Posesif Husband

Posesif Husband
Ternyata Hanya Mimpi


__ADS_3

Shasa tersenyum pada sosok pria yang wajahnya pun masih terlihat samar di ujung koridor sebuah ruangan luas yang memiliki interior sangat intents dengan warna coklat gelap.


Shasa terus melangkah perlahan berusaha menghampiri pria yang saat ini masih berdiri ditempatnya. Tangannya terulur seakan ia memberi kode bahwa menyuruh Shasa untuk meraih nya.


Mata tegas penuh wibawa itu terus menatap kearah Shasa dengan bibir yang sedikit melengkung membentuk sebuah senyuman. Shasa pun bisa melihat itu meskipun dengan keadaan samar. Wangi maskulin yang menyeruak masuk kedalam indera penciuman nya semakin semerbak. Menciptakan aroma tenang dan nyaman. Bahkan Shasa terus menghirupnya dalam dalam. Seolah tak mau menyia nyiakan kesempatan untuk menikmati aroma memabukkan itu.


Gadis remaja nan manja itu terus melangkah dengan pasti. Ia sudah tidak sabaran lagi untuk menyambut uluran tangan si pria yang sudah menyelamatkan nya itu. Namun, ketika jaraknya semakin dekat tiba tiba bahunya di pegang oleh seseorang dari arah samping.


Shasa menoleh sejenak untuk melihat siapa yang berani menganggu kesenangan itu.


"Mommy... ".Lirih Shasa serak khas suara bangun tidurnya. Beberapa kali Shasa mengerjapkan matanya. Untuk memastikan bahwa saat ini ia masih tertidur di atas brankar pasien.


" Sayang, kamu kenapa??? ".Cinta terlihat panik karena sejak tadi Shasa selalu mengingau tidak jelas. Bahkan Cinta mengguncang bahu putrinya berulang kali.


" Mommy dengan siapa tadi disini???? ".

__ADS_1


Pertanyaan Shasa membuat Cinta bingung. " Mommy sendiri sayang. Tadi sama Daddy, tapi Daddy kan lagi bicara sama dokter dan belum kembali. Memangnya kenapa sayang??? ".Cinta menautkan kedua alisnya bingung.


" Tidak papa Mom. Dimana bang Ikki Mom??? ".Shasa tersenyum kaku berusaha menutup rasa herannya.Karena ternyata hanya mimpi saja.


" Nikki sudah pulang sayang, kan mau sekolah".Cinta duduk di samping ranjang pasien putrinya. Mengelus rambut Shasa yang panjang dengan lembut.


"Kamu tahu sayang, kalau kamu itu adalah putri kesayangan Daddy dan Mommy. Kamu putri kami satu satunya. Jadi, jika sampai terjadi sesuatu sama kamu. Maka Mommy tidak akan pernah memaafkan diri Mommy sendiri sayang. Mungkin Mommy akan gila jika sampai kamu.... ".Cinta tidak bisa meneruskan kata katanya. Karena ia tidak sanggup meneruskan lagi kata kata itu.


" Mommy... Maafkan Shasa!!!. Setelah ini Shasa janji! . Tidak akan membantah abang Iko dan Ikki lagi. Shasa akan menurut pada Daddy dan Mommy juga. Bahkan Shasa mau jika harus di kawal bodyguard seperti kata Daddy dulu! ".Shasa memeluk tubuh Mommy nya penuh cinta.


Cinta pun menitik kan air matanya sembari mengusap lembut rambut panjang Shasa. Memeluk tubuh putrinya erat dalam dekapan tubuhnya. Shasa pun ikut memeluk pinggang Mommy nya. Meskipun Shasa sedikit janggal dengan mimpinya. Dan kehadiran Mommy nya.


"Jika dia tidak masuk keruangan ini, kenapa wangi parfum itu tetap sama dengan aroma yang ada pada tubuh pria itu? ".Batin Shasa bingung.


Lalu Shasa pun mendongakkan kepalanya. Menatap wajah cantik Mommy nya. " Mom, baju Shasa yang Shasa pake kemarin mana??? ".

__ADS_1


Cinta pun langsung mengerutkan keningnya. " Sayang bajunya udah Mommy buang. Kan sudah tidak layak lagi untuk di pake. Nanti biar Mommy belikan yang baru ya".Jawab Cinta dengan senyum dibibirnya.


"Tapi Mom...


" Shasa sayang. Dengerin Mommy ya!. Mommy tidak mau kamu menjadi trauma karena melihat baju itu lagi. Mommy tahu itu baju limited edition kan?".Shasa mwnganggukkan kepalanya jujur.Membuat Cinta tersenyum. "Nanti Mommy akan pesanakan lagi yang lebih baik sayang, tenang saja!!! ".Celoteh Cinta dengan santainya.


"Terserah Mommy saja!!! ".Sahut Shasa karena ia sedikit lesu , sebab, ia hanya ingin mencium kembali wangi parfum yang sempat menempel pada bajunya. Untuk menyamakan apakah wangi parfum itu sama dengan wangi parfum yang ada di ruangan nya saat ini.


" Mom, apa Shasa sudah boleh pulang? ".Tanya Shasa tiba tiba.


" Tentu sayang".Anton yang baru masuk kedalam ruangan putrinya langsung menjawabnya dengan senyum di bibir nya.


"Daddy... " Rengek Shasa sambil merentangkan kedua tangannya. Baru di tinggal beberapa hari oleh Daddy nya saja. Shasa sudah merengek begitu. Membuat Cinta hanya bisa menggeleng kan Kepala nya saja akan aksi putrinya itu.


"Jangan bandel lagi makanya!!! ".Anton memasukkan Shasa dalam dekapan tubuhnya. Sambil menjitak pelan jidad Shasa.

__ADS_1


" Hehehe... Siap Daddy".Jawab Shasa sambil nyengir kuda. Shasa sambil mencium wangi parfum Daddy nya. Tapi tidak sama dengan wangi parfum yang ia cium ketika bangun tidur tadi.


__ADS_2