
Berita kehamilan Tiara langsung terdengar di telinga Shasa. Karena Tomy selalu terbuka tentang apapun pada Candra. Dan Shasa pun langsung ingin mengunjungi sahabat nya itu. Membuat Candra menepuk jidadnya pening.
Sudah bekerja sendiri di perusahaan. Karena Tomy izin pulang lebih dulu. Sekarang malah giliran dirinya yang sejak tadi selalu di buru oleh istrinya. Bahkan ponsel Candra sejak tadi selalu berdering. Karena Shasa tak sabaran sekali.
"Huh... " Helaan nafas kasar Candra membuatnya memijit keningnya sendiri.
"Iya yang, sebentar lagi aku pulang".Ucap Candra setelah ia mengangkat telpon dari Ibu Negara.
" Kalau dalam waktu lima menit belum sampai rumah juga. Maka aku akan pergi menyetir sendiri ya bang".Ancam Shasa yang sudah kesal karena sejak tadi suaminya bilang sebentar lagi terus menerus.
"Jangan macam macam sayang!!!. Kau sedang hamil, ingat itu!! ".Jawab Candra dengan nada penuh penekanan.
" Yasudah, lima menit dari sekarang!!! ".
" Sayang ayolah jarak perusahaan dan rumah kita membutuhkan waktu sekitar lima belas menit. Mana bisa aku sampai dalam waktu lima menit saja ".Protes Candra
" Baiklah sepuluh menit. Tidak ada penawaran lagi".Shasa menjawab dengan tegas.
"Tidak bisa begi...
" Sepuluh menit atau tidak ada jatah selama satu bulan kedepan".Ancam Shasa memotong ucapan suaminya.
__ADS_1
"Oke sayang, aku berangkat sekarang".Candra pun langsung gelapan dan buru buru menyambar jas nya yang ada di kepala kursi kerjanya. Lalu dengan langkah lebarnya mulai keluar ruangan nya.
Candra juga masih sempat bicara dengan sekretaris nya. Yang ruangan nya hanya berseberangan dengan ruangan kerjanya.
"Haisss... Soal".Upat Candra saat telpon dari istrinya telah dimatikan oleh Shasa secara sepihak.
Tanpa berpikir panjang lagi. Candra pun langsung masuk kedalam lift khusus Ceo. Dan langsung ke basement bawah. Candra memutuskan untuk memakai motor nya saja. Dengan meninggalkan mobilnya di kantor.
Karena di jam segini mana bisa cepat jika menggunakan mobil. Dan Candra tidak mau ambil resiko hingga ia benar-benar puasa sampai satu bulan kedepan.
Ancaman Shasa memang sangat manjur dan jitu. Buktinya Candra langsung kelimpungan sendiri. Apalagi tanpa sang asisten nya. Membuat Candra bagai dikejar hantu saja.
Sedangkan di rumah Shasa tampak tertawa puas. Karena telah berhasil membuat suaminya klabakan seperti itu. Candra mana bisa jauh dari ************ istrinya. Karena itu adalah hobby sekaligus kebiasaan barunya setelah menikah dengan istrinya.
Ia merutuki kebodohan nya sendiri. Tanpa memikirkan keselamatan suaminya. Saat ini Shasa malah tidak tenang. Bolak balik ia berjalan masuk dan keluar ke teras rumahnya. Namun, belum juga terlihat barang hidung suaminya. Di telpon juga Candra tidak mengangkat nya.
"Yaa Allah, lindungilah suami hamba!!!. Aamiin!! ".Lirih Shasa pelan yang semakin tampak khawatir karena sudah lima menit lebih tapi tak ada tanda tanda Candra akan tiba dirumah nya.
" Baby... Maafkan Mommy ya!!. Mommy janji gak akan ngerjain Daddy mu lagi. Sekarang bantu Mommy berdoa yang baik baik untuk Daddy ya!!! ".
Shasa mengusap perutnya pelan. Sambil sesekali melihat kearah gerbang rumahnya. Berharap suaminya segera tiba dan sampai rumah dengan selamat.
__ADS_1
" Bang kamu lagi dimana??? ".
" Abang jujur saja!!!. Aku mulai panik".
Seru Shasa malah sambil bedendang ria. Antara panik dan juga konyol istri seorang Candra memang tak ada duanya. Kalau masalah gila gilaan.
Shasa sampai sampai duduk dan berdiri begitu saja terus hingga deru suara motor besar kawasi Ninja. Mulai masuk pagar rumah mewah nya.
Shasa mengerutkan keningnya bingung. Dengan siapa yang datang kerumah nya. Karena ia sama sekali tidak mengenali motor serta orang yang duduk di atas motor tersebut. Sebab, Candra juga sudah memakai jaket kulit dan helm warna hitamnya.
Namun, setelah pemilik motor mulai membuka Helm nya. Shasa langsung tersenyum lega. Dan langsung menghampiri suaminya. Memeluk dan menciumi wajah suaminya bertubi tubi.
"Hei... Kamu kenapa???. Makin manja saja".Ledek Candra sambil terkekeh akan tingkah istrinya itu.
" Aku pikir kamu kenapa napa dijalan".Lirih Shasa mulai tampak berkaca kaca. "Aku takut, gara gara aku kamu jadi celaka".Shasa benar benar sedih hingga menitik kan air matanya.
" Hussttt... Sayang, dengarkan aku!!!".Candra menangkup kedua pipi istrinya dan menatap nya dengan lekat. ".
Cup...
Satu kecupan Candra daratkan pada bibir istrinya. Lalu ia kembali berkata. " Aku baik baik saja sayang, jangan khawatirkan apapun lagi!!! ".Ucap Candra sambil tersenyum.
__ADS_1
" Maaf... Hiks... hiks... ".Shasa kembali terisak. Entah kenapa ia malah jadi cengeng begini. Padahal tadi ia masih sempat cengar cengir sendirian karena berhasil menjahili suaminya itu.
Candra mengulum senyumnya bahagia. Karena istrinya sangat mencintai nya. Sama seperti dirinya yang juga sangat mencintai istrinya.