Posesif Husband

Posesif Husband
Papa Niko


__ADS_3

Jika Shasa sedang melancarkan ide gilanya. Untuk menggoda sang suami nan jauh di Negara orang. Hingga membuat Candra harus menuntaskan hasratnya hanya dengan mengandalkan sabun mandinya.


Di kediaman Niko saat ini Icha nampak sedang memandikan baby Sean. Ia sudah terbiasa mengurus putranya setiap hari. Icha bukannya tidak punya baby sitter untuk sang putra. Tapi, Icha ingin ia lebih banyak waktu untuk Sean. Dan mengandalkan baby sister jika ia ada urusan mendesak Dan jadwal praktek saja.


Wanita satu anak itu sekarang sudah mulai mengabdikan dirinya pada masyarakat yang membutuhkan pertolongan nya. Bisa dibilang Icha termasuk dokter muda. Tapi keahlian nya tak usah di ragukan lagi.


Kembali pada Sean baby berusia hampir genap empat bulan itu. Saat ini sedang asyik bermain air sambil mengoceh ala bayi seumuran nya. Hingga baju Icha pun ikut basah akan ulah putranya tersebut.


"Sean sayang... Mama ikutan mandi juga dong kalah gini caranya".Icha mencubit gemas dagu putranya yang sangat tampan itu.


Membuat baby Sean ikut melengeh memperlihatkan gigi susunya. Sambil sesekali menjulurkan lidahnya. Baby Sean memang sangat aktif , pertumbuhan baby itu sangat pesat.


Niko yang baru saja pulang dan langsung masuk kedalam kamar. Dan mendengar suara istri dan putranya di dalam kamar mandi. Yang memang tidak tertutup itu.


Senyum pria itu mengembang sempurna. Kala ia melihat interaksi dua makhluk yang begitu berarti dalam hidupnya. Penyemangat nya saat ia sedang kalut karena urusan pekerjaan. Tapi begitu ingat senyum istri dan putranya. Lelahnya pun langsung sirna.


Niko juga tak pernah bermimpi jika di usianya yang masih terbilang cukup muda. Ia sudah menjadi seorang Ceo sekaligus seorang Ayah. Sedangkan kuliahnya saja baru selesai beberapa bulan yang lalu. Sekarang Niko telah melanjutkan study nya kembali. Untuk mengambil gelar pascasarjana nya.


Namun sesibuk apapun Niko. Ia selalu bisa menyempatkan waktu untuk bersama dengan keluarga nya. Sedangkan Icha saat ini memang sengaja mengurangi jadwal nya di luar. Ia hanya mengambil beberapa jadwal dinasnya. Karena masih ingin fokus mengurus Sean.


Lagian rumah sakit tempatnya bekerja juga rumah sakit milik keluarga suaminya. Jadi, semua itu mudah di atur oleh suaminya. Karena Niko juga tidak mau melihat istrinya kecapekan. Mengurus anak dan pekerjaan nya.

__ADS_1


"Oh anak papa lagi mandi nih".Seru Niko sembari menghampiri anak dan istrinya. Mendekati bathtub tempat mandi putranya.


" Abang udah pulang. Maaf ya bang Icha gak tau soalnya lagi mandiin Sean".Ucap Icha merasa mengabaikan suaminya.


"Udah gak papa sayang. Lagian Sean juga lagi asyik berenang nih kayak nya".Niko ikut menyirami tubuh putranya dengan air yang ada di dalam bathub.


Lagi lagi Sean ikut memukulkan tangan dan kakinya membuat air nya terus ikutan muncrat keluar dan membasahi kemeja putih Papanya.


" Sayang, baju Papa kan jadi ikutan basah".Tegur Icha sambil menatap putranya. Tapi Sean malah terkekeh.


Niko juga terlihat gemas akan keaktifan putranya tersebut. Lalu Icha pun menyudahi acara mandinya Sean. Tapi Sean langsung merengek saat tubuhnya di angkat dari bathub oleh Icha


Seperti orang yang sudah paham saat ditegur Papanya. Baby Sean pun langsung diam dan berhenti menangis.


" Uuhh... Anak pintar".Puji Niko sembari mengusap pucuk kepala putranya.


"Abang mau langsung mandi??. Biar Aku siapain dulu airnya".Ucap Icha sebelum ia keluar.


" Abang bisa lakukan sendiri sayang. Kamu urus saja putra kita!! ".Jawab Niko sambil tersenyum. Icha pun langsung menganggukan kepalanya.


Setelah Icha keluar dari kamar mandi. Membawa putranya, Niko pun langsung membuka kemejanya dan menanggalkan semua benang yang melekat pada tubuhnya. Melemparnya pada keranjang baju kotor.

__ADS_1


"Sayang... Kalau sudah urus Sean. Kau boleh menyusulku untuk mandi juga!!! ".Teriak Niko dari dalam kamar mandi yang pintunya sengaja tidak Niko tutup.


" Sean juga harus minum Asi bang" . Jawab Icha dengan sedikit berteriak.


"Papanya juga membutuhkan itu sayang".Niko malah kembali menggoda istrinya dengan kata kata absurd nya.


Icha hanya menggeleng kan kepalanya saja. Sedangkan Niko mengulum senyumnya sambil membasahi seluruh tubuhnya. Dengan semburan air shower.


Setelah hampir dua puluh menit berada di dalam kamar mandi. Namun, istrinya tak kunjung menyusul nya. Niko keluar dengan keadaan yang sudah nampak jauh lebih segar.


"Son, kau ini tidak mau gantian dengan Papa ya. Papa juga mau begitu dengan Mama".Ucap Niko ketika melihat putranya yang masih saja mengenyot makanan nya.


" Abang... ".Icha menatap suaminya sembari menggeleng kan kepalanya.


" Tapi aku ingin sayang".Jawab Niko sembari menghampiri keduanya kearah ranjang. Ia juga masih memakai handuk yang dililitkan sebatas pinggangnya saja.


"Bagaimana kalau kami bersebelahan. Sean kan kanan. Papa yang kiri ya".Tawar Niko sambil mengulum senyum nya.


Pug...


Icha pun langsung memukul gemas lengan tangan suaminya. Membuat Niko semakin terkekeh saja. Karena melihat wajah kesal sambil menahan malu akan ulah suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2