Posesif Husband

Posesif Husband
Pemakaman


__ADS_3

Kesedihan yang mendalam tak akan pernah habisnya jika hati belum bisa ikhlas untuk merelakan kepergian orang orang yang kita cintai dan sayangi.


Begitulah yang dirasakan oleh Icha saat ini. Ia benar benar belum siap untuk kehilangan kedua orang tuanya. Tapi Niko tak pernah menyerah untuk membuat istrinya tenang. Begitupun juga dengan Cinta. Ia adalah sosok ibu yang sangat hangat meskipun ia memiliki sifat bar bar. Namun ia juga bisa menjadi ibu dan ibu mertua yang bisa di andalkan.


Niko juga ternyata bisa bersikap hangat. Dimana saat Icha sangat terpuruk seperti sekarang ini. Ia menjadi pria yang sangat penyayang dan juga penuh kesabaran. Untuk terus menenangkan istrinya. Wanita yang baru saja ia nikahi beberapa jam yang lalu.


Icha yang tadinya masih sangat histeris di samping pusaran pemakaman kedua orang tuanya. Kini sudah terlihat lebih tenang. Ya sekarang mereka baru saja selesai memakamkan jasad Ayah dan Bunda nya Icha. Tentu saja dengan proses dan layaknya seorang abdi negara pada umumnya. Karena Ayahnya Icha adalah seorang anggota polisi. Yang sudah mengabdikan dirinya selama lebih kurang hampir 26 tahun itu.


Dan pemakaman pak Nata di hadiri langsung oleh kapolsek serta kapolres setempat demi mengenang anggotanya sebagai aparat penegak hukum.


"Sayang, kita pulang sekarang!!! ".Niko berucap pelan sambil terus memeluk tubuh lemah istrinya.


" Aku masih ingin disini bang. Icha mau menemani Bunda dan Ayah".Icha kembali terisak dalam diam nya. Hanya buliran air mata yang nampak menetes di pipinya yang sudah sembab karena terus terusan menangis.


Keadaan makam sudah sepi tinggal ada beberapa kerabat dan juga kedua orang tua Niko. Disana juga Paman dan Bibi nya Icha yang masih ikut menunggu.

__ADS_1


"Aku tahu sayang kamu sangat kehilangan Ayah dan Bunda. Sama aku juga kehilangan kedua mertuaku. Tapi kamu juga harus tetap bertahan hidup sayang. Selain untuk membuat Ayah dan Bunda bangga kamu juga harus bertahan demi aku. Demi masa depan kita!!! ".Bujuk Niko sambil menangkup wajah sendu Icha.


" Apa kamu tidak mau hidup bahagia denganku???. Apa kamu juga tidak mau memiliki anak dan mencapai cita cita mu ???."Icha menggeleng kan kepala nya lemah. Karena ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Niko apalagi saat Niko melamarnya dan kini mereka sudah sah menikah.


"Aku tidak akan melarangmu untuk bersedih ataupun menangis sayang. Tapi satu yang perlu kamu ketahui jika Ayah dan Bunda bisa ikut bahagia di surga jika kamu bahagia disini. Tatalah kembali hati mu sayang. Sedih boleh tapi jangan berlarut larut!!!. Aku tahu kamu adalah wanita yang kuat. Jangan risau sayang!!!. Aku pasti akan selalu ada buat kamu. Aku janji!!! ".Niko kembali memasukkan Icha kedalam peluk kan nya.


Membuat Cinta ikut menangis haru akan setiap kata yang keluar dari mulut Niko. Seakan ia melihat sosok yang beda pada Niko hari ini. Dimana Niko yang selalu berwajah datar dan dingin. Bahkan terkesan sangat arogant. Jarang senyum dan jarang berbicara berlebihan jika tidak penting.


Tapi hari ini pria itu bisa berubah dari sifat aslinya. Niko bisa memperlakukan istrinya lemah lembut dan penuh kasih. Bahkan ia sangat sabar membujuk sang istri untuk tetap kuat dan tetap bertahan. Niko mampu membangun kembali semangat Icha yang mungkin sudah hancur berkeping-keping karena kehidupan kedua orang tuanya sekaligus.


" Dan pilihan nya juga tidak salah sayang. Niko memilih wanita yang tepat untuk ia jadikan istrinya".Puji Anton bangga pada putranya. Cinta pun menganggukkkan kepala nya setuju dengan apa yang diucapkan suaminya.


Mereka bisa menilai langsung jika Icha adalah sosok gadis yang baik, sopan, dan juga sangat sederhana. Jika melihat Icha mereka di ingatkan kembali akan sosok Yuni istri dari Naures menantu dari Rayen sahabatnya Anton.


Gadis lemah lembut dan selalu bertutur kata sopan. Menghormati orang tua. Dan tidak pernah menyimpan dendam pada siapapun.

__ADS_1


"Ayo sayang kita pulang!!!. Kayaknya mau turun hujan".Seru Cinta menghampiri Niko dan juga Icha.


Niko membantu Icha berdiri, dan menuntunnya keluar dari pemakaman. Kerabat jauh Icha dari Bundanya juga terlihat sangat sedih melihat kondisi Icha seperti sekarang ini.


Saat Icha sudah dibawa Niko dan juga kedua orang tuanya untuk pulang kerumah. Di ikuti oleh sanak keluarga nya. Sedangkan di belakang Paman Icha langsung menarik lengan istrinya.


"Apa apaan sih mas???? ".Tanya Bu Nila sambil menghempaskan tangan suaminya dari lengan tangannya.


" Jangan sok sedih kamu Ma. Katakan jika semua ini tidak ada hubungannya dengan kamu??? ".Sentak Paman Icha pada istrinya tapi dengan suara yang sedikit di pelan kan.


".Aduh papa sayang, Mama tidak sekejam itu. Lagian apa hubungannya dengan mama. Mas Nata dan Mbak Widia itu kecelakaan murni bukan karena ulah mama. Jangan sembarangan nuduh deh".Jawab Bu Nila tegas.


" Awas saja jika ini semua ulah mama. Papa tidak akan ikut campur dan semuanya harus mama yang tangguh sendiri.


Setelah mengucapkan itu Paman Icha langsung meninggalkan istrinya yang terlihat kesal kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2