
Perusahaan BW group adalah perusahaan yang terkenal dua tahun terakhir ini. Karena selain perusahaan nya yang sangat terkenal teliti. Bahkan berkembang pesat hanya dalam kurun waktu satu tahun mulai berdiri.
Selain itu juga perusahaan BW group yang awalnya bergerak dalam bidang entertainment sekarang Property dan kali ini kabarnya sudah menjalar pada bidang pertambangan juga.
Selama ini Anton ternyata juga sudah mengamati perusahaan tersebut. Memang ada niat dalam hatinya untuk mengajukan kerjasama dengan perusahaan itu. Tapi Anton sedikit ragu, sebab kabar yang beredar Ceo Perusahaan BW group. Sangat introvert, dan tidak mudah untuk di temui.
Bahkan banyak partner bisnisnya yang jarang bisa bisa bertemu langsung dengan pemilik perusahaan itu. Hanya sangat asisten yang selalu meng-handle semua masalah dan juga janji temu dengan rekan bisnis nya.
Selain itu juga ada rumor yang beredar jika pemilik perusahaan itu adalah seorang Mafia yang tidak tak tersentuh oleh hukum.
"Anda sangat berlebihan tuan Anton. Saya juga pembisnis biasa yang masih dibawah sepak terjang anda tuan".Sahut Candra merendahkan diri.
Baru kali ini Anton bisa klop dengan pemimpin perusahaan yang baru pertama kalinya ia kenal. Anton dapat menilai jika sebenarnya semua rumor yang beredar itu adalah gosip belaka.Karena ketika ia berhadapan dengan pemimpin perusahaan nya langsung. Anton melihat rasa empati, tegas, penuh wibawa serta seseorang yang bertanggung jawab. Itulah yang Anton lihat dari pria itu.
Tapi Anton juga melihat ada guratan kesedihan yang mendalam. Yang tersimpan rapi dalam dirinya. Tapi Candra bisa menutupi nya dengan sikapnya yang dingin dan tegas.
__ADS_1
"Apa anda sudah mempunyai pasangan tuan Candra?. Em, maaf tuan maksud saya calon istri setelah Melati meninggal? ".Tanya Anton tiba tiba.
Candra terlihat tersenyum tipis. " Saya belum menemukan yang cocok tuan untuk menjadi pendamping hidup saya".Jawabnya jujur.
"Jika anda berkenan maka saya akan sangat rela meminang putri kesayangan anda tuan Anton Erlangga". Batin Candra dalam hati.
Sedangkan Anton juga berucap sendiri dalam hatinya. " Seandainya Shasa sudah dewasa dan cukup umur untuk menikah. Mungkin aku akan menjodohkan mu dengan putri kesayangan ku. Tapi karena Shasa masih dibawah umur aku takut jika kalian akan salah haluan ". Guman Anton dalam hatinya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Di sebuah villa yang langsung memperlihatkan indahnya ombak dan semilir angin di pantai. Villa mewah yang akan sangat cukup diisi oleh satu keluarga besar.
Villa itu adalah milik Anton, mereka sengaja memberikan tiket honeymoon untuk pasangan pengantin baru itu. Meskipun usianya mereka tidak muda lagi. Tapi Anton dan Cinta berharap jika keduanya kelak bisa hidup bahagia. Layaknya pasangan suami istri lainnya.
Tia yang baru saja menyusun semua barang barangnya di dalam lemari. Karena mereka baru saja tiba satu jam yang lalu di villa itu. Sedangkan Edo hanya memperhatikan istrinya dengan duduk bertopang kaki di kasur empuk yang ada di dalam kamar itu.
__ADS_1
"Kenapa aku baru sadar jika ada seorang wanita secantik dirimu sayang".Sepertinya Edo sudah mulai mengeluarkan kata kata rayuan mautnya untuk memuji sang istri.
" Jangan membual mas, Aku tidak mudah termakan rayuan receh mu itu".Sahut Tia sambil mengulum senyumnya.
"Siapa yang membual sayang. Aku hanya bicara faktanya saja".
Edo pun segera menghampiri istrinya yang sedang merapikan koper nya. Setelah tadi ia memasukan semua barang barangnya kedalam lemari kaca itu. Karena mereka akan sedikit lama di Bali. Mungkin satu sampai dua minggu.
Paket liburan yang Anton dan Cinta berikan sayang kalau tidak dipakai. Karena sepasang suami istri itu pun tidak tanggung tanggung memberikan kado atas pernikahan mereka berdua.
Selain paket liburan. Cinta dan Anton juga memberikan mereka sebuah mobil mewah pengeluaran terbaru lagi. Daren juga sangat mendukung Mommy dan Daddy nya.
"Sayang, kita disini kan untuk honeymoon bukan untuk sekedar menyusun barang barangmu saja".Ucap Edo mulai memberi kode.
" Lalu??? ".Sahut Tia pura pura tidak paham.
__ADS_1
" Tentu saja membuatkan adik untuk Daren sayang".Sambil berkata begitu, Edo pun sambil mengangkat tubuh istrinya dan melangkah menuju kasur empuk itu.