Posesif Husband

Posesif Husband
Lega Tanpa Rasa Was Was


__ADS_3

"Kamu kenapa sayang???. Senyam senyum begitu?? ".Tanya Anton saat Cinta datang menghampiri putri dan juga suaminya yang saat ini masih duduk di salah satu meja makan kantin rumah sakit.


Bahkan Shasa menunggu sudah menghabiskan dua mangkok bakso. Membuat Anton hanya bisa melongo tak percaya dengan cara makan putrinya saat ini.


"Mommy mungkin baru saja dapat arisan Dad".Shasa ikut menjawab pertanyaan Daddy nya yang mulai curiga akan gelagat sang istrinya.


Karena bukan hanya sehari dua hari saja Anton kenal Cinta. Tapi sudah hampir 26 tahun lamanya. Jadi, Anton sudah sangat paham akan gerak gerik istrinya. Namun, bukan Cintanya nama nya kalau tidak bisa mengelak dan tidak bisa memberi alasan yang tepat. Untuk menghindari pertanyaan suaminya.


"Iya by. Lumayan bisa shoping gratis. Siapa juga yang tidak mau dapat arisan ratusan juta loh By. Waw, aku seakan sedang bermimpi padahal aku pikir akan di gagal lagi. Tapi Allah itu maha segalanya".


Cinta benar benar sangat pandai memerankan perannya. Sangat cocok jadi seorang artis yang handal. Membuat Shasa ingin sekali tertawa lepas sambil memeluk Mommy nya. Sungguh akting Cinta membuat orang tidak akan curiga sedikit pun. Namun tetap saja berbeda dengan Anton. Karena ia tahu betul istrinya sedang bohong ataupun jujur.


Anton tetap saja menaruh perasaan curiga pada istrinya. Karna Anton bukanlah orang yang mudah untuk di tipu dan dibohongi. Meskipun begitu Anton tidak mau memaksa istrinya untuk jujur. Karena semua itu ada sangkut pautnya dengan masalah asisten menantunya.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


Di tempat yang berbeda juga saat ini. Tomy sudah menunggu di ujung jalan setapak yang sedikit agak sepi. Dimana jalan itulah salah satunya jalan. Yang bisa di lewati oleh Istri dan juga art nya.


Tapi sudah hampir satu jam lebih Tomy masih belum melihat tanda tanda kedatangan istrinya. Pikiran Tomy mulai panik dan khawatir kembali.


Ketakutan mulai menyuruak di hati dan pikirannya. Bolak balik Tomy mengecek sebuah tembok yang ada di ujung jalan. Dimana dari sanalah pintu itu nantinya akan terbuka secara otomatis saat orang dari dalam mulai keluar.


"Hais... Sial".Upat Tomy kesal karena sudah menunggu masih saja nihil.


Namun, jika diperhatikan dengan teliti itu akan tampak seperti geseran pintu yang bisa saja terbuka kapan saja. "Honey... Are you okay??? ".


Tomy langsung menghampiri istrinya yang baru saja keluar dari balik tembok. Dan membantunya menarik tubuh Tiara dengan sangat hati hati karena ingat kondisi istrinya yang sedang hamil.

__ADS_1


" Mas Tom Tom... Ini beneran kamu kan mas??? ".Tiara merasa tidak percaya jika ia bisa melihat suaminya kembali dengan keadaan yang masih sempurna tanpa kurang satu apapun itu.


" Aku pikir aku tidak akan bisa lagi melihatmu mas.. Hiks... hiks... ".Tiara pun langsung menabrak dada bidanng Tomy dan memeluknya erat. Seolah ia tidak mau jauh lagi dari suaminya itu.


Bik Tuti pun ikut meneteskan air matanya. Melihat majikannya saling berpelukan. Menumpahkan rasa rindu yang memang baru beberapa jam tidak bertemu.


"Honey... tenang lah!!!. Semuanya pasti akan baik baik saja".Ucap Tomy mengecup kening dan juga bibir istrinya


" Tapi mas Mama... Hiks hiks... ".Tiara kembali menitik kan air matanya karena ia masih mengira jika Mamanya benar benar di perkosaan bergilir oleh para pria tak dikenal itu.


Tomy menarik nafasnya berat. Tapi ia juga masih tidak mau jika langsung berterus terang pada istrinya. Jika memang semua ini juga rencana busuk mantan art nya sendiri. Yang entah apa saja yang di perbuat oleh Sri . Sampai sampai ia bisa membuat sebuah gang dan juga di ketuai oleh dirinya.


Saat ini bagi Tomy keselamatan istri dan juga calon baby nya adalah yang utama. Maka dari itu Tomy tidak ingin menambah beban pikiran untuk Tiara. Apalagi di saat istrinya sedang hamil muda seperti ini. Salah sedikit pun akan mempengaruhi pertumbuhan baby nya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2