
Di sebuah rumah mewah dan selalu di jaga ketat oleh orang orang terlatih dan kompeten. Tepatnya di sebuah kamar yang luas dengan nuansa sedikit monokrom. Tampak sepasang suami istri sedang memadu kasih sejak beberapa menit yang lalu.
Hanya tetesan keringat dan penuh yang menjadi saksi bisu bagaimana dahsyatnya goyangan bumil cantik . Yang sejak tadi selalu saja melenguh dan mendesah nikmat.
Perut buncit nya tak pernah menghalangi nya untuk tetap mencari peluh nikmat bersama sang suami. Bahkan seharian shoping dan juga pergi ke tempat wisata. Tak membuatnya lelah sedikitpun. Buktinya sampai dirumah ia malah menggoda suaminya yang memiliki iman cetek itu.
Apalagi kalau sudah di lihatkan paha mulus dan belahan dada yang menonjol. Dapat di pastikan luruh sudah pertahanan seorang Candra Brama Wijaya. Pria yang memang mantan sang cassanova sejati . Dan bertobat setelah terpikat akan pesona seorang putri bungsu keluarga Erlangga.
"Oh sayang".
Racau Candra sambil menikmati goyangan sang nyonya menir yang sejak tadi membuat nya lupa diri.
Sang istri juga sangat nakal sejak tadi malam semakin menjempit milik suaminya di dalam sana. Hingga denyutan keduanya sangat sangat membangkitkan gairah sang mantan cassanova itu.
"Akh...Abang".
__ADS_1
Lenguh Shasa menggigit bibir bawahnya saat suaminya malah ikut menekan miliknya. Hingga masuk kedalam sana dan selalu melakukan nya berulang ulang.
Dengan gerakan perlahan tapi pasti. Candra juga telah merubah posisinya. Yang kini ia lebih leluasa melakukan nya dari arah samping. Dan memastikan jika istrinya terlihat nyaman juga.
"Akh... ".
Lagi lagi suara itu kembali terdengar di telinga Candra. Yang malah membuat nya selalu bersemangat untuk terus menggempur sang istrinya yang sangat pandai menggodanya itu.
Suara adzan maghrib berkumandang bersamaan dengan keluarnya lahar panas nan pekat itu. Menyembur kedalam sana, dengan menciptakan rasa hangat akan tembakan Candra.
" Sayang jangan sering sering menggodaku!! ". Lirih Candra yang juga kesal dengan dirinya sendiri. Bagaimana tidak kesal ia selalu saja tak bisa menahan godaan istrinya. Padahal ia tahu betul Shasa pasti sebenarnya capek membawa perutnya yang buncit seharian mengitari mall dan juga tempat wisata.
Tapi begitu sampai dirumah ia malah di gempur hingga hampir satu jam lebih. Namun, anehnya Shasa malah tak mengeluh dan ia malah yang duluan menggoda suaminya itu.
"Bukan aku yang minta bang. Tapi twins". Jawab Shasa memanyunkan bibirnya. Karena Shasa juga tak habis pikir. Dorongan itu selalu saja datang tanpa diminta.
__ADS_1
Seolah ia selalu ketagihan akan kemesuman suaminya. Dan entah kenapa ia malah tak ingin meninggalkan kegiatan panas itu barang sehari saja. Shasa pun berpikir jika dirinya malah seperti hiper.
"Mana sini biar twins Daddy yang marahi!". Seru Candra sambil mengulum senyumnya.
Dan saat Candra bilang begitu. Anehnya perut Shasa langsung bergerak dan benjolan itu sekarang malah berpindah ke arah kiri. Hingga perut Shasa terlihat kempes sebelah.
" Oh, mau main kejar kejaran dengan Daddh ya rupanya". Shasa pun langsung terkekeh karena lagi lagi perutnya kembali bergerak saat di sentuh suaminya.
Baby twins memang benar benar mengerjai Daddy nya. Kalau yang satunya sudah jelas seorang perempuan tapi satunya lagi sampai saat ini belum di ketahui apa jenis kelamin nya. Karena salah satu baby twins senang sekali main peta umpet. Ia juga sangat aktif bergerak sampai saat ini.
Kadang Shasa juga merasa kaget sendiri saat ia sedang tertidur pulas. Namun, tiba tiba perutnya bergerak.
"Sudah bang! Hentikan! . Twins malah semakin lari jika selalu abang sentuh begitu". Shasa mulai melayangkan protesnya. Karena ia yang juga merasakan pergerakan twins kalau bergerak terus menerus seperti itu.
" Yasudah, ayo kita mandi saja yang". Ajak Candra yang langsung berhenti memainkan perut istrinya.
__ADS_1