
Shasa pun langsung nampak terlihat Lesu. Karena ia merasa gagal untuk menemui pria yang sudah mengambil ciuman pertamanya serta pria pertama yang sudah menyentuh miliknya. Padahal Shasa datang berniat untuk meminta pertanggungjawaban pria tersebut. Dan ia juga berniat tidak akan pernah melepaskan nya begitu saja.
"Sebaiknya kita pulang saja dulu nona!!! ".Saran Andi sang bodyguard yang mengulum senyumnya karena ia sedikit lega jika Shasa tidak boleh masuk begitu saja.
Dengan langkah gontai nya Shasa pun menurut. Ia berjalan lebih dulu sambil mengerucutkan bibirnya. Hal itu justru membuat sang bodyguard langsung mengacungkan jempolnya pada resepsionis nya itu. Sebagai tanda terimakasih karena sudah mau bekerja sama dengannya.
Namun, ketika Shasa sudah ingin keluar gedung bertingkat itu. Di depan pintu masuk ada seorang gadis yang usianya mungkin sangat jauh berada di atas Shasa. Gadis itu terus memperhatikan Shasa yang saat ini tak melihat sekitar nya.
Sedangkan bodyguard Andi langsung bisa mengenali siapa perempuan yang tadi sempat singkiran dengan Shasa nona mudanya. Tapi, Andi pun nampak tenang seakan tidak mengenali siapaun juga disana.
Namun, Andi yakin jika gadis itu pasti sedang mencari keberadaan atasanya. Padahal ia sudah tahu jika gadis itu telah di campakkan oleh atasanya. Dan hanya sebagai pemuas nafsunya saja.
Sambil melangkah Shasa pun terus berpikir, tiba tiba juga ia mengingat nama seseorang. Lalu dengan berbalik badan Shasa pun kini kembali masuk kedalam gedung berkelas itu.
"Nona muda, anda mau kemana lagi??? ".Tanya bodyguard Andi sedikit berteriak. Tapi Shasa malah tak menggubris nya.
__ADS_1
Shasa pun kini sudah kembali berhadapan dengan resepsionis apartemen itu. Dengan deru nafasnya yang turun naik karena ia tadi berlari.
Namun, belum juga Shasa membuka suaranya. Perempuan yang tadi sempat bersinngkiran jalan dengannya di depan pintu masuk. Malah sudah lebih dulu bertanya.
"Mba, apa Miki nya ada di tempat??? ".Tanya perempuan itu membuat Shasa langsung melotot sempurna.
" Maaf mba, tuan miki sedang tidak ada di tempat ".Jawab sangat resepsionis sedikit sinis.
" Berikan kunci apartemen nya padaku!!! ".Perintah perempuan itu dengan gaya songongnya. Membuat Shasa lagi lagi tak habis pikir akan sikap perempuan dewasa yang ada di hadapan nya saat ini.
Jelas saja Shasa tidak terima jika pria yang sudah melihat hampir seluruh tubuhnya. Malah berhubungan dengan wanita lain juga. Shasa tidak akan menyerah begitu saja. Apalagi ia melihat gaya dan cara berpakaian perempuan itu.
" Loe juga kagak ada hubungannya dengan urusan gue. Jadi, jangan ikut campur! ".Jawab perempuan itu sambil menyunggingkan senyum mengejeknya.
" Jelas ini akan jadi urusanku juga. Karena kamu tidak tahu siapa saya sebenarnya ".Sahut Shasa menimpali dan juga tidak mau kalah begitu saja dengan gaya bicaranya yang sangat sinis.
__ADS_1
Perempuan itu pun kembali tersenyum miring. Ia terlihat meremehkan Shasa. Meskipun di dalam hatinya. Ia sangat iri melihat penampilan Shasa saat ini. Tak hanya berwajah cantik, kulit bening putih mulus yang sangat terawat. Apalagi semua barang yang ia kenakan juga barang barang branded yang original.
Dan semuanya hampir barang barang limitid edition semua. Dari tas, jam tangan, Kemeja serta sepatu nya. "Memangnya apa hubungannya dengan loe??? ".Perempuan itu bertanya setelah beberapa saat telah memperhatikan penampilan Shasa.
Shasa malah terlihat menarik sudut bibirnya. Lalu ia pun menjawab dengan santainya. " Jelas adalah, karena pria yang kamu cari itu adalah tunangan saya. Dan kami akan segera menikah secepatnya ".Jawab Shasa dengan serius dan sangat yakin.
Terang saja membuat bodyguard nya serta resepsionis itu langsung terkejut. Bahkan sampai mendelik sempurna. Mendengar semua kata kata yang keluar dari bibir mungil nan tipis itu.
Itu juga terjadi pada perempuan yang tadi terlihat sinis pada Shasa. " Jangan bercanda gadis bau kencur! ".Ucap perempuan itu tetap saja sinis. Ia berusaha menepis semuanya Karena sampai detik ini perempuan itu masih tidak rela setelah ia menyerahkan semuanya pada pria yang ia anggap sebagai seorang pangeran.
" Siapa juga yang bercanda. Kamu tidak lihat ini cincin apa?. Hah?? ".Seru Shasa sambil memperlihatkan sebuah cincin bermata berlian asli dan hanya dibuat khusus oleh perancang terkenal. " Ini adalah cincin yang Miki sematkan di jariku ketika kami bertunangan semalam".Sambung Shasa mulai mendrama queen.
Bodyguard Andi pun sampai menahan tawanya yang serasa akan pecah detik itulah. Apalagi saat ia melihat Shasa terlihat sangat yakin dan juga tegas dalam ucapan nya. Tidak ada sedikitpun keraguan yang ia tunjukkan.
**TBC
__ADS_1
HARAP MAKLUM KALAU BELUM BISA GRAZY UP YA GENGSπππ**