Posesif Husband

Posesif Husband
Berniat jadi Mak comblang


__ADS_3

"Tomy, berhenti didepan gerbang saja!!!. Aku bisa masuk sendiri. Agar kalian bisa langsung putra balik".Shasa memberikan saran. Tapi Tomy langsung menatap tuan nya dari pantulan spion depan nya.


Tatapan tajam Candra membuat Tomy paham. Dan langsung masuk ke area parkiran kampus. Shasa hanya menghela nafasnya saja. Karena lagi lagi Keposesif pan suaminya itu semakin menjadi jadi saja. Sejak tahu ia hamil.


"Jangan membantah sayang!!. Kasian baby harus jalan bersama Mommy nya".Tutur Candra lebay. Padahal jarak gerbang dengan gedung kampusnya tidak terlalu jauh. Dan tidak akan membuat Shasa kecapean.


Tapi lagi lagi Shasa hanya mengangguk kan kepalanya saja. Meskipun ia sedikit kesal. Namun, bumil itu masih memasang wajah manisnya di depan suaminya.


" Salim dulu!!! ".Rengek Shasa saat ia akan turun dari mobil karena asisten Tomy sudah membantu membukakan pintu mobilnya untuknya.


" Jangan genit genit di kampus!!. Nanti makan siang aku jemput. Kita makan siang di luar! ".


" Lagi??? ".Tanya Shasa memastikan. Karena entah kenapa sepertinya suaminya kali ini mulai menyukai makanan restoran daripada masakan koki dirumah nya.


" Aku ingin makan seafood siang nanti sayang. Jadi, kita akan langsung makan di tepi pantainya".Seru Candra yang tiba tiba ingin makan seafood.


"Aah, baiklah sayangku, cintaku, mesumku".


" Emmuachh... ".


Shasa mengecup bibir suaminya dengan sedikit menyesapnya. Membuat Tomy kembali memalingkan wajahnya. Pandangan kemesuman yang selalu ia lihat kala tuan dan nyonya itu sedang bersama seperti ini.


" I love you ".Ucap Shasa sebelum ia turun dari mobilnya.

__ADS_1


" Love you more honey".Balas Candra yang masih terasa sedikit lemas.


Candra pun kembali mengecup bibir istrinya sekilas. Rasanya memang ia seperti enggan untuk jauh dari istri nya. Tapi, pekerjaan nya di kantor sangat banyak. Dan sudah menumpuk, jadi tidak ada waktu untuk tetap bersantai.


"Daddy... Mommy mau masuk kelas nih".Seru Shasa sambil tersenyum menirukan suara anak kecil. Membuat Candra langsung terkekeh.


Ia hampir saja melupakan buah cintanya yang masih tahap berkembang di dalam rahim istrinya saat ini. Candra menundukkan kepalanya. Sembari mengusap pelan perut rata sang istri.


"Daddy kerja dulu sayang. Jaga Mommy ya!!. Jangan buat Mommy kerepotan!. Cukup Daddy saja".Lirih Candra mengecup perut istrinya berulang kali.


" Siap Daddy ".Jawab Shasa tersenyum.


Dan setelah itu Shasa pun langsung mencium punggung tangan suaminya. Kemudian ia turun dari mobilnya. Mobil Candra keluar kampus setelah melihat istrinya masuk kedalam gedung kampusnya.


Dan tak perlu diragukan lagi sepak terjang nya. Apalagi sekarang ditambah lagi dengan adanya sang menantu. Yang tak kalah tersohor nya dari perusahaan mertua dan Grandpanya.


Shasa juga tak terlalu mencolok ketika di kampus. Ia masih bisa menyesuaikan diri dan penampilan nya. Memang masih memakai barang barang branded. Namun, tidak dengan harga yang fantastis tentunya. Ia hanya memakai barang barang yang standar saja. Sesuai dengan kalangan Mahasiswa dan Mahasiswi pada umumnya.


"Sha... Sini!!! ".Teriak seorang gadis dari depan kantin. Ia juga sambil melambaikan tangannya.


" Tiara mau ngapain sih??. Bentar lagi kita masuk loh".Seru Shasa ketika ia sudah berdiri di depan gadis cantik itu.


"Yaelah bentaran doang kali. Lagian dosen killer hari ini gak masuk ".Sahut gadis cantik itu sambil tersenyum.

__ADS_1


" Serius loe ra??? ".


Gadis itu pun langsung menganggukkan kepalanya cepat. ".Masa iya gue bohong sih. Pak dosen hari ini lamaran Sha.Alias di jodohkan oleh keluarga nya. Jadi, mana mungkin ia datang ke kampus di situasi seperti itu".


"Hahaha, tau darimana loe??? ".


" Kagak percayaan banget sih loe Sha jadi orang. Jelas tahu lah orang pak Dosen tetangga gue. Rumahnya cuma jarak tiga rumah dari rumah gue".


Tiara menjawab dengan sangat jujur. Hanya saja selama ini ia tidak pernah mengatakan hal itu pada Shasa. Karena gadis cantik itu pernah di tolak mentah mentah oleh sang Dosen. Dengan alasan ia masih Abg labil.


"Ciyee... Ada yang ditinggal nikah nih ceritanya".Ledek Shasa sambil menyenggol nyenggol bahu Tiara.


" Idih gak banget lagi. Gue udah move on keles".


Shasa memang sudah tahu jika Tiara sempat naksir dan mengungkapkan perasaan nya pada Dosen lajang itu. Tapi Shasa tidak pernah tahu jika mereka berdua adalah tetanggaan.


"Tenang saja!!!. Dunia tak selebar daun kelor Ra. Jadi semangat!!! ".Shasa mengepalkan tinjunya dan mengangkat tangannya ke atas.


" So pasti".Jawab Tiara sambil tertawa. Ia bangga memiliki sahabat seperti Shasa. Meskipun keduanya baru berteman semenjak masuk ke kampus ini. Tapi, Shasa hanya sehati dengan Tiara sejak awal.


Padahal mereka juga akrab dengan mahasiswi di kelasnya. Tapi tidak seakrab dengan Tiara. Bahkan Shasa juga sudah bercerita jika ia sudah menikah. Namun, belum cerita jika saat ini ia sedang hamil.


"Kenalin dong sama suami loe!!!. Siapa tahu dia masih ada temen yang jomblo".Seru Tiara sambil terkekeh.

__ADS_1


" Loe beneran mau???. Gue udah ada calon buat loe. Itupun kalau loe setuju".Sahut Shasa malah terlihat antusias.


__ADS_2