Posesif Husband

Posesif Husband
Ledekan Shasa


__ADS_3

"Abang kenapa sih??? ".Shasa pun menatap wajah suaminya yang sejak tadi selalu di tekuk bagaikan jemuran pakaian yang belum disetrika saking kusut nya tuh muka.


Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit karena tadi Mommy Cinta menelpon nya. Sebab, Keponakan nya sudah lahir dengan selamat.


" Bang... Abaaanggg".Shasa terus saja menggoda suaminya. Seolah ia tidak tahu apa yang membuat suaminya itu terlihat tidak bersemangat seperti itu.


Padahal Shasa sangat paham. Jika tadi suaminya itu sudah ingin membuka segel miliknya. Tapi karena ketukan pintu. Membuat Candra mengupat kesal.


Candra hanya melirik sekilas, lalu kembali fokus pada ponsel miliknya. Sedangkan Tomy yang fokus menyetir hanya bisa mengulum senyumnya saja. Sebab, ia tahu apa yang ada di dalam otak bos nya itu.


"Tomy... Bulan ini gajimu aku potong 20 persen".Ucap Candra dengan suara tegasnya.


" Maaf tuan, saya tidak bermaksud...


"30 persen".


Tomy hanya bisa menghela nafasnya berat. Karena jika ia membantah lagi. Bisa bisa gajinya akan habis . Dan tidak terima gaji lagi di bulan ini. Jadi, akan lebih baik jika dirinya bungkam.


" Uuhh, Zaman sekarang kalau suami belum dapat jatah dari istri, kok harus potong gaji asisten nya sih".Guman Shasa pelan dengan nada bicara yang Sengaja menyindir.


"Aku mendengar mu Neysha Erlangga Putri".Jawab Candra datar.


" Memangnya aku bicara apa barusan???. Aku saja lupa".Shasa benar benar mulai menguji kesabaran seorang Candra yang berat ujung tapi tidak tertuntaskan.


"Tomy malam ini kita langsung kembali ke mension saja!!! ".Seru Candra dengan nada penuh perintah.

__ADS_1


" Baik tuan".


"Wah, sepertinya malam ini akan jadi malam yang panjang bagiku".Seloroh Shasa sambil menatap kearah luar jendela mobil.


Tomy langsung menahan tawanya saat mendengar ucapan nona mudanya. Membuat Candra kembali menatap nya dengan sangat tajam.


" Tomy, kau tahu dimana beli obat untuk menaikan stamina??? ".Tanya Shasa tiba tiba dengan nada bicara yang sedikit menyindir.


" Untuk apa nona??? ".


" Tentu saja untuk suamiku ini. Sepertinya ia butuh obat itu secara kan dia sudah mau kepala empat. Siapa tahu nanti dia loyo di tengah jalan ".


" Mmppprttt.... ".Tomy menahan tawanya yang serasa akan meledak. Karena istri bos nya itu benar benar tidak ada takut takutnya untuk membuat seorang Candra kesal.


Candra juga kini sudah memegangi dagu sang istri, agar Shasa menatap wajahnya. Dan satu kecupan mendarat sempurna dibibir ranum itu.


Cup...


" Kau meremehkan tenagaku?. Hm? ".Tanya Candra setelah ia menjeda kecupan nya. Yang pastinya akan menjadi sebuah ciuman panas jika di lanjutkan.


" Aku tidak sedang meragukan mu cintaku. Tapi sedikit antisipasi saja. Daripada sedang semangat semangat nya, eh malah suamiku loyo".Ledek Shasa dengan kekehan pelan nya.


Candra pun tersenyum licik. Membuat Tomy pun langsung paham. Karena Candra menjetikkan jarinya.


"Eh, kenapa kita lewat jalan ini???. Bukannya kita harus kerumah sakit? ".Shasa nampak sedikit bingung.

__ADS_1


Karena jalanan yang mereka lewati saat ini adalah jalan menuju Mension suaminya itu. Shasa masih ingat betul saat ia dibawa ke daerah ini oleh Candra.


" Kita akan memulainya sekarang sayang".Bisik Candra sambil tersenyum penuh arti.


Shasa nampak sedikit gugup. Karena wajah suaminya saat ini benar benar nampak ingin. Apalagi ketika mobil mewah yang mereka tumpangi itu. Sudah memasuki gerbang tinggi menjulang.


"Habislah aku ".Batin Shasa yang harap harap cemas.


Candra pun turun lebih awal ketika Tomy sudah membukan pintu mobil untuknya. Lalu Candra pun berbelok kiri untuk membukakan pintu mobil istrinya.


" Abang sayang, kenapa kita ke mension???. Nanti kita di cari Mommy dan Daddy gimana??? ".Shasa berusaha membujuk suaminya. Karena jujur ia nampak gugup jika harus melakukan nya sekarang. Ia belum siap untuk hal itu. Tapi rasa penasaran nya malah semakin meningkat.


Shasa dibuat galau akan pemikiran dan juga respon tubuhnya. Berulang kali Shasa meremas ujung dresnya. Apalagi saat ia di gandeng masuk kedalam mension oleh Candra. Dan candra pun tidak menggubris ucapannya tadi.


"Bang.. Abaaaangg... " Rengek Shasa yang semakin gugup saja.


"Aku harus".Lirih Shasa pelan karena tatapan suaminya membuatnya tak berkutik.


" Kita bisa minum di kamar saja!! ".Jawab Candra santai. Pria itu pun langsung memberi kode pada pelayan.


" Haiss... Apa yang harus gua lakukan??? . Ayolah Shasa kemana nyali kamu selama ini???. Kenapa tiba tiba kaku dan canggung begini sih? ".Shasa terus berguman sendiri di dalam hatinya.


Ia juga bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa tiba tiba ia jadi seperti gadis polos dan lugu begini. Padahal selama ini sebelum menikah dengan Candra. Ia begitu beraninya dengan pria itu. Bahkan berulang kali ia terang terangan menggoda Candra. Tapi sekarang ia malah seperti ketakutan sendiri.


Candra yang tau jika saat ini istri kecilnya itu sedang gugup. Karena tangannya sangat terasa dingin dan berkeringat. Tapi hal itu justru membuat Candra semakin terpancing untuk melakukan nya sekarang juga.

__ADS_1


__ADS_2