
Ketika Niko sedang disibukkan oleh pekerjaannya. Icha juga saat ini sedang berada di kampus. Kebetulan hari ini ia kuliah sampe sore hari. Jadi Icha juga sedang disibukkan oleh kegiatan kegiatan kampusnya.
"Cha, pulang kampus nongkrong dulu yuk sama anak anak!!!. Hari ini kan hari ulang tahunnya ketua kelas kita".Ajak salah satu gadis teman satu kelasnya Icha.
" Wah, selamat ulang tahun ya wen, doanya yang terbaik aja buat kamu".Ucap Icha sambil tersenyum.
"Thanks you Icha. Kadonya mana??? ".Sahut ketua kelas itu sambil sedikit menggoda Icha. Bahkan ia menyodorkan tangannya kearah Icha meminta hadiahnya.
Dan disambut gelak tawa oleh pengisi kelas itu. Beruntungnya Icha berada di kelas yang sangat kompak. Dan saling peduli satu sama lainnya. Bahkan kebanyakan dari mahasiswa di kelas itu adalah kumpulan orang orang tajir sejak lahir.
Tapi meskipun mereka semua orang orang berada. Dan ada sebagian yang memang mengandalkan beasiswa. Namun, mereka tidak ada yang namanya kesenjangan sosial. Mahasiswa itu pun tidak pernah menrendahkan derajat. Ataupun mempermasalahkan kehidupan ekonomi keluarga.
"Kadonya nyusul deh".Jawab Icha sambil menepuk bahu temannya itu.
" Wah, jadi gak sabar nih dapat hadiah dari Icha".Serunya seraya terkekeh .
"Huh, ngarep banget sih loe wen".Cibir salah satu temannya yang lain.
" Biarin, kan jarang jarang gue dapat kado ultah dari cewek".Jawabnya dengan lantang.
Suara sorak sorai di kelas itupun langsung ramai. Karena mereka semua tertawa terbahak-bahak. Karena ketua kelas mereka itu memang jomblo akut. Bahkan sudah kerap kali mencoba mendekati wanita tapi selalu ditolak. Beruntung orangnya cerdas jadi meskipun dekil, hitam dan jelek. Masih ada yang bisa di banggakan darinya.
"Ayo cha ikutan dong kumpul bareng kita kita pulang kuliah nanti!!!. Sekali kali lah".Ucap salah satu teman yang lainnya.
__ADS_1
" Aduh, gimana ya".Icha sedikit ragu karena sekarang status nya adalah seorang istri. Bukan wanita lajang lagi. Yang kemana mana harus meminta izin suaminya terlebih dahulu. Tapi meskipun ia izin pasti Niko tidak akan memberinya izin juga.
"Kenapa Cha???. Loe sibuk atau udah ada janji gitu??? ".Tanya Salah satu gadis yang lainnya lagi.
Icha hanya menganggukkan kepalanya saja. Karena ia rasa belum saatnya teman teman kampusnya tahu. Jika ia sebenarnya sudah menikah. Bukan maksud Icha untuk menutupi status pernikahan nya. Tapi Icha hanya tidak mau semua orang di kampus tahu jika suaminya adalah CEO perusahaan Erlangga yang baru.
Icha belum siap di jadikan tranding topik pembicaraan semua orang. Icha juga lebih tenang kehidupan pribadinya tidak terekspos publik. Karena akan lebih nyaman tanpa bayang bayang orang orang yang bermuka dua.
Icha ingin persahabatan nya dengan teman teman nya tulus dan murni dari hati. Bukan karena jabatan dan kekuasaan suaminya dan keluarin besar mertuanya.
"Yaa sayang sekali. Padahal kan seru kalo kita rame rame perginya".
" Next time deh, aku ikutan kalian ".Jawab Icha sambil tersenyum.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 wib. Dimana Niko juga baru saja keluar dari ruangan meetingnya.Dan langsung menuju kearah pintu lift. Niko melangkah dengan sedikit terburu buru. Karena ia harus menjemput istrinya yang mungkin saja sudah mulai keluar kampus.
Setelah meminta izin pada Daddy nya dan juga Jery CEO perusahaan Bagaskara group. Niko pun langsung pergi meninggalkan perusahaan. Ia memilih menyetir mobilnya sendiri. Daripada harus membawa sopir. Sebab jika sedang bersama istrinya Niko tidak mau ada yang mengganggu mereka.
Drt.... drttt...
Ponsel Niko berdering saat ia sedang fokus pada setir mobilnya. "Iya Halo Assalamu'alaikum sayang".Sapanya dengan pelan.
" Waalaikumsalam. Bang, Icha udah di depan kampus nih. Apa masih lama???. Kalau abang masih banyak pekerjaan, Icha bisa pesen taksi kok bang".
__ADS_1
"No, sayang!!!. Jangan kemana mana, okey!!!. Abang udah dijalan nih, bentar lagi sampe kok".Jawab Niko cepat
" Oh yaudah, Icha tungguin di halte depan aja ya. Soalnya Icha udah ada di parkiran nih".
"Iya sayang, tapi ingat jangan pergi dulu sebelum abang sampe sana!!! ".
" Iya bang... Iya..."Sahut Icha sambil mengulum senyumnya. "Abang hati hati ya nyetirnya!!!. Jangan ngebut ngebut loh!!! ".
" Okey aman sayang. Paling hanya 10km/jam".Jawab Niko sambil menarik sudut bibirnya sendiri.
"Apanya itu, sisanya??? ".Jawab Icha lagi.
Langsung terdengar suara kekehan pelan dari seberang telpon. Yang bisa ditebak jika saat ini Niko pasti nampak terkekeh senang karena berhasil membuatnya kesal.
" Jangan aneh aneh bang, Icha gak mau jadi janda muda loh".Ucap Icha yang masih terlihat kesal.
"Benarkah???".Tanya Niko mulai tersenyum licik.
" Yailah bang, masak belum punya anak udah jadi janda sih. Kan Icha juga belum... "Icha langsung membungkam mulutnya sendiri. Karena ia telah bodoh hampir saja keceplosan.
" Belum apaan cha??? ".Tanya Niko sambil mengulum senyumnya. Ia sengaja menggoda Icha karena ia sudah tahu arah pembicaraan Icha barusan.
" Udah dulu ya bang, fokus aja nyetirnya biar aman!!! ".Ucap Icha dan langsung memutuskan panggilan telepon nya sepihak. Karena ia gugup sendiri saat ini.
__ADS_1