
Namun yang ditanya hanya diam tanpa terlihat berniat ingin menjawab pertanyaan asisten nya. Membuat Sang asisten semakin penasaran saja.
"Kau akan tahu sendiri jawaban nya nanti Tom".Sahutnya sambil menepuk bahu asisten nya itu.
" Tuan, apa anda akan kembali ke apartemen itu lagi malam ini???? ".Seru pria yang bernama Tomy, pria yang selalu setia di samping atasannya sejak dulu.
Bahkan Tomy adalah satu satunya orang yang tahu bagaimana kehidupan atasannya dulu hingga sekarang. Bagaimana dia bisa bangkit dan berjuang. Dan bagaimana juga pria itu bisa kembali hidup setelah mengalami kecelakaan dengan kondisi yang sangat parah.
Intinya Tomy adalah kunci dari semua ini. Dan dia juga yang tahu bagaimana atasannya itu bisa terlibat dengan keluarga Erlangga sampai sekarang.
"Siapkan mobil, Kita akan pergi ke Bogor !!! ".Perintah pria itu sambil melangkah lebih dulu.
" Malam ini juga tuan??? ".
Sang Asisten nampak sedikit terkejut. Karena tidak biasanya atasannya mau ke Bogor. Apalagi tengah malam begini.
" Saya sudah lama tidak mengunjungi ibu Imah".Jawabnya santai.
Asisten Tomy hanya bisa mengangguk kan kepalanya saja. Karena ia tahu apa yang dilakukan oleh atasannya itu adalah yang terbaik untuk mereka juga.
🌿🌿🌿🌿🌿
Keesokan harinya saat jam sudah menunjukan pukul 07.00 wib. Shasa baru menggeliat dan mulai mengerjapkan matanya.
__ADS_1
Hooaaammm....
Shasa menggeliat sambil menyingkirkan selimut nya. Membuat Cinta yang sejak semalam selalu berada di samping putrinya itu nampak tersenyum. Karena Shasa belum menyadari jika ada Mommy nya di samping tempat tidurnya.
"Mommy... ".Shasa nampak terkejut ketika ia menoleh ke samping ternyata ada Mommy yang meletakkan nampan berisi sarapan.
" Pagi sayang nya Mommy. Kamu udah bangun, hm?? ".Cinta tersenyum sambil duduk di bibir ranjang. Menempelkan punggung tangan nya ke jodad Shasa. Lalu Cinta juga mengambil alat pengecek suhu tubuh.
" Mommy ngapain sih?. Memangnya Shasa Demam apa??? ".Shasa mengerucutkan bibirnya cemberut.
" Kamu semalam memang demam sayang. Makanya Mommy tidur dikamar kamu, Apa kamu tidak ingat??? ".Cinta bertanya seraya meletakkan kembali alat suhu tubuhnya.
Shasa hanya menggeleng kan kepalanya saja karena ia juga belum ingat apapun. Tapi , beberapa saat kemudian Shasa langsung melotot sempurna.
" Sayang kamu kenapa tiba tiba teriak begitu??? ".Cinta pun ikutan panik ketika Shasa malah menjambak rambutnya sendiri.
" Mom, siapa yang bawa pulang Shasa semalam???. Dan Yang gantiin baju Shasa siapa Mom??? ".Bukannya menjawab Shasa malah bertanya balik.
" Oh astaga Shasa, Kenapa mesti teriak segala sih?. Yang gantiin baju kamu itu bibik. Dan bukannya semalam kamu ketemu sama asisten nya bang Niko. Jelas Miki lah yang nganterin kamu pulang. Lagian kalian berdua juga sempat kerumah sakit kan? ".Cinta menjawab sambil tersenyum.
" Kenapa?. Asisten abang Niko ganteng ya? ".Cinta malah menggoda putrinya sambil menaik turunkan alisnya.
" Wait Mom!!! ".Shasa nampak sedikit bingung. " Jadi pria itu asisten nya bang Iko Mom? ".Shasa mulai nampak antusias untuk bertanya. Dan Cinta pun langsung menganggukkan kepalanya jujur.
__ADS_1
" Oh my god".Shasa menepuk jidad nya sendiri. Dan ia pun menggigit bibir bawahnya. Kala otaknya kembali memutar memory semalam. Tentang kebodohannya sendiri.
"Mampus gue".Batin Shasa dalam hati.
Dan tanpa banyak bicara lagi Shasa langsung bangkit dari tempat tidurnya. Dia lari ke kamar mandi dengan berlari.
" Shasa sayang, pelan pelan!!!. Kamu kenapa sih kayak dikejar setan saja?. Apa semalam kamu udah berciuman dengan Miki??? ".Celetuk Cinta dengan sedikit berteriak. Bahkan Cinta berucap sambil mengulum senyum gelinya.
" Mommy, berhenti berpikiran mesum!!! ".Jawab Shasa yang kini sudah berada di dalam kamar mandi.
" Sorry sayang! ".Cinta kembali terkekeh.
" Kau belum tahu saja sayang rasanya mesum itu bagaimana?. Kalau sudah tahu, hem. Mommy jamin kau akan ketagihan juga".Guman cinta sambil tersenyum senyum membayangkan masa mudanya dulu.
Sedangkan di dalam kamar mandi. Saat ini Shasa langsung membuka piyama tidurnya. Hingga tubuh nya hanya polos dengan bungkusan jeroan nya saja.
"Haiss... Sial... " Shasa menepuk jidad nya sambil menggigit kukunya. Berulang kali Shasa mengusap wajahnya dan mengacak acak rambutnya sendiri.
"Ahhh, Gue udah ternodai.. Hiks... hiks... ".Lirih Shasa mengacak acak rambut panjangnya. " Oh Tuhan bibir gue udah gak suci lagi".Guman Shasa sambil memegangi bibirnya.
Tapi sedetik kemudian Shasa malah tersenyum . Kala ia ingat kejadian semalam. Dimana ia malah seperti gadis liar yang menggoda seorang pria.
"Sadar Sha!!. Sadar!. Loe bisa di belah dua oleh Daddy dan abang abang loe. Jika mereka tahu apa yang loe lakukan semalam".
__ADS_1
Shasa menggeleng kan kepalanya berulang kali. Ketika otaknya kembali konek pada kejadian semalam. " Aahh, kenapa rasanya masih begitu melekat disini? ".Guman Shasa sambil cekikikan seperti orang stres saja.