Posesif Husband

Posesif Husband
Tunggu!!!


__ADS_3

Di dalam kamar yang sangat luas dan mewah. Shasa dibuat panas dingin. Karena sejak tadi ia mulai dibuat gila akan tubuh sempurna suaminya itu. Kulit yang begitu nampak halus dan juga terawat. Jangan lewatkan juga six pack nya. Benar benar tubuh pria yang ideal dan rajin olahraga.


Candra yang sudah membuka semua kain yang melekat ditubuh nya. Saat ini ikut menatap wajah sang istri , yang saat ini terus menatap tubuhnya dengan raut wajah kagumnya.


"Kau menyukainya??? ".


Tanpa sadar Shasa pun mengangguk kan kepalanya saja. Membuat Candra semakin gencar saja untuk menjahili istrinya itu. Candra dengan nakalnya. Kini mulai menyambar bibir sang istri dengan ciuman yang awalnya pelan, lembut kini malah semakin lama lama semakin menuntut.


Dengan gerakan tangan yang tak mau diam. Candra sudah mulai merogoh area yang akan ia masuki nantinya. Menenggelamkan tangannya dibawah sana. Anehnya Shasa malah menikmati setia sentuhan suaminya.


"Akhhh... ".


Akhirnya suara itu kembali terdengar di telinga Candra. Apalagi ia sudah melihat wajah istrinya yang mulai dipenuhi kabut gairah akan ulahnya.


Dan entah sejak kapan Candra sudah membuang semua benang yang menempel di tubuh istrinya. Hingga kini Shasa sudah polos. Menampakkan tubuhnya yang benar benar sangat menggoda iman Candra.


Beberapa saat Candra terpaku dalam rasa kagumnya. Bukit sintal yang bulat, padat berisi tapi masih sedikit mengkel. Bahkan area intinya saja masih belum sempurna ditumbuhi hutan belantara.


Masih nampak ranum dan sedap sedap gurih.


Shasa reflek menutupi nya dengan tangannya. Dengan satu tanganya yang lain juga menutup si kembar yang masih nampak terlihat dengan jelas. Shasa malu karena terus terusan ditatap oleh suaminya.


"Kenapa kau begitu sempurna sayang??? ".Lirih Candra sambil menatap wajah cantik istrinya. Candra tak menyangka jika ia bisa menikahi gadis muda seperti Shasa. Putri seorang pengusaha terkenal dan juga dari keluarga terhormat.


Sedangkan dirinya adalah seorang manusia penuh dosa. Dan juga manusia yang berlumuran dosa. Tapi rasa cinta keduanya menyatukan mereka dengan jalan yang mudah.


"Kenapa lama sekali??? ".Protes Shasa yang terlihat tidak sabaran. Karena suaminya malah diam membeku sambil terus melihat kearah inti tubuhnya.


" Ternyata kau memang tidak sabaran lagi sayang".Candra tersenyum yang sulit di artikan.

__ADS_1


Ia mulai membuka bungkusan akhir pusakanya. Yang memang sengaja belum ia tunjukkan pada sang istri. Tapi begitu terbuka Shasa nampak langsung terkekeh. Tentu saja Candra menautkan kedua alisnya bingung.


"Hahahah, ternyata tidak sebesar yang aku bayangkan".Seloroh Shasa dengan entengnya.


Candra paham apa maksud perkataan istrinya itu. Lagi lagi Candra menyeringai licik. " Akan aku tunjukkan sebesar apa dia sebenarnya sayang".Bisik Candra sambil menarik tangan istrinya untuk mulai menyentuh miliknya itu.


Shasa pun terkejut akan ide suaminya itu. Tapi ia tak bisa menolak karena Candra sudah memegangi tangannya juga.


"Gunakan mulut mu saja!!!".Pinta Candra yang mulai kembali masuk dalam kabut gairah.


Terang saja Shasa menolak karena ia tidak tahu harus bagaimana. " Jangan bercanda!!! ".Lirih Shasa sambil menatap tanganya yang sedang di gerakan oleh Candra mundur maju.


Candra yang tak sabaran pun kini menyuruh istrinya untuk membuka mulutnya. Dan dengan sedikit terpaksa Shasa pun menurut. Tapi setelah itu adegan video katak kawin mulai memenuhi otak gersreknya. Hingga tanpa di bimbing Shasa sudah mempraktekkan nya sendiri.


"Oohhh shittt.... ".


Upat Candra ketika ia merasakan betapa pintarnya istrinya itu. Dalam menggerakkan lidah dan juga membasahi pusakanya yang mulai bergerak untuk membesar.


Racau Candra mulai kacau. Bahkan ia sampai menekan kepala istrinya agar menyesapnya swmakin dalam. Membuat Shasa tersedak dan ingin muntah karena wujud yang tadi sempat ia ledek. Kini sudah berubah menjadi anaconda yabg keras menantang. Yang tadi berwujud antena sekarang malah berubah menjadi atutnah.


Uhukkk...


Shasa pun melepaskan nya dengan terbatuk batuk. Tapi matanya langsung melotot sempurna ketika melihat jelas kini barang itu sudah berubah total.


"Kenapa bisa sebesar ini??? ".Lirih Shasa terkejut.


Tapi bukannya menjawab Candra malah langsung mendorong pelan bahu istrinya. Sehingga tubuh Shasa jatuh terlentang di atas ranjang empuk itu.


" Tunggu bang!!! ".

__ADS_1


Shasa langsung menghentikan Candra. Ketika pria itu akan mulai menyodorkan miliknya untuk memasuki area yang sudah basah itu.


" Jangan banyak protes lagi!!!. Biarkan aku yang bekerja! ".Lirih Candra dengan suara seraknya. Menahan sesuatu yang tak bisa ditahan lagi.


" Itu sangat besar dan panjang, mana bisa masuk??? ".


Shasa terus nyerocos, karena ia begitu terkejut lihat aslinya. Ia jadi harap harap cemas sendiri begitu melihat milik suaminya. Tapi ia juga mulai merasakan gesekan pelan yang membuatnya geli dan tak sabaran untuk dimasuki.


Satu...


Dua...


Tiga...


Empat...


" Akhhh.... ".


Shasa menjerit sambil meringis menahan sakit perih dan juga sesak di bawah sana. Bahkan air mata gadis itu mengalir dengan sendirinya.


" Hiks... Hiks... Sakit sekali".


Shasa terlihat kembali menahan air matanya. Karena ia sangat sesak dan perih. Membuat Candra terlihat tidak tega. Tapi sudah kepalang tanggung.


"Maaf... Apa sesakit itu??? ".Tanya Candra lirih sambil terus mendorong benda itu untuk lebih dalam lagi terbenam.


Shasa menganggukkan kepalanya sambil mencengkram bahu suaminya. " Kata orang sangat nikmat, tapi kenapa ini malah perih??? ".Tutur Shasa sambil terus menitikkan air matanya.


Candra pun melirik kearah bawah dimana ia melihat sedikit darah segar yang menempel pada pangkal batang alat tempur nya.

__ADS_1


" Kau ingin merasakan kenikmatan itu?. Bukan??? ".Tanya Candra sambil tersenyum dan mengecup sekilas bibir istrinya. Anggukan kepala Shasa membuat Candra mengurungkan niatnya untuk menyudahinya.


__ADS_2