
Kedatangan Niko tentu saja di sambut hangat oleh Grandma Yuna. Bahkan Grandpa Hendra pun nampak senang melihat cucu nya pulang kerumah mereka.
"Niko, kenapa tidak telpon Grandma kalau mau pulang ke Jakarta. Kan Grandma bisa suruh Grandpa buat siapin pesawat pribadi keluarga kita untuk jemput kamu sayang".Ucap Grandma Yuna sambil menyiapkan sarapan untuk cucunya.
" Grandma, Niko ini udah gede. Niko tahu jalan pulang Grandma. Bukan begitu Grandpa??? ".
" Ini baru cucu Grandpa".Puji Grandpa Hendra bangga. Tidak salah dia menunjuk Niko untuk meneruskan perusahaan nya sebelum kedua cucu nya yang lain pada dewasa. Karena selain cerdas Niko juga tegas. Dapat dilihat Niko adalah sosok pemimpin yang di cari dan bisa di andalkan. Karena Niko menuruni sifat dan kewibawaan seperti Daddy dan juga Grandpa nya Hendra.
"Grandma, Grandpa... Jangan bilang sama Daddy dan Mommy dulu ya kalau Niko udah di Jakarta!!! ".Ucap Niko sambil menikmati sandwich nya.
" Loh kenapa sayang??? ".Grandma Yuna nampak saling tatap dengan Grandpa Hendra.
" Niko dan si kembar akan kasih kejutan buat Anniversary Daddy dan Mommy lusa. Makanya Niko sengaja tidak kasih kabar duluan sama Daddy dan Mommy".Niko menjelaskan pada Grandma dan Grandpa nya tentang maksud kepulangan nya. Selain untuk bertemu dengan keluarga nya. Niko juga ingin memberikan kejutan untuk kedua orang tuanya. Pesta sederhana yang sudah ia rencana kan jauh jauh hari sebelumnya.
"Lusa??? ".Grandma Yuna nampak sedikit berpikir. Niko hanya mengangguk kan kepalanya saja. " Bukankah lusa juga ulang tahun Mommy kamu sayang".Seru Grandma Yuna.
"Betul Grandma. Kan Daddy memang sengaja memilih hari pernikahannya dengan Mommy tepat dengan tanggal ulang tahun Mommy".Jawab Niko sambil tersenyum.
Grandpa dan Grandma nya hanya mengangguk kan kepala nya. Membenarkan ucapan cucunya, Karena dulu disaat Anton ingin menikahi putri semata wayangnya. Mereka sampai hampir melupakan hari ulang tahun cinta. Sebab, walaupun tahir melintir mereka tidak pernah merayakan pesta ulang tahun seperti kebanyakan orang orang.
Mereka lebih memilih membuat ataupun memesan nasi kotak untuk dibagi bagikan pada pengemis, tukang sapu, dan juga tukang parkir . Ataupun mengadakan pengajian dan mengundang anak anak yatim.
Bukan pelit ataupun sayang dengan uang. Tapi baik keluarga Anton maupun Cinta tidak mau berpoya poya untuk sekedar merayakan pesta ulang tahun. Selain itu juga dalam ajaran muslim tidak di sarankan untuk merayakan ulang tahun. Tapi demi membahagiakan si buah hati tak banyak orang pun selalu merayakan nya juga.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 wib. Dimana si kembar pasti sudah keluar sekolah. Tapi Niko sudah menyuruh sopir pribadi Gradpa nya untuk menjemput adiknya.
Sedangkan Niko sudah sangat rapi bahkan ia tadi setelah sarapan hanya istirahat sekitar satu jam. Lalu berisiap siap. Niko membawa salah satu mobil Grandpa nya. Dan meminta izin untuk pergi ke Bandung siang ini juga.
Meskipun awalnya di larang oleh Grandma nya tapi berkat Grandpa nya akhirnya Niko di izinkan pergi.
"Hati hati sayang!!!. Nyetirnya jangan ngebut ngebut!!! ".Pesan Grandma Yuna setelah Niko masuk kedalam mobilnya.
" Siap Grandma ".Sahut Niko sambil melambaikan tangannya.
" Cucuku sudah dewasa dan sangat tampan".Puji Grandma Yuna lirih. "Andai saja Mami masih ada mungkin mami akan sangat senang ya Daddy melihat para cicit cicitnya".Sambung Yuna lagi mengingat mendiang Almarhumah mami mertuanya.
Meskipun mereka berdua sudah lansia. Tapi keduanya masih terlihat sehat bugar. Bahkan masih selalu terlihat romantis sampai sekarang.
🌿🌿🌿🌿🌿
Setelah satu jam lebih Niko berada dalam perjalanan dari jakarta menuju Bandung. Kini tibalah Niko di kota Kembang. Niko langsung mengarah di salah satu universitas terkenal di sana.
Niatnya hanya satu yaitu menemui sahabat masa kecilnya. Sekaligus gadis yang sudah berhasil mengisi hatinya. Meskipun belum adanya hubungan yang jelas di antara keduanya. Tapi Niko selalu saja memberi kabar pada gadis itu.
Disinilah Niko sekarang berada.Di sebuah Universitas ternama di kota Bandung. Niko memarkirkan mobilnya tepat di depan kampus. Jam masih menunjukkan pukul dua siang. Lalu Niko memainkan ponselnya dan terlihat menelpon seseorang.
__ADS_1
"Aku udah ada didepan kampus kamu. Buruan keluar!!! ".Ucap Niko yang terdengar malah seperti perintah.
" Jangan bercanda bang!!! ".Sahut seorang gadis dari seberang telpon.
" Apa aku terdengar bercanda Cha??? ".Niko malah balik bertanya dengan suara datar nya.
Helaan nafas pelan di dengar oleh Niko sebelum sambungan telpon nya dimatikan. Niko sadar jika di luar juga sedang hujan. Sedangkan Niko memarkirkan mobilnya di depan gerbang kampus saja.
Sedangkan di dalam gedung bertingkat itu. Icha nampak gelisah. Dan bingung harus bilang apa pada teman temannya. Karena mereka sudah janji akan pergi bersama sore ini. Untuk membeli perlengkapan camping. Tapi Niko malah datang tiba tiba seperti ini. Mereka saat ini sedang duduk di loby kampus sambil menunggu hujan reda.
"Kayaknya gue gak bisa ikut kalian deh hari ini".Ucap Icha pada teman temannya.
Agus nampak berdiri dari duduknya dan menghampiri Icha. " Loh kenapa Cha???. Bukankah kita udah rencain ini semua dari kemarin kan??? ".Agus berucap supaya Icha mau tetap ikut bersama mereka.
" Iya cha, kok gak jadi sih??? ".Sambung Ratih ikut bertanya
" Cha, kenapa???. Apa ada hal yang lebih penting??? ".Agus kembali mengajukan pertanyaan.
" Karena...
"Karena Icha harus ikut dengan saya pulang".
Deg....
__ADS_1
TBC