Posesif Husband

Posesif Husband
Tanpa Di Duga


__ADS_3

Shasa dan Candra pun langsung pergi kerumah sakit Saat mendapatkan kabar dari Tomy jika Ayahnya Tiara sedang kritis. Tanpa banyak berpikir lagi. Shasa langsung mengajak suaminya pergi.


Bahkan Candra harus membatalkan meeting nya. Karena istrinya terlihat tidak sabaran sama sekali. Candra pun mau tidak mau hanya menuruti permintaan istrinya. Jika tidak, sudah bisa di pastikan Shasa pasti akan merajuk kembali.


Dan disini lah saat ini pasangan suami istri itu berada. Di dalam sebuah ruangan tempat dimana Ayahnya Tiara di rawat. Bahkan selang infus dan alat medis masih menempel pada tubuh pria paruh baya yang terlihat sangat lemah itu.


Bahkan Tiara tak berhenti menangis sejak tadi. Dan tak mau jauh dari samping Ayahnya. Wajah dan mata Tiara bahkan sudah nampak sembab. Karena sejak tadi ia selalu menangis.


Shasa menatap heran karena saat ini bukan hanya mereka berlima yang ada di dalam ruangan itu. Melainkan ada orang lain lagi. Pria paruh baya yang memakai peci hitam.


Candra menggenggam jemari istrinya. Sambil menganggukkan kepalanya pelan. Meskipun banyak pertanyaan yang kini memenuhi kepala Shasa. Tapi Bumil itu hanya bisa diam dengan raut wajahnya yang bingung.


"Bagaimana pak, Apa bisa kita mulai sekarang pernikahan nya??? ".Tanya sang Pria paruh baya yang memakai peci itu.


Shasa langsung menatap wajah suaminya. Tapi Candra kembali menganggukkan kepalanya. Seolah ia sudah tahu situasi apa yang sedang terjadi.


" Silahkan pak dimulai saja!!! ".Jawab Tomy dengan pasti.

__ADS_1


Membuat Tiara langsung menatap wajah Tomy. Dan menggeleng kan kepalanya pelan. Tomy menyentuh bahu Tiara sambil tersenyum. Lalu hal tak terduga pun di lihat oleh Shasa. Saat suaminya mengeluarkan kotak kecil bewarna merah dari dalam saku jasnya.


Lalu Candra memberikan kotak itu pada Tomy. Dan alangkah terkejutnya Shasa. Maupun Tiara, saat melihat isi kotak itu adalah sepasang cincin yang sangat elegan dan mewah.


Dapat Shasa tebak harga cincin itu pastilah tidak main main. Karena di atas salah satu cincin adalah berlian murni. Shasa bisa melihat mana barang ori dan barang kw. Karena sejatinya dia adalah pecinta barang barang ori brands terkenal sejak dulu.


"Pak, perkenalkan ini Bos saya, dan ini istrinya".Tomy mulai memperkenalkan Candra dan Shasa. " Dia adalah atasan saya jika di perusahaan tapi Tuan Candra juga adalah keluarga saya . Dan Tuan Candra akan menjadi saksi sekaligus perwakilan dari keluarga saya untuk menyaksikan pernikahan saya dengan Tiara putri Bapak hari ini".


Ucapan Tomy barusan benar benar membuat bumil itu sangat terkejut. Shasa tak bisa berkomentar apapun lagi. Ia hanya bisa mengatup mulutnya rapat rapat. Agar ia tidak berteriak saat terkejut seperti sekarang ini.


Di liriknya Tiara sahabatnya yang saat ini nampak semakin terisak. Sedangkan pria paruh baya itu nampak mengulas senyumnya. Ketika menatap kearah Candra dan dirinya.


Beberapa saat kemudian acara pernikahan dadakan itu pun terjadi di dalam ruangan. Yang ikut di saksikan oleh dokter dan suster. Serta Candra dan sang istrinya.


Hanya dengan satu tarikan nafasnya, Tomy sudah sah menjadikan Tiara istrinya. Yang di Wali kan langsung oleh sang Ayah Tiara.


Pak Hanif pun mulai menatap putri semata wayangnya dan juga pria yang kini sudah menjadi menantunya. Dengan tatapan bahagianya.

__ADS_1


"Tiara Ayah lega sekarang. Kamu sudah ada yang menjaga. Jadilah istri yang baik untuk suamimu nak!!!. Jangan pernah membantahnya!! ".Nasehat Pak Hanif pada putrinya. Bahkan ia berkata masih dengan nada suara terbata bata.


Tangis Tiara semakin pecah saat melihat senyum tulus sang Ayah. Tiara tak mampu untuk menjawab, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Sambil terus terisak.


Lalu Pak Hanif pun ikut menasehati Tomy. "Ayah titip Tiara sama kamu nak!!. Jaga dan bimbing dia untuk menjadi istri yang baik dan jangan pernah dia siakan dirinya, Apalagi mengecewakan nya!!. Ayah percaya sama kamu nak jika kau adalah pria yang bertanggung jawab".Senyum pak Hanif begitu tulus.


" Saya janji Yah. Saya akan selalu berada di samping Tiara sampai maut memisahkan ".Jawab Tomy tegas. Bahkan tak terlihat keraguan sedikitpun si wajahnya saat menjawab.


Candra semakin bangga pada sang asisten nya itu. Karena ia adalah tipe pria sejati. Shasa malah ikutan menitik kan air matanya sedih. Apalagi ketika monitor yang mendeteksi denyut jantung. Terlihat semakin melemah. Namun, sedikitpun tak ada kesedihan di wajah pak Hanif.


Ia tetap tersenyum sampai layar monitor itu memperlihatkan garis lurus. Tiara semakin histeris dan terus memanggil Ayahnya. Bahkan ia sampai mengguncang tubuh Ayahnya berulang kali.


Melihat itu Tomy berusaha menenangkan Tiara. Yang kini sudah sah menjadi istrinya. Kepiluan mendalam ikut dirasakan oleh Shasa. Membuatnya terus menitik kan air matanya.


"Are you okay sayang??? ".Tanya Candra pelan. Shasa pun langsung menggeleng kan Kepala. Air matanya terus menetes tanpa henti. Membuat Candra langsung memasukkan tubuh istrinya kedalam dekapan nya.


Begitupun dengan Tomy yang saat ini sedang memeluk erat tubuh rapuh Tiara. Yang semakin histeris menangis dalam pelukan tubuhnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2