Posesif Husband

Posesif Husband
Tamu


__ADS_3

Satu Minggu...


Icha tampak duduk di salah satu kursi yang ada di taman belakang rumahnya. Saat ini tatapan wanita itu sedang terfokuskan pada putranya yang masih saja asyik bermain dengan mengikuti tukang kebun merumput.


Sean mengambil cacing dan melemparkan nya pada sang babysitter. Membuat kedua babysitter nya langsung lari terbirit birit karena geli akan hewan kecil dan tampak lembek itu.


"Sean, No!!. Nanti suster gak mau main lagi sama Sean loh". Teriak Icha menatap kearah sang putra.


Namun, ekspresi wajah putranya malah hanya cuek saja. Ia malah memgangkat bahunya acuh. Membuat tukang kebun itu ikut terkekeh akan ulah anak majikan nya ini.


Icha melirik arloji di pergelangan tanganny. Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.Tapi, suaminya juga belum ada tanda tanda pulang. Padahal katanya ia hanya satu Minggu saja perginya. Tapi, sampai hari ini Niko juga belum menampakkan batang hidungnya.


Nomor nya juga sejak pagi tadi tidak bisa di hubungi. Bahkan chat yang dikirim oleh Icha sampai sekarang belum terkirim juga. Ingin sekali rasanya Icha berpikir santai dan tidak menganggu pekerjaan suaminy. Namun, nyatanya hidup berjauhan dengan Niko membuatnya malah kesepian.


Meskipun Sean sudah bisa di jadikan teman. Belum lagi dirumah memang banyak pelayan dan para pekerja. Tapi, Sean kadang hanya membuat ulah saja. Dan pada akhirnya Icha harus memanjangkan lehernya untuk menegur sang putra.


Ingin sekali pergi jalan jalan keluar tapi Icha juga males tidak ada yang menemaninya. Karena terbiasa selalu pergi bersama suaminya. Kini, suami nya juga sedang sibuk mengelola bisnis.

__ADS_1


Sedangkan Mommy Cinta yang tak pernah absen datang kerumah mereka. Saat ini sang Mommy mertua juga sedang berada di Korea bersama Daddy mertuanya. Mengunjungi kedua orang tua Mommy Cinta disana.


Helaan nafas pelan Icha begitu terdengar membosankan. Karena ia juga terbiasa bekerja dan pulang kerumah jika sudah sore hari. Namun, saat hamil seperti sekarang ini. Niko malah tidak membiarkan nya untuk bekerja. Sebab, kehamilan kedua Icha juga membuat fisiknya lemah.


"Nyonya di depan ada tamu". Ucap sang art menghampiri Icha.


" Tamu". Guman Icha bingung karena ia juga sedang tidak mengundang siapa pun. Selain menantikan kepulangan suaminya. "Siapa bik??? ".


" Aduh, maaf nyonya bibi lupa nanya namanya.Tetangga sebelah Nyonya. Mereka baru pindah tiga hari yang lalu".Art itu menjelaskan dengan semua yang ia ketahui. Karena ia juga sempat melihat tetangga baru majikannya itu.


"Oh, yasudah. Tolong buatin minum ya bik!".


Icha pun bangkit dari duduknya. Tapi saat Icha akan melangkah Sean malah memanggil nya. "Mama... Mau kemana??? ".


" Mama masuk dulu ya, Sean boleh lanjutin main nya sama suster!!. Nanti kalau mau susul Mama kedalam Sean harus cuci tangan dan kaki nya !!!. Ucap Icha yang membuat Sean langsung menganggukkan kepalanya dan kembali berlari kearah taman.


Sedangkan Icha pun tersenyum sembari melangkah masuk kedalam rumah. Ia juga begitu penasaran akan tetangga barunya itu. Sebab, ia memang belum keluar rumah sejak suaminya berangkat tempo hari.

__ADS_1


Icha menatap punggung seorang wanita dengan rambut pendek sebahu. Yang saat ini tampak sedang membelakangi nya. Dari penampilan nya Icha bisa menebak jika wanita itu bukan dari keluarga biasa. Karena semua barang yang ia pakai juga bisa Icha pastikan bukan kw.


"Maaf menunggu lama si...


Suara Icha menghilang begitu saja karena ia langsung melotot sempurna dengan mulut yang menganga melihat wajah wanita yang sangat ia kenal itu.


" Ratih...


" Alysah... ".


Keduanya sama sama berteriak saat mereka saling tatap satu sama lainnya. Lalu Icha pun langsung segera menghampiri wanita itu dengan perasaan yang tak di duga duga.


" Yaa Allah ini beneran kamu kan Cha?? ".Wanita itu tampak terkejut melihat penampilan Icha yang baginya sangat berbeda. Meskipun kesederhanaan tetap terlihat pada bumil itu.


" Kamu pikir siapa???. Ya jelas aku lah". Icha dan Ratih saling berpelukan. Menghapus rasa rindu karena sudah lama sekali tidak saling ketemu ataupun hanya untuk bertegur sapa lewat media.


Ratih adalah sahabat Icha waktu ia masih kuliah di Bandung dulu. Hubungan keduanya terjalin sangat erat. Bahkan kemana mana mereka selalu berdua.

__ADS_1


"Kamu juga udah beda banget Ratih. Kemana aja selama ini???". Tanya Icha ". Ayo mending kita duduk dulu deh biar enak ngobrolnya!!! ".


__ADS_2