
Tiga hari berlalu sejak dimana Shasa dan Candra pulang dari puncak. Satu minggu lagi adalah hari perpisahan sekolah dan sekaligus pengumuman pelulusan. Shasa juga dua hari selalu mantap dirumah. Ia sedikitpun tidak minat untuk keluar. Atau sekedar hangout bersama sahabat nya.
Hari ini bahkan Shasa juga enggan untuk beranjak dari ranjangnya. Padahal matahari sudah condong keatas. Bahkan ketukan pintu dari luar serta teriakan Mommy nya. Tak Shasa hiraukan sama sekali. Ia hanya menyahut dengan mengiyakan saja.
"Shasa sayang, Mommy akan kerumah Grandma,Apa kamu tidak ingin ikut Mommy??? ".
Cinta kembali berteriak sembari terus mengetuk pintu kamar putrinya.
Ceklek...
Entah ketukan yang keberapa kalinya. Shasa baru membuka pintu kamar nya. Dengan penampilan yang terlihat masih bau bantal. Bahkan gadis itu sama sekali belum mencuci mukanya sama sekali.
" Ya Ampun... Ini beneran anak gadis Mommy??? ".Cinta terlihat heran akan sikap putrinya setelah pulang dari puncak.
Shasa nampak tak bersemangat sama sekali. Entah apa yang membuat dirinya begitu. Cinta pun tak paham.
" Mommy pergi saja!!!. Shasa tidak minat kemana mana".Tutur Shasa lesu.
"Kalau tidak ikut, setidaknya kamu mandi sana!!. Masa putri Mommy penampilan nya seperti ini?. Udah kayak orang habis di serang malam pertama saja".Ledek Cinta sambil menggeleng kan kepalanya.
" Yes Mom. Sana Mommy pergi saja!!!. Shasa mau renang saja".Jawab Shasa sembari berbalik badan dan kembali masuk kedalam kamarnya.
"Mommy tidak akan lama sayang. Kamu dirumah sama bibik saja!!. Bang Nikki juga sedang pergi bersama Daren dan juga Lulu serta Luna".Cinta sedikit berteriak agar Shasa mendengar nya.
"Iya Mom. Shasa masih bisa denger".
🌿🌿🌿🌿🌿
Hampir satu jam lebih Shasa berenang seorang diri. Ia juga nampak tidak berselera untuk mengisi perutnya hingga jam menunjukkan hampir jam makan siang.
" Non bibik izin ke supermarket dulu ya sebentar ".Pamit art dengan satu orang temannya.
Shasa pun hanya menganggukkan kepalanya saja sembari tersenyum. Ia tidak pernah melarang art nya untuk keluar atau mencari udara segar. Di rumah ini hanya tinggal dua Art saja. Karena yang lainnya sedang cuti pulang kampung.
Shasa pun kembali naik menuju lantai atas. Masih dengan memakai baju renang yang sudah ia lapisi dengan handuk kimononya.
Shasa memutuskan untuk kembali membersihkan dirinya, dibawah guyuran air shower. Karena perutnya juga sudah sangat lapar. Jadi, ia tidak akan lama dalam ritual mandinya kali ini.
Tak lupa juga gadis itu sambil menghidupkan musik dangdut. Ia bahkan mandi sambil berjoget ria. Sembari memgusapkan spon yang sudah ia taburi sabun cair. Untuk membasuh kulit tubuhnya.
__ADS_1
Shasa tak henti hentinya menyanyikan lagu dangdut.
Abang pilih yang mana....
Perawan atau janda....????
Perawan memang menawan
Janda lebih menggoda
Abang pilih yang mana
perawan atau janda
Perawan memang cantik
Janda lebih menarik
Kalau abang pilih perawan
Masih muda masih segelan
Belum berpengalaman....
Kalau abang pilih janda
Sudah pasti lebih dewasa
Sudah bermain cinta
Banyak pengalamannya
Abang pilih yang mana
Perawan atau janda
Perawan memang bohai
Janda lebih aduhai...
__ADS_1
"Awas saja kalau sampai pilih janda. Aku akan membunuhmu Mickey Mouse".Gerutu Shasa sambil mengepalkan tangannya.
" Enak saja, kau sudah menyentuhnya sudah...."Shasa langsung menghentikan ucapannya. ".Arrrgghhh... " Shasa kembali mencebikkan bibirnya sembari menghentak hentakkan kakinya di lantai kamar mandi.
"Bisa gila aku lama lama begini".Guman Shasa sambil melilitkan handuknya di tubuh mulusnya itu.
Shasa pun langsung keluar dari dalam kamat mandi. Dengan penampilan yang sudah nampak segar. Lalu ia juga segera masuk kedalam ruangan walk in closet.
Disana juga Shasa masih sambil menyanyi. Lagu yang dangdut sambil berjoget joget. Dan sesekali goyang ngebor layaknya biduan panggung.
"Cintaku klepek-klepek sama dia..
Sayangku Klepek-klepek sama dia...
Cintaku klepek-klepek sama dia
Sayangku klepek-klepek sama dia
Beginilah kalau sedang jatuh cinta
Mata ngantuk jadi melotot
Teleponan bicara yayang-yayangan
Pulsa habis jadi pengen nangis...
Cintaku Klepek-klepek sama di....
Shasa langsung menghentikan suaranya. Kini wajahnya nampak terkejut dengan mata yang melotot seperti akan keluar dari tempatnya. Lagi lagi Shasa tak bergeming saking terkejutnya.
"Bang Candra".Lirih Shasa syok.
Candra hanya menatap nya dengan jakun yang sudah turun naik. Bagaimana tidak, penampilan Shasa saat ini membuat jiwa kelelakian nya bangkit. Tubuh mulus Shasa langsung menghipnotis dirinya. Sangat sayang jika di biarkan begitu saja.
" Keluar bang!!!. Kenapa abang bisa masuk kesini?? ".Shasa masih belum sadar jika saat ini ia masih memakai handuknya. Bahkan dalaman nya saja baru segitiga yang ia pakai.
Karena tadi ia saking asyiknya menyanyi. Sampai lamban untuk mengganti pakaian nya. Bahkan Candra masuk pun ia tidak tahu.
Shasa sangat panik bukan main. Ia takut jika kedua orang tuanya melihat Candra berada di dalam kamarnya. Maka bisa panjang urusannya.
__ADS_1
Tapi yang di usir keluar malah nampak santai saja. Ia bahkan terlihat mengangkat sudut bibirnya licik.