
Shasa langsung menatap tak percaya jika saat ini suaminya membawanya pergi liburan. Kesebuah pulau yang sangat indah dan juga menjadi tujuan nya beberapa minggu yang lalu.
"Sayang kita ada di...
" Iya sayang, kita sudah berada di Maladewa. Bukankah ini tempat wisata yang menjadi rencana liburan kamu?. Hm? ".Potong Candra dengan senyum di bibir nya.
Maladewa adalah negara dengan banyak pulau. Kegiatan ekonominya sangat terpusat pada pariwisata. Ini memang menjadi destinasi wisata yang menarik. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di pulau ini. Beberapa kegiatan yang paling banyak digemari di pulau ini adalah scuba diving dan juga snorkeling, termasuk olahraga darat dan olahraga air.
Scuba diving biasanya dilakukan setiap hari. Kemudian bersantai menikmati hari dan juga menikmati malam di bar. Olahraga air yang sangat populer di Maladewa mulai dari jet ski, selancar angin, ski air, dan masih banyak lagi. Wisata adalah nilai paling utama di Pulau Maladewa seperti wisata alam, wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata lainnya.
Perjalanan dari Jakarta menuju Maladewa biasanya memakan waktu lebih kurang tujuh jam. Tapi berhubung Candra memakai jet pribadinya sendiri. Perjalanan kali ini bisa di tempuh hanya dengan waktu sekitar lima jam saja.
Seorang mafia seperti Candra lebih tahu jalur khusus yang lebih cepat sampai ketujuan. Dibandingkan dengan memakai jalur atau rute khusus pada umumnya.
"Sayang... I love you".Seru Shasa sambil berhamburan memeluk erat tubuh suaminya.
Shasa begitu bahagia nya. Karena suaminya itu sangat paham apa yang ia mau. Berkali kali Shasa mengecup bibir suaminya di depan para anggota dan asisten pribadi suaminya. Tanpa rasa malu sedikitpun.
__ADS_1
" Love you more baby ".Balas Candra setelah Shasa melepaskan pagutan bibirnya.
Shasa begitu antusias dan berbinar karena keinginan nya selalu dituruti oleh suaminya itu. Dan ketika Candra menarik tangannya untuk melangkah kearah resort yang sudah disiapkan oleh Asisten Tomy.
" Wah... Indah sekali".Seru Shasa sambil tersenyum mengedarkan pandangannya menelisik seluruh ruangan Resort mewah itu.
Shasa pun membuka pintu kamar yang akan menjadi tempat mereka istirahat selama berada di sana. Jendela kaca yang terhubung langsung dengan indahnya pantai yang masih nampak bersih dan terawat. Membuat Shasa betah berdiri di depan jendela kamar itu.
Ia juga membuka jendela memandang deburan ombak halus pantai indah itu. Dengan mata yang terpejam. Menikmati udara segar yang mulai berhembus menerpa seluruh tubuhnya.
Tangan kekar yang tiba tiba memeluk tubuhnya dari arah belakang. Membuat Shasa lebih terasa nyaman.
" Itu karena pelukan mu bang".Jawab Shasa sembari ikut menaikan tangannya menyentuh lengan kekar suaminya.
"Kita disini akan bekerja keras sayang. Apa kau sudah siap?? ".
" Bukankah aku selalu siap setiap harinya".Shasa menjawab dengan jujur yang langsung disambut gelak tawa oleh suaminya.
__ADS_1
Shasa juga sedikit heran, kenapa sepertinya mereka bisa dikatakan sedikit sulit untuk mendapatkan keturunan. Padahal mereka berdua sudah bekerja keras setiap harinya.
Tapi Shasa juga selalu berpikir positif. Karena usia pernikahan nya juga masih baru. Mungkin dengan terus usaha. Maka apa yang mereka harapkan akan tercapai. Karena semuanya juga adalah rezeki dari Allah SWT.
Apapun hasil akhirnya , setidaknya sudah berusaha di jalan yang benar. Dan terus berdoa meminta pada yang memiliki kehidupan ini.
"Aku lapar sayang".Lirih Shasa yang memang sejak tadi perutnya sudah sangat perih. Bahkan cacing cacing di perutnya pun sudah pada demo sekarang.
" Siap Nyonya Candra. Apa yang tidak untukmu sayang".Sahut Candra sambil tersenyum dan masih sempat menggigit kecil telinga istrinya.
Shasa pun hanya menggeliat karena ulah suaminya. Mereka memang sudah saling jujur akan perasaan masing masing. Yang langsung mengalir bagaikan air yang mengalir.
Rasa cinta keduanya sama sama mendapatkan respon. Saling sambut seiring berjalannya waktu. Kini juga keduanya sudah seperti amplop dan perangko saja. Yang sama sama tidak mau untuk dipisahkan.
Dimana ada Candra disitu ada Shasa. Candra juga tidak pernah menanyakan kenapa istrinya belum juga ada tanda tanda kehidupan di dalam rahimnya. Karena Candra juga masih ingin menikmati waktu berduanya dengan sang istri.
Pria dewasa satu ini memang beda dari yang lain. Dulu ia memang seorang player kelas kakap. Yang hanya menikmati jasa wanita untuk sekedar membantunya mengganti olinya saja. Tapi ketika bertemu dengan Shasa, Candra bagai kan harimau kelaparan. Yang siap menerkam kapan pun. Tanpa mengenal waktu dan situasi.
__ADS_1
Ngegas sajalah yang penting bisa sama sama nikmat. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sikap Candra pada istrinya.
TBC