
Keesokan harinya, Niko sudah berpenampilan rapi lengkap dengan jas kerjanya. Padahal jam di dinding masih menunjukkan pukul setengah enam. Icha yang semalam susah tidur kini harus terjaga. Di saat suaminya membelai rambut panjangnya.
"Abang udah mau berangkat?. Kenapa gak bangunin sayang??? ". Icha buru buru bangun berniat akan beranjak dari ranjangnya. Namun, gerakan tubuhnya di tahan oleh suaminya.
" Gak perlu bangun kalau masih mengantuk. Dan gak usah antar abang sampai kebawah!. Koper juga sudah abang suruh bibik buat bawa ke mobil". Niko mengecup kening istrinya.
"Berapa hari disana??. Jangan lama lama perginya!! ". Belum juga berangkat Icha malah sudah mengajukan protesnya.
Niko mencubit hidung istrinya. Sembari kembali mendaratkan kecupan singkat di bibir sang istri manjanya. Dan Icha begini sejak pertama kalinya ia dinyatakan hamil anak keduanya ini.
" Tidak akan lama sayang. Paling cuma satu minggu saja. Abang mana bisa lama berjauhan dengan kalian". Niko tersenyum teduh membuat Icha hanya bisa menganggukkan kepala lesu.
Akhir akhir ini Niko terlalu sering pergi keluar kota. Bahkan keluar Negeri. Hampir tiap bulan dan kadang dua minggu sekali ia pergi keluar kota dan Keluar Negeri. Tapi, mau bagaimana lagi. Kesibukan Niko semakin meningkat. Saat proyek barunya dan juga bisnisnya semakin berkembang pesat. Belum lagi sekarang ia tengah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang sedang naik daun di Singapura.
__ADS_1
Bahkan perusahaan nya di New York sedang berkembang pesat. Hingga ia harus rela bolak balik keluar Negeri setiap bulannya. Selain itu, Niko juga belum menemukan orang yang tepat untuk ia percaya menjalankan perusahaan nya di sana.
"Abang pergi sama siapa???. Sekretaris abang itu ya??? ". Sejak kapan Icha mulai posesif seperti ini. Bahkan dari nada bicaranya saja, Seperti nya Icha sedang cemburu.
" Sayang, ak...
"Pokoknya abang harus ganti sekretaris!!. Cari sekretaris pria saja!!. Aku tidak mau abang dekat dengan wanita lain, apalagi harus bolak balik ke luar Negeri dan keluar kota dengan dia". Icha terus saja cerocos dengan segala keluh kesahnya. Ia juga tidak tahu sejak kapan ia mulai mempermasalahkan tentang sekretaris suaminya.
Padahal selama ini Niko dan sekretaris nya juga tak menyimpang. Mereka sama sama konsekuen dengan pekerjaan. Dan tidak pernah ada skandal apapun. Bahkan itu juga diketahui oleh Icha. Tapi, entahlah?. Kenapa tiba tiba ia malah jadi curigaan begini.
" Masih bau jigong ". Lirih Icha sembari menutup mulutnya sendiri.
Niko malah langsung menarik tekuk leher istrinya Dan menyingkirkan tangan Icha dari bibirnya. Lalu tanpa permisi lagi Niko pun menyambar bibir istrinya. Dan ********** membuat bibir istrinya menjadi basah akibat ulahnya.
__ADS_1
"Eumm... ".
Icha tersengal sengal akan pagutan bibir yang tertaut dengan bibir sensual suaminya itu. Membuat Icha mendorong pelan dada bidang Niko. " Gak bisa nafas bang". Kesal Icha memanyunkan bibirnya ketika ciuman panas itu terjeda.
"Haha, makanya jangan ada penolakan lagi!!! ". Jawab Niko santai.
" Udah sana, nanti kesiangan ketinggalan pesawat loh bang!!! ". Goda Icha sambil mengulum senyumnya.
"Kamu lupa sayang, kalau aku...
"Punya jet pribadi sendiri". Potong Icha cepat membuat Niko tersenyum.
Setelah menjalani perdebatan singkat dengan sebuah candaan. Dan juga ciuman panas Niko. Akhirnya Niko pun pamit pada istrinya karena sopirnya pun sudah menunggu nya sejak beberapa menit yang lalu. Belum lagi sang sekretaris nya yang sudah berada di Bandara sejak tadi.
__ADS_1
Niko tidak mengizinkan istrinya untuk mengantarkannya sampai teras seperti biasanya. Karena Niko tahu Icha masih sangat lelah. Lelah karena semalam ia meminta jatahnya. Dan belum lagi Icha gelisah tidak bisa tidur. Dan istrinya itu baru bisa lelap saat jam empat subuh.
Pria tampan itu keluar dari kamarnya dengan membawa ponselnya. Lalu ia masih sempat masuk kedalam kamar sang putra. Untuk pamit juga dengan Sean. Meskipun Sean masih sangat pulas tidurnya.Namun, setidaknya Niko sudah berpamitan. Karena dalam waktu satu minggu kedepan ia juga tidak bisa bermain dulu dengan putra tampan nya itu.