
"Sial, kenapa juga gue malah jadi gedek gini sih??. Ayolah Tiara, loe itu gak ada hubungan apa apa sama tuh om om. Sadar ra sadar ra!!! ".
Berulang kali tiara menepuk nepuk kepalanya sendiri. Karena merutuki sikap konyolnya tadi.
" Haiss... Dasar iblis betina. Masa iya sih gue harus diem aja melihat asisten suaminya Shasa di lecehkan begitu di tempat umum lagi. Ah, sudahlah Ra ayolah, pria itu juga brengsek. Mau maunya aja di jalarani kaki jelek begitu".Cerocos Tiara bergidik ngeri sendiri.
"Iiihh... Amit amit deh, cukup sampai di dia aja".
Tanpa ia sadari sejak tadi ada sepasang mata yang terus menatap kearahnya. Dan mendengar semua keluh kesahnya di dalam loker ganti restoran tersebut.
Tiara melepaskan seragam pelayan nya lalu ia mengambil tasnya. Lalu beranjak pergi dari ruangan ganti tersebut. Tapi ketika ia baru saja keluar.
Ia di kagetkan oleh sosok pria yang sejak tadi ia gerutui. Dan sekaligus membuatnya kesal.
"Om, sejak kenapa anda ada disini??? ".Tiara nampak celingukan merasa heran karena Tomy malah dengan mudahnya masuk kedalam restoran. Dan masuk ke ruang ganti khusus karyawan restoran tersebut.
" Ikut aku!!! ".Tomy dengan santainya malah menarik tangan Tiara begitu saja. Membuat Tiara langsung berontak sambil memukul mukul lengan tangan Tomy.
__ADS_1
" Ehh, Om... Mau bawa gue kkemana sih??? . Enak aja main tarik tarik aja. Gue manusia tahu bukan kambing".Cerocos Tiara.
"Yang bilang kamu kambing siapa??? ".Tanya Tomy datar.
Tiara nampak menghela nafasnya pelan. Karena ia baru sadar jika sekarang ia sedang berhadapan dengan pria dewasa yang sudah banyak pengalaman hidupnya. Di bandingkan dengan dirinya.
Aksi Tomy membuat karyawan restoran lain menatap heran pada nya. Karena setau mereka asisten Tomy selama ini sangat enggan untuk menatap seorang wanita. Apalagi bersentuhan. Tapi siang ini mereka bisa melihat dengan jelas. Bagaimana Tomy memegang pergelangan tangan Tiara.
Gadis yang baru hari ini bekerja di restoran tersebut. Lantaran sedang menggantikan sepupunya yang sedang sakit. Karena takut gajinya di potong lagi. Gara gara tidak masuk kerja yang tanpa mendengar alasan karyawan nya.
Akhirnya dengan sedikit berat hati Tiara mau menggantikan sepupunya itu. Tapi di hari pertama nya kerja. Ia malah melihat Tomy yang sedang di goda oleh wanita siluman. Tentu saja Tiara yang notabene nya adalah gadis baik baik. Dan tidak murahan. Tidak terima melihat hal itu terjadi di depan matanya.
"Sejak kapan kamu jadi pelayan di restoran itu??? ".Tanya Tomy setelah mereka sampai di parkiran mobilnya.
" Bukan urusan Om".Jawab Tiara ketus.
"Sepertinya besok aku akan memecat salah satu karyawan restoran. Karena beraninya menggantikan orang lain untuk mengisi jam kerjanya tanpa sepengetahuan dariku".Ucap Tomy santai.
__ADS_1
" What???. Jadi restoran itu punya...
"Punya Tuan Candra lebih tepatnya. Tapi berhubung saya adalah Asisten pribadinya. Jadi, semua urusan tua saya yang handle. Termasuk restoran tadi".Potong Tomy menjelaskan.
" Haiss... Soal*.Guman Tiara mengupat kesal karena lagi lagi ia melakukan kesalahan.
"Ayolah Om, jangan pecat Delvi ya!!!. Dia kan lagi sakit, butuh biaya juga. Kalau dia di pecat terus mau kerja apa dong??? ".Mohon Tiara berusaha untuk membujuk Tomy demi sepupu nya.
" Tergantung ".Jawab Tomy datar sembari memabukan pintu mobilnya.
" Masuk!!! ".Perintah Tomy pada Tiara. Tapi gadis itu nampak sedikit ragu. Apalagi Tomy kini menatapnya dengan tatapan yang sangat berbeda.
" Jika kau mau ikut dengan ku, Maka aku mungkin akan memperhitungkan kembali tentang pemecatan karyawan restoran ini".Tutur Tomy sedikit mengangkat sudut bibirnya.
Tanpa ragu Tiara pun langsung nyelonong masuk begitu saja. Membuat Tomy menggeleng kan kepalanya sambil mengulum senyumnya.
Baru kali ini ia bisa nampak sedikit ceria. Hanya dengan membuat Tiara kesal akan sikapnya. Gara gara Shasa yang menyuruhnya untuk mengantarkan Tiara pulang tempo hari.
__ADS_1
Dan sejak hari itu juga Tomy selalu terpikirkan akan sosok gadis cantik dan energik itu. Karena sikap Tiara dan Shasa tak jauh bed. Hanya saja, Tiara lebih suka berpakaian simple dan sering memakai jeans dan juga baju kaos oblongnya.
TBC