Posesif Husband

Posesif Husband
Perdebatan


__ADS_3

"Kamu sudah sadar??? ".Lana segera menghampiri Raya saat ia baru saja masuk kedalam kamar setelah tadi mengantar dokter lucky sampai ke depan pintu lift.


Raya hanya menganggukkan kepala nya saja. Seraya bangun dari tidurnya. Saat ia ingin turun dari tempat tidur Lana langsung mencegah nya.


" Tetap disana, kamu masih lelah bukan".Suara tegas Lana membuat Raya tak bergeming. Ia sebisa mungkin menahan dirinya agar tidak meneteskan air matanya kembali.


Lana terlihat menghela nafasnya kasar. Ia sadar apa yang sudah ia lakukan saat ini salah. Apalagi setelah melihat perubahan wajah Raya yang terlihat sedih dan hanya bisa menundukkan kepala nya saja.


"Maaf".Lirih Lana merasa bersalah karena ia sudah membuat Raya tertekan karena sikapnya selama ini.


Raya langsung menatap wajah pria tampan yang kini sudah sah menjadi suaminya itu. Tanpa ingin berniat menjawab Raya hanya bisa menatapnya dengan wajah bingungnya.


Belum juga sempat Lana kembali mengeluarkan kata katanya. Pintu kamar mereka sudah diketuk dari luar. Membuat Lana langsung berbalik badan dan pergi menuju pintu.

__ADS_1


Selang beberapa detik Lana kembali dengan membawa baki berisi makanan dan juga beberapa lauk. "Makanlah terlebih dahulu, setelah itu kau bisa minum obatnya!!! ".Ucap Lana dengan nada bicara yang mulai bisa pelan.


Lana meletakkan baki makanan itu di atas meja nakas, lalu ia duduk di bibir ranjang samping Raya. Lana juga membantu Raya untuk duduk lebih nyaman dengan bersender pada kepala ranjang yang sudah ia taruh bantal sebagai penyangga punggung Raya.


Tanpa banyak bicara Lana mulai meraih piring berisi nasi dan mengambil lauknya lengkap. Lalu langsung ia sodorkan satu sendok makanan ke mulut Raya. "Makanlah, kau belum makan dari tadi siang!!! ".Ucap Lana pelan.


Dengan sedikit ragu Raya mulai membuka mulutnya. Tanpa disadari oleh Raya Lana menarik sudut bibirnya saat melihat Raya menurut begitu saja akan perintah dan ucapan nya.


" Kau memang gadis yang sangat polos Raya".Batin Lana dalam hati.


"Maafkan aku tuan!!! ".Lirih Raya sambil menatap wajah Lana setelah Lana membantunya meminum obat.


Lana mengerutkan keningnya bingung. Karena Raya tiba tiba malah meminta maaf padanya. " Untuk??? ".Tanya Lana bingung.

__ADS_1


" Maaf karena aku, tuan jadi gagal menikah dengan tunangan tuan. Andai saja tuan tidak bertanggung jawab akan anak yang aku kandung mungkin saat ini tuan sudah hidup bahagia dengan tunangan tuan".Ucap Raya yang salah menduga.


Lana meletakkan kembali gelas air minum bekas Raya minum obat di atas nakas. Lalu ia bangkit dari duduknya. "Jangan berpikiran konyol!!!. Itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan mu. Sekarang yang lebih penting adalah lebih baik kau jaga kesehatan karena sekarang ada calon anakku yang kau kandung. Aku tidak ingin jika dia kenapa napa!!!".Ucap Lana tegas. Bahkan ia tidak menanggapi perkataan Raya tadi.


"Aku tidak akan keberatan jika anak ini sudah lahir nanti. Jika tuan menceraikan aku!! ".Seru Raya sambil menahan sesak didadanya.


Ucapan Raya membuat Lana berhenti melangkah. Ia langsung menatap kearah Raya dengan emosi. " Siapa kau bisa mengatur ku???. Kau pikir pernikahan ini main main hah???".Bentak Lana geram. "Aku memang belum bisa mencintaimu dan menerima kau sebagai istriku. Tapi bukan berarti aku bisa mempermainkan pernikahan".Lana benar benar tersulut emosi saat Raya berucap kata cerai. Padahal tadi ia sudah mulai ingin merubah sikapnya dengan Raya. Karena ucapan dokter lucky.


Air mata Raya jatuh tanpa permisi. Ia memegangi dadanya yang terasa semakin sesak. " Aku hanya tidak mau menyulitkan hidup orang lain tuan.Jika perceraian adalah hal terbaik untuk kita aku akan ikhlas ".Lirih Raya kembali sambil terisak.


" Berhenti mengatakan kata itu Soraya!!! ".Sentak Lana dengan tegas. " Jika kau berani mengatakan nya lagi maka aku tidak akan segan mengambil anak itu setelah dia lahir nanti. Dan jangan harap kau bisa menemuinya lagi".Ancam Lana langsung melangkah pergi masuk kedalam ruangan walk in closet.


Mendengar itu Raya semakin terisak. Ia hanya ingin hidup dengan damai, tenang dan nyaman. Raya sudah terbiasa hidup susah. Ia juga sudah biasa dihina. Tapi Raya tidak tahan jika dibentak.Raya sudah berkecil hati sejak awal. Karena ia bisa melihat tidak ada cinta sedikitpun di mata Lana untuknya.

__ADS_1


Raya terus menangis terisak, dan suara tangis Raya terdengar sampai ruangan walk in closet oleh Lana. "Sial... ".Lana melempar semua barang nya yang ada di dalam ruangan itu. Lalu ia menjambak rambutnya kasar. Tak ingin mendengar isak tangis Raya yang membuatnya semakin bersalah. Lana akhirnya memutuskan untuk keluar kamar. Dan meninggalkan Raya sendirian.


Kepergian Lana semakin membuat Raya kecewa. Karena sedikitpun Lana tidak akan pernah bisa peduli padanya. Dan Raya juga semakin yakin jika sampai kapan pun ia tidak akan bisa mengambil hati suaminya yang memang tidak ada cinta sama sekali untuk nya.


__ADS_2