Posesif Husband

Posesif Husband
Bawaan Baby


__ADS_3

Malam Hari Di Kediaman Niko...


Angin malam nampak menerpa kulit seorang wanita cantik yang kini tengah menatap ke arah langit. Melihat indahnya sinar bulan dan cahaya bintang bintang malam dengan berdiri di balkon kamarnya.


Wanita cantik yang saat ini telah kembali berbadan dua. Dimana usia kandungan masih sangat rentan. Karena baru memasuki trimester pertama. Piyama tidur dengan bahan satin berbentuk jubah itu sengaja ia buka sedikit. Hingga bahu mulus nya bisa terlihat dengan jelas.


Greepppp...


Lengan kekar suaminya mulai memeluk tubuhnya dari arah belakang, Dengan menumpangkan dagunya di bahu sang istri. " Sudah malam, kenapa masih berdiri disini??? ". Tanya Niko pada istrinya. Karena setelah makan malam tadi Niko langsung masuk keruangan kerjanya.


Jam di dinding memang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Tapi, begitu ia masuk kedalam kamar. Lampu kamarnya sudah padam, Namun Niko tak menemukan istrinya di atas ranjang. Pandangan Niko teralihkan saat gorden jendel kamarnya tersibak angin dari arah luar. Hingga ia bisa melihat dengan jelas tubuh istrinya. Yang sedang berdiri di balkon kamar nya sembari terus menatap kearah langit.


" Langitnya sangat indah bang, Sayang kalau di lewatkan begitu saja". Jawab Icha seraya tersenyum, Namun ia tidak menoleh sedikit pun kearah suaminya.


Niko ikut menatap kearah langit. Dimana memang benar adanya, keadaan langit malam ini begitu indah dengan taburan bintang bintang yang tak terhitung jumlahnya.

__ADS_1


Cup...


Kecupan singkat mendarat di pipi sebelah kanan Icha. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Niko suaminya. " Tapi, jauh lebih indah kamu sayang". Bisik Niko tepat di depan telinga istrinya.


" Hehehe... Jangan coba merayuku bang". Icha menjawab dengan senyum tipis di bibirnya.


" Apa ada yang sedang kamu pikirkan Ma?? ". Niko mulai bertanya serius. Karena ia paham betul akan istrinya. Tak biasanya Icha berdiri di balkon malam malam begini.


Icha menghela nafasnya pelan. Akhir akhir ini ia tidak tahu kenapa dirinya mudah sekali sedih, melow bahkan terkesan cengeng. Padahal apa yang di laluinya selama ini jauh lebih berat. Namun, entah kenapa perasaannya sejak hamil kedua ini. Lebih sensitif dan mudah sekali tersinggung.


" Sayang... ". Niko membalikkan tubuh istrinya, menatap mata sendu dengan dalam. " Katakan saja!!. Tidak perlu lagi menutupi nya!. Apapun yang kamu inginkan insyaallah aku akan menurutinya. Asalkan kau selalu bahagia dan tidak pergi dari hidup ku! ".Niko menangkup kedua pipi istrinya dan mengecup bibir merah muda itu sedikit lama.


" Aku merindukan mereka bang". Ucap Icha setelah Niko melepaskan kecupan bibirnya. Bahkan saat ini Icha tidak bisa membendung lagi air matanya.


Niko pun langsung memasukkan tubuh istrinya kedalam pelukan nya. Membiarkan istrinya untuk menangis, menumpahkan segala kesedihannya. Bahkan Niko berulang kali menciumi pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


" Doa kan Ayah dan Bunda dalam sholat mu sayang!!. Karena hanya itulah yang bisa kita lakukan untuk mereka". Niko berucap sangat pelan. Namun, masih bisa di dengar oleh Icha membuat wanita satu anak itu mengangguk kan kepalanya.


Niko tahu meskipun hampir empat tahun. Kedua orang tua Icha pergi. Tapi, Niko yakin istrinya masih belum bisa sepenuhnya melupakan tentang kebersamaan mereka. Bukannya hati Icha tidak iklhas, Tapi, bukan hal mudah untuk mengubur kenangan kebahagiaan bersama orang orang yang kita sayangi. Terlebih itu adalah kedua orang tua kita sendiri.


" Weekend besok kita pergi ke Malang!!. Bukankah sudah lama kita tidak mengunjungi makam Ayah dan Bunda? ".


Mendengar ucapan suaminya Icha langsung mendongakkan kepalanya. Ia begitu senang saat Niko ingin mengajaknya pulang ke Malang. Meskipun disana hanya ada beberapa keluarga jauh dari Ayah nya dan Bunda nya.


" Abang serius??? ". Tanya Icha meyakinkan diri lagi. Bahkan wajahnya tampak berbinar saat Niko mengangguk kan kepalanya.


" Terimakasih bang, Aku mencintaimu! ". Tutur Icha semakin mengeratkan pelukkan nya pada tubuh kekar suaminya.


Niko hanya membatin, jika ini juga termasuk bawaan baby nya. Karena baru beberapa detik yang lalu Icha menangis sesegukan dalam pelukan nya. Tapi, saat ini istrinya malah tampak berbinar seperti tidak terjadi apa apa.


" Memang bawaan wanita hamil selalu aneh aneh". Guman Niko tapi hanya di dalam hatinya saja.

__ADS_1


TBC


__ADS_2