
Perjalanan hidup tidak ada yang tahu, adakalanya kita berada pada titik lelah karena masalah hidup yang tak kunjung usai. Kadang juga ada rasa ingin menyerah karena tak sanggup lagi untuk bertahan. Tapi percayalah ketika kita tetap optimis menjalani nya dan yakin jika suatu hari nanti ada suatu kebahagiaan yang menanti kita.
Banyak yang bilang masa lalu itu adalah pelajaran hidup yang berharga. Sebab, dari masa lalu yang buruk kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Tapi jika itu semua di jadikan acuan untuk berpikir positif. Namun ketika orang malah berpikir negatif maka kedepannya pun bisa menjadi lebih buruk. Jadi pada intinya buanglah pikiran pikiran negatif dalam diri kita. Jadikan masa lalu burukmu sebagai motivasi untuk kedepannya.
Jangan pernah mau untuk kembali pada hal yang membuat hidup kita buruk dan tidak dihargai. Dan jangan hanya menilai orang dari casingnya saja. Banyak orang yang berkata manis di depan kita jika ada maunya saja. Tapi ketika sudah mendapatkan apa yang ia inginkan maka kita langsung dibuang seperti sampah yang tidak ada gunanya lagi.
Mungkin itulah yang terjadi pada Tia dulu. Ia sangat salah menilai orang. Hingga ia menghancurkan masa depannya sendiri. Tapi dari sana Tia belajar untuk berbenah diri. Hingga sampai sekarang ia tidak mempercayai satu pria pun. Dan memilih untuk jadi ibu tunggal untuk Daren putranya.
"Daren kita ke supermarket sebentar ya!. Mommy mau beli ramuan dapur!! ".
" Siap Mom".Daren menjawab dengan senyum yang merekah di bibirnya.
__ADS_1
Tia hanya ikut tersenyum. Ia lega dan juga bahagia jika ia bisa mendidik putranya menjadi anak yang baik. Dan tidak salah pergaulan seperti dirinya dulu. Meskipun tinggal di Negara yang terkenal dengan kebebasan nya tak membuat Daren ikut terjerumus ke hal hal buruk.
Daren tumbuh besar dengan asuhan ibu tunggal yang menjadi Mommy sekaligus Daddy bagi Daren. Tapi Tia juga tidak sejahat itu untuk tidak mengakui jika Daren juga anak dari mantan kekasih nya dulu. Terlihat dari nama Daren yang ikut di sematkan nama Daddy nya. Meskipun Tia tidak akan pernah mencari tahu kembali dimana pria itu sekarang berada.
Bagi Tia sudah cukup ia mengemis pertanggungjawaban pria itu. Karena dulu sempat ia bertemu sekali setelah ia dinyatakan hamil. Tapi apa yang ia dapatkan hanya hinaan dan cacian buruk yang di lontarkan oleh keluarga besar pria itu. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi untuk Tia adalah pria yang sudah merenggut masa depannya pun tidak mengakui janin nya.
Dan sejak saat itulah Tia memutuskan untuk merawat anak yang ia kandung sendirian. Ia sudah membulat kan tekadnya. Jika apapun yang terjadi kedepannya ia tidak akan pernah mengusik hidup pria itu dan tidak akan pernah memberikan anak nya pada siapapun.
"Apa sayang??? ".
" Kita sudah sampai Mom. Mommy melamun ya??? ".Tanya Daren penuh selidik. Karena ia sangat tidak bisa melihat mommy nya bersedih apalagi sampai menitik kan air matanya. " Apa yang sedang Mommy pikirkan???. Apa ada masalah dengan pekerjaan Mom??? ".Selidik Daren
__ADS_1
" No sayang... Mommy hanya ngantuk saja. Soalnya Mommy kan baru pulang".Tia tersenyum manis pada putranya. Karena ia tidak mau jika putranya juga ikut kepikiran tentang kehidupan nya dimasa lalu. Sedangkan Tia hanya menceritakan jika ia dan Daddy Daren sudah berpisah karena tidak cocok lagi.
Tia tidak tega menceritakan yang sebenarnya pada Daren kalau Daren adalah anak di luar nikahnya. Dan tidak pernah di akui oleh Daddy nya sendiri.
"Kalau Mommy capek, biar Daren saja yang turun!. Mommy tunggu di mobil saja!!! ".Ucap Daren memberi usul. Ia juga tidak tega melihat Mommy nya kerja keras setiap hari hanya untuk membuat hidupnya nyaman dan tidak kekurangan apapun lagi.
" Daren sayang. Mommy masih kuat kalo untuk sekedar belanja saja. Kan ada kamu yang bawakan belanjaan Mommy nanti di dalam. Karena Mommy hanya mengambil dan membayarnya saja".Seru Tia sambil terkekeh.
"Oke Mom, beres... Daren akan selalu ada di samping Mommy".Jawabnya sambil memberi hormat pada Mommy nya.
Keduanya langsung turun dari mobilnya. Dan melangkah bersama menuju Supermarket tersebut. Jika dilihat dari arah belakang, Daren dan Tia seperti sepasang kekasih. Karena berjalan bergandengan tangan. Dan jika dilihat dari depan mereka terlihat seperti kakak dan adik. Sebab wajah Tia juga masih sama seperti dulu. Masih cantik dan nampak masih muda. Tidak seperti anak dan Mommy nya.
__ADS_1