke gue. Aku belum menyentuh adikmu pada hal yang lebih penting ".Ucap Candra sambil mengulum senyumnya.


"Loe pikir gue tidak tahu. Apa yang sudah kalian lakukan di villa dan di... " Niko tak melanjutkan kata katanya. Karena menurutnya ini sedikit absur. "Haiss... Loe benar benar maniak papan atas men".Sambung Niko sambil melempar bantal sofa pada Candra.


" Gue itu pria normal , Mana ada pria normal seperti gue tidak tergoda dengan gadis seseksi Shasa".Lagi lagi Candra menjawab dengan nada bicara yang santai tapi juga jujur.


Niko menatap jengah pada pria dewasa yang kini ada hadapan nya saat ini. Sejujurnya Niko tahu bagaimana gilanya Candra sebelum ia mengenal adiknya. Tapi, hal itu pun tak membuat Niko berpikir jika Candra akan buruk selamanya. Karena Niko tahu apa yang dilakukan Candra itu masih hal yang normal.


Meskipun tahap kenormalan Candra melebihi kapasitas pria pada umumnya. Namun dibalik itu semua Niko yakin dan percaya jika Candra pasti bisa berubah. Hal itu terbukti setelah Shasa membalas untuk menerima perjodohan nya tersebut.


"Aku akan membunuhmu jika kau berani mengecewakan adik gue!!! ".Niko berucap tegas pada calon adik iparnya itu.


" Sebelum kau membunuhku. Maka, aku lebih dulu membunuh adikmu dengan kenikmatan di atas ranjang ".Seloroh Candra dengan sedikit meledek Niko.


" Dasar keparat bangsat. Maniak gila".Balas Niko ketus. Tapi yang di ledek malah terkekeh geli.

__ADS_1


"Come on Niko. Berpikirlah realistis!!!. Aku akan membuatkan keponakan yang banyak untukmu. Maka jangan banyak protes!!!".


Candra benar benar sudah berani konyol di depan Niko saat ini. Kedua pria yang biasanya terlihat dingin dan datar itu. Sore ini malah terlihat tak seperti biasanya. Baik Candra maupun Niko saling cibir dan saling menunjukkan sikap konyolnya.


"Aku akan memotong alatmu itu, jika berani membuat adikku sedih nantinya".Ancam Niko lagi.


" Hahaha, maka jika itu terjadi, kau harus meminta izin terlebih dahulu pada Shasa!!!. Sebab, tidak mungkin ia mengizinkan abangnya memotong benda yang akan membuat nya mendesah nikmat".


Niko hanya menggeleng kan kepalanya saja. Akan sikap Candra sore ini. Sepertinya Candra memang sudah tidak sabaran lagi untuk menikmati malam pertama nya. Sikap pria dewasa itu benar benar menunjukkan keinginan nya yang terus tertunda.


🌿🌿🌿🌿🌿


Di lain sisi, Shasa juga belum mau acaranya dibuat mewah. Bukan tanpa alasan ia begitu. Tapi Shasa menghindari penilaian orang orang. Terutama teman sekolahnya. Padahal ijazah saja belum diterima. Tapi sudah ijab Sah yang di dapat. Dengan gelar baru yaitu Nyonya Candra Brama Wijaya.


Pernikahan sederhana yang di gelar di kediaman Erlangga. Hari ini juga masih terlihat mewah dan berkelas. Dengan mengangkut tema outdoor.


"Duh duh duh... Yang mau nikah. Mukanya seger bener".Ledek si kembar L yang kini baru masuk kedalam kamar Shasa yang sedang di rias oleh MUA artis terkenal.


" Iya dong, masa mau nikah dan malam nya *** ***. Mukanya kusut. Apa kata dunia??? ".Jawab Shasa sembari terkekeh. Membuat MUA wanita itu pun ikut tertawa.

__ADS_1


" Dasar mesum loe Sha. Mentang mentang udah di DP duluan".Ledek Lulu dengan guyonan nya.


"Kreditan kali pake acara DP segala. Loe pikir calon suami gue miskin apa ? . Gak level main kredit".Sahut Shasa dengan sombongnya.


Mereka pun terkekeh bersama. Karena betul apa yang dikatakan Shasa. Jika Candra tak sesusah itu. Bahkan hartanya mungkin setara dengan kekayaan kedua orang tuanya. Karena Shasa pun sudah melihat sendiri. Bagaimana mewahnya mension Candra.


"Wah, putri Mommy cantik sekali".Puji Cinta saat ia baru saja masuk dan menghampiri putrinya. Di sana juga ada Kinan dan juga Raya.


" Anak siapa dulu dong??? ".Shasa menatap Mommy nya dari pantulan cermin. Karena ia masih di rias.


Cinta pun nampak berkaca kaca. Karena ia seakan baru kemarin melahirkan putrinya. Tapi hari ini, putrinya akan resmi dinikahi oleh pria yang telah mereka pilihkan.


" Mommy kok nangis??? ".Shasa langsung berbalik badan dan mengambil tisu. Menghapus lelehan bening di ujung mata Mommy nya.


" Mommy kamu itu menangis bahagia sayang".Sahut Kinan yang kini juga ikut memeluk Cinta dan Shasa.


Itulah yang dirasakan seorang ibu. Ketika akan melepaskan putri nya. Dan menyerahkan nya pada pria yang kelak akan selalu menjaga dan melindungi nya. Serta pria yang akan menafkahi dan juga membahagiakan putrinya.


Menjalani Bahtera rumah tangga yang harmonis , berharap selalu diselimuti kebahagiaan. Langgeng sampai kakek nenek. Dan sampai mau memisahkan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2