
Malam semakin larut, Anton dan Cinta pun baru saja pulang dari kediaman Tia dan Edo. Begitupun dengan Nikki dan Niko beserta Icha. Art juga belum pada tidur. Mereka masih menunggu majikannya yang belum pulang.
"Bik, Shasa mana??? ".Cinta yang baru saja masuk kedalam rumah langsung menanyakan keberadaan anak bungsunya.
Karena gadis itu tadi tiba tiba menghilang setelah berfoto hanya satu kali dengan pengantin. Giliran Daddy nya menelpon, Shasa bilang ia pulang duluan karena merasa tidak enak badan.
" Nona Shasa ada di dalam kamarnya Nyonya. Baru saja istirahat".Jawab art itu jujur. Tapi Cinta pun langsung mengerutkan keningnya bingung atas jawaban art nya.
"Baru saja? ".Ulang Cinta heran. Dan art itu pun memganggukkan kepalanya. " Bukannya Shasa udah pulang dari pukul sembilan tadi? ".Cinta kembali mengingat saat putri bungsu nya menghilang dari pukul setengah Sembilan. Tapi yang membuat Cinta bingung kenapa Shasa malah tidak langsung istirahat saja. Karena Shasa bilang ia sedang tidak enak badan.
" Nona muda baru pulang satu jam yang lalu Nyonya. Dan itupun di antar oleh asisten Miki Nyonya".
"Bang Miki??? ".Kali ini Niko yang langsung menyahut. Dan art itu pun kembali menganggukkan kepalanya karena memang itulah kenyataan yang ada.
" Tadi tuan Miki bilang ketemu nona dijalan dan tuan Miki juga sudah mengantarkan nona muda ke rumah sakit sebelum mereka pulang Nyonya, tuan ".Art itu menjelaskan sesuai dengan apa yang tadi di bilang oleh Pria yang mengantarkan Shasa pulang.
" Kerumah sakit??? ".Cinta pun langsung melangkah menuju lantai atas, setelah ia berguman jika Shasa sempat dibawa kerumah sakit. Di ikuti oleh Anton, Niko dan Nikki begitu pun dengan Icha.
__ADS_1
Mereka semua langsung khawatir ketika mendengar rumah sakit. Karena memang Shasa sudah pernah dirawat. Gara gara ular berbisa waktu itu.
Ceklek....
Buru buru Cinta membuka handle pintu kamar putrinya. Dan dilihatnya Shasa yang sudah berganti piyama tidur dengan riasan make up yang sudah dibersihkan, Kini sedang tertidur lelap dengan sangat damainya.
Icha pun mendekati ranjang adik iparnya. Lalu ia menempelkan punggung tangan nya pada kening Shasa. "Sepertinya Shasa demam Mom".Ucap Icha yang memang sedikit banyak sudah tahu bagaimana kondisi pasien. Sebab ia adalah calon dokter juga.
" Ambilkan air hangat dengan handuk kecil!!. Ayo sana Nikki, Niko!!! ".Panik Cinta sembari duduk di samping putrinya yang sedang tidur.
Kedua pria itu pun langsung pergi begitu saja. Semantara Anton mencari haduk kecil di dalam lemari pakaian putrinya. Ia tidak perduli jika harus melihat jeroan putrinya. Yang Anton pikirkan saat ini hanyalah kesehatan sang putri.
🌿🌿🌿🌿🌿
Ketika di kediaman Anton sedang panik untuk mengurus Shasa. Karena suhu tubuhnya sangat panas. Di tempat yang berbeda saat ini seorang pria yang tak lain adalah asisten Niko. Sedang duduk di balkon kamarnya. Sambil meminum sodanya, kepulan asap rokok terus saja keluar dari mulutnya.
Pranggggg...
__ADS_1
"Brengsek.... " suara kaleng minuman yang sudah ia remas ia lempar pada tembok hingga memantul kembali kearah meja yang ada gelas wesky nya.
"Tuan, apa tidak sebaiknya anda jujur saja pada keluarga tuan Niko??? ".Seorang pria langsung datang menghampiri atasannya.
" Tidak semudah itu Tom".Jawab pria itu sambil menatap langit gelap bertaburan bintang bintang.
"Tapi, tuan... Dengan begini, maka selamanya anda akan terikat dengan keluarga Erlangga. Belum lagi nona Shasa yang... " Asisten nya tidak melanjutkan lagi ucapannya.
" Saya harus tetap menjalankan amanah ini. Karena dia sudah banyak berkorban untuk saya, Bahkan... ".Pria itu menghela nafasnya berat karena meski bagaimana pun juga. Ia tidak akan pernah ingkar janji kepada orang yang sudah menyelamatkan nyawanya.
" Maaf tuan sebelum nya!. Apa anda sudah mulai menyukai nona Shasa??? ".Tanya sang asisten sedikit ragu.
Pria itu langsung menoleh dan menatap lekat sang asisten. Lalu ia menarik sudut bibirnya tersenyum tipis. " Cinta dan suka itu adalah dua kata yang saling berhubungan bukan??? ".Pria itu kembali menarik sudut bibirnya." Dia masih sangat belia untuk ukuran pria matang seperti saya, Tom. Dan lagipula saya tidak yakin jika gadis terhormat seperti nya mau dekat dengan pria brengsek seperti ku ini".Pria itu terkekeh sendiri karena ia sadar siapa dirinya dan siapa Shasa.
"Jodoh tidak ada yang tahu tuan".Sahut Sang asisten memberi semangat.
" Kau pikir bisa nyaman berdekatan dengan pria hiper seperti saya. Hah??? ".Pria itu terus terkekeh sendiri. Menertawakan sisi buruk dalam dirinya.
__ADS_1
" Apa anda sudah menyentuh nona Shasa tadi tuan??? ".Sang Asisten memberanikan diri untuk bertanya. Karena ia sangat paham betul bagaimana sifat atasannya itu. Apalagi asisten itu tahu bagaimana bentuk tubuh gadis remaja yang saat ini mungkin sedang di gilai oleh atasannya ini.