Posesif Husband

Posesif Husband
Kedatangan Daddy dan Mommy


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit kini Anton kembali melajukan mobilnya. Untuk langsung pulang kerumah nya. Anton begitu terlihat bahagia saat istrinya dinyatakan hamil kembali. Bahkan kini ada dua sekaligus.


"By, kok debay nya bisa kembar ya???".Celetuk cinta yang ternyata sangat penasaran. Dan merasa sedikit bingung saat ia dinyatakan mengandung dua bayi sekaligus.


" Itu tidak penting sayang, yang terpenting sekarang hanya kesehatan kalian dan juga kita bisa dapat anak lagi".Jawab Anton bangga.


"Semangat banget sih by??? ".Goda cinta sambil tersenyum.


" Jelas dong sayang".Sahut Anton sambil mengembangkan senyum bahagianya.


Cinta pun langsung menyenderkan kepalanya di bahu suaminya. Dengan tangan yang bergelayut mesra di lengan suaminya. Anton ikut mengelus pucuk kepala dan berpindah ke perut istrinya yang masih datar. Dengan tangan kirinya.


"Cepat besar ya de!!! ".Seru Anton sambil mengusap pelan perut cinta yang masih datar itu.


" Iya Daddy".Sahut Cinta dengan suara yang menirukan anak kecil.


Lalu keduanya terkekeh bersama. Moment yang membuat semua bumil terlihat bahagia. Ketika suami terlihat begitu perhatian dan selalu bisa membuat mood istri baik. Adalah rasa bahagia yang tak pernah akan terlupakan. Bahkan kehadiran suami yang selalu menemani istrinya. Selalu berada disamping istrinya, menerima semua keluh kesah sang istri.


Berbahagialah setiap istri yang bisa selalu diperhatikan dan selalu ditemani oleh suaminya. Karena saat hamil kadang mood bumil itu bisa memburuk tiba tiba. Hormon kehamilan yang tidak stabil membuat sebagian para istri mudah merajuk. Baperan, dan kadang selalu sensitif.


Jadi, saat itulah peran para suami sangat dibutuhkan untuk mengimbangi dan harus lebih sabar lagi menghadapi para bumil.


"By, mau makan bakso".Rengek cinta tiba tiba.

__ADS_1


" Siap sayang, mau bakso yang dimana??? ".Tanya Anton antusias. Bahkan sedikitpun Anton tak terlihat keberatan memenuhi permintaan istrinya.


"Yang di dekat komplek aja by, dibungkus saja!!. Mau makan dirumah sama para pekerja dan Niko".Ucap Cinta.


" Siap Nyonya Anton Erlangga ".Jawab Anton sambil tersenyum. Istrinya itu selalu saja ingat dengan para pekerja di rumahnya saat ia makan apapun diluar. Terutama putranya si Niko. Bahkan saat shoping pun cinta selalu ikut membelanjakan semua orang yang bekerja dirumahnya. Bagi cinta harga tak masalah dan tidak akan mengurangi ataupun membuat suaminya itu bangkrut.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Niko mana bik??? ".Tanya Cinta pada asisten rumah tangganya setelah ia masuk kedalam rumah dan tak melihat putranya yang biasa main di ruangan keluarga.


" Ada di taman belakang nyonya sama Tuan dan Nyonya besar ".


Cinta langsung menghentikan langkahnya begitu pun dengan Anton. " Siapa???. Jangan bilang kedua orang tua saya".Seru Cinta sambil mengerutkan keningnya.


Cinta langsung bergegas menuju taman belakang. Begitu pun dengan suaminya."Sayang, jalan nya pelan pelan!!! ".Teriak Anton saat melihat istrinya itu sedikit berlari kecil.


Mendengar teriakan suaminya cinta pun sadar jika saat ini ia tengah mengandung baby twins. Cinta menoleh kebelakang sambil menghentikan langkahnya.


" Bibik, tolong bawakan baksonya ke taman belakang sekian juga buatin jus Sirsaknya!!! ".Seru cinta.


Anton hanya menggeleng kan kepala nya saja. Sepanik apapun kalau tentang makanan istrinya itu tidak akan lupa.Buktinya saja ia masih ingat dengan bakso yang tadi dibelinya. Walaupun ia sudah ketar ketir saat mengetahui jika kedua orang tuanya datang tiba tiba tanpa memberitahu terlebih dahulu.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


" Ayolah Mom, Daddy... Katakan apa maksud kedatangan kalian ke Jakarta???? ".Desak cinta.


Sudah hampir 15 menit sejak ia sudah bergabung duduk bersama kedua orang tuanya dan juga suami serta anaknya. Bahkan Cinta sejak tadi bertanya sambil terus mengunyah dan memakan baksonya. Sedangkan Mommy Yuna tetap fokus menyuapi Niko bakso sambil sesekali ikut memakan nya juga.


Daddy Hendarawan mulai menghela nafasnya sebelum ia mengatakan maksud kedatangannya. " Sekarang usia Niko sudah 1 tahun dua bulan. Dan kamu juga sudah hamil lagi Cinta. Jadi, menurut Daddy dan Mommy tidak ada salahnya jika Niko ikut tinggal bersama kami saja di Korea ".


" What...??? ".Pekik Cinta sambil terbatuk batuk. Anton pun langsung menyodorkan minum pada istrinya.


" Pelan pelan sayang!!! ".Ucap Anton.


" Wah, lihat by!!!. Mommy dan Daddy memang sangat kejam".Celetuk Cinta menatap tajam kearah Daddy nya.


"Cinta sayang, Daddy dan Mommy hanya ingin membantu kalian mengurus cucu cucu kami. Itu saja tidak lebih. Lagian kami tidak setuju jika Niko lebih sering di asuh oleh baby sitter.Akan lebih baik Mommy yang merawatnya".Mommy Yuna ikut menjelaskan dan memberi pengertian untuk anak nya. " Anton, bagaimana???. Mommy harap kalian berdua setuju dan paham apa maksud mommy dan Daddy".Sambung Mommy Yuna sambil menatap menantunya.


"Tidak... tidak by. Aku tidak setuju. Niko masih butuh aku mommy. Lagian cinta tidak rela pisah dengan Niko. Lihatlah mommy, putraku itu sangat tampan susah buat dilupakan. Bagaimana kalau aku kangen??? ".Lirih Cinta yang begitu memuja ketampanan putra nya.


" Kau bisa memandangi wajah suami kamu itu cinta!!!. Bukankah wajah Niko tidak kalah tampannya dengan Daddy nya. Malah kamu bisa puas jika Niko ikut dengan kami".Seru Mommy Yuna. "Kalau kangen tinggal terbang aja ke Korea atau sesekali mommy dan Daddy akan pulang ke Jakarta".Ucapnya lagi.


" Daddy dan Mommy sangat kesepian di sana sayang".Sambung Daddy Hendra.


"Cih... Bukankah Daddy malah lebih leluasa bermain menggauli Mommy kalau sepi begitu".Seloroh Cinta kesal.


" Sayang... "Anton menatap tajam kearah istrinya membuat Cinta langsung menutup rapat mulutnya. Mommy Yuna mengulum senyumnya melihat putrinya yang sangat susah di atur itu langsung menurut begitu saja hanya dengan tatapan menantunya.

__ADS_1


__ADS_2