
Shasa dan Candra sedang galau karena di pantau lewat CCTV oleh Mommy nya. Di tempat yang berbeda tepat nya di rumah utama . Kediaman Anton dan Cinta saat ini mereka sedang kedatangan tamu.
Bahkan tamunya sampai membuat Cinta histeris saking bahagia nya. Sudah lama sekali mereka tidak ketemu bahkan sudah hampir setengah tahun. Sejak sahabatnya dan suaminya itu memutuskan untuk tinggal di luar Negeri sementara waktu. Sebab bisnisnya disana sedang sangat berkembang pesat.
"Yaa Allah, ini anak mu yak?. Udah segede ini aja, cantik banget lagi". Cinta sangat gemas dengan baby gemoy nya Tiya sahabatnya itu.
Anak kedua Tiya dengan Edo teman nya Anton. Bahkan kini usia putrinya Tia sudah empat bulan. Dan lagi gemes gemes nya sekali. Cinta saja sampai ingin menggigit pipi gembulnya itu.
"Maaf ya kami gak sempet datang di pernikahan nya Daren dan Lulu. Soalnya Shasa lagi di rawat sampai sekarang belum pulang tuh dari rumah sakit". Ucap Cinta merasa tidak enak hati pada Tiya sahabatnya itu.
" Gak papa kali Cin. Gue ngerti banget deh. Yang penting kado kalian tetap sampe kok". Jawab Tiya sambil terkekeh.
"Dasar ya loe masih aja gak berubah. Matre banget jadi orang". Ledek Cinta sambil tersenyum.
Karena acara resepsi pernikahan Daren dan juga Lulu di adakan di Australia. Sebab keduanya juga sudah memutuskan untuk menetap disana juga. Jadi, Baik Anton maupun Cinta tidak sempat untuk menghadiri pernikahan keduanya.
__ADS_1
Apalagi Shasa juga sedang di rawat karena kebodohan anak dan menantunya sendiri juga. Tapi, Anton dan Candra telah mengirimkan kado yang sangat berguna dan bermanfaat serta dengan harga yang sangat fantastis tentunya. Untuk hadiah pernikahan Daren dan Lulu.
Saat mereka sedang asyik mengobrol tak berselang lama sepasang suami istri juga ikut bergabung. Karena mereka sedikit terlambat datang.
"Wah, gak nyangka ya sang mantan malah sekarang jadi besan". Celetuk Cinta tanpa dosa.
Anton langsung menatap tajam kearah istrinya. Yang selalu saja tidak di cerna dan di pikir dulu saat berbicara. Membuat suasana menjadi canggung.
" Itu jauh lebih baik kan. Daripada jadi musuh". Sahut Raya sambil tersenyum. Ia tidak keberatan sama sekali ataupun merasa cemburu pada masa lalu suaminya. Apalagi sekarang Tiya juga sudah sangat bahagia dengan suaminya Edo.
"Ah, iya Raya benar. Bukankah begitu yak? ". Sambung Cinta lagi.
"Seru sekali ngobrolnya. Mama boleh ikutan gabung gak nih". Oma Siska yang baru masuk ke ruang tamu dengan menggandeng tangan mungil Sean. Langsung membuat semua tamu Anton dan Cinta menoleh.
Mereka menatap bingung dengan adanya Oma Siska. Karena mereka juga tidak tahu siapa wanita itu. Berbeda dengan Lana yang masih mengingat Mama dari mantan atasannya itu.
__ADS_1
"Mama mertua gue. Kenalin Mamanya mas Anton! ". Ujar Cinta mulai memperkenalkan mama mertuanya pada Raya dan Tiya.
" Kalau yang ini gue tahu nih". Seru Tiya yang langsung menatap pada sosok anak kecil yang di gandeng Oma Siska.
"MasyaAllah ganteng banget sih". Raya ikutan terpesona akan tampang Sean. Yang jauh lebih tampan dari fotonya.
" Bibit siapa dulu dong". Seru Cinta yang disambut gelak tawa oleh semua orang.
Kebersamaan seperti ini sudah lama tidak mereka rasakan. Apalagi semenjak anak anak dewasa. Semuanya bahkan telah berubah. Bahkan Raya dan Lana juga lebih sering tinggal di Surabaya . Sedangkan Tiya dan Edo di luar negeri sana.
Cinta dan Anton juga selalu sibuk dengan urusan mereka. Jadi, tak waktu luang untuk sekedar me time bersama degan para sahabatnya dulu.
Semuanya telah bahagia dengan jalan nya masing masing. Bahkan tidak akan lama lagi kemungkinan Lana dan Anton akan jadi besan juga. Tapi itu setelah masa pendidikan dan juga masa dinas Nikki selesai.
Sebab,sekolah Akpol itu memakan waktu sampai lebih kurang hampir 4 tahun. Belum juga setelah selesai pendidikan nantinya Nikki juga harus melewati masa dinasnya lagi. Yang artinya Luna juga sudah menyelesaikan S1 nya juga.
__ADS_1
Bahkan saat ini mereka juga harus begitu sabar. Dengan menjalin hubungan LDR. Apalagi Nikki sering kali tidak bisa di hubungi. Karena memang peraturan nya disana seperti itu.
TBC