Posesif Husband

Posesif Husband
Accident Membawa Berkah


__ADS_3

"Ayo bang keluar!!!. Nanti kalau ada yang lihat abang disini bagaimana?".Shasa terus mendorong tubuh Candra untuk segera keluar dari dalam kamarnya.


Tapi bukannya keluar Candra malah asyik menikmati pemandangan indah yang tersaji sangat menarik didepan matanya. Kini mata Candra juga tertuju pada belahan dada Shasa yang sedikit menyembul keluar. Karena handuk yang dipakai Shasa sudah akan turun. Sebab, Shasa terus saja bergerak. Ia belum sadar jika masih berpenampilan yang mengundang pikiran cabul seorang maniak di depannya saat ini.


Sadar akan tatapan Candra yang tertuju pada bukit sintalnya yang kembar itu. Shasa pun reflek menutup bagian dadanya dengan satu tangannya yang mungil itu.


"Tanggung sayang. Mari ku bantu untuk membukanya saja".Goda Candra dengan seringai liciknya.


" What???. Abang udah gila ya?. Sana bang buruan keluar!. Sebelum Mommy dan Daddy pulang".Shasa terus mendorong kembali tubuh kekar pria itu.


Sedangkan di lantai bawah Anton dan Cinta baru saja tiba dirumah. Cinta bergegas masuk kedalam rumah karena ia melihat mobil Candra di depan teras rumahnya.


"Shasa sayang".Cinta pun memanggil manggil putri nya ketika ia tidak melihat Candra dan Shasa ada di ruang tamu.


" Bik... Bibik... ".Cinta pun terus memanggil art nya. Tapi tak ada satu pun orang yang menyahut.


" Mungkin Shasa ada di kamarnya sayang".Anton yang baru masuk pun nampak santai saja.


"Bukannya di depan ada mobil Candra By. Kemana mereka??. Tidak mungkin kalau....


Cinta pun langsung bergegas berlari ke lantai atas. Ia juga tidak melanjutkan kata katanya lagi. Membuat Anton mengerutkan dahinya. Tapi Anton juga langsung mengikuti langkah istrinya. Tujuan Cinta kali ini adalah kamar putrinya.

__ADS_1


" Awww... Astaga gusti. Astaghfirullahalazim... ".


Cinta terpekik dan sangat histeris dengan mulut yang mengaga.Serta mata yang melotot sempurna. Ia menutup matanya sambil membalikkan tubuhnya.


Melihat apa yang terjadi di dalam kamar sang putri. Cinta hampir saja limbung kalau bukan Anton cepat menangkap tubuh istrinya. Tiba tiba kepala Cinta pening. Tapi Cinta langsung melarang suaminya untuk masuk kedalam kamar putrinya.Karena posisi putrinya tidak baik untuk dilihat.


Tak hanya Cinta yang syok. Di dalam kamar juga sama tak kalah terkejut dan paniknya. Karena Shasa tidak tahu apa yang akan ia katakan pada kedua orang tuanya. Karena posisi tubuhnya ada di atas tubuh Candra. Dan mereka berdua pun ada di atas ranjang.


"Shasa... Candra... Segera turun!!!. Daddy ingin bicara!!! ".Anton nampak menahan amarahnya. Bahkan suara Anton penuh penekanan.


Hal itu membuat Shasa langsung menciut. Tapi tidak dengan Candra. Pria itu malah nampak tersenyum. Membuat Shasa tak habis pikir akan sikap pria maniak di depan nya itu.


Shasa nampak sedikit gemetar bahkan ia tidak berani menatap wajah kedua orang tuanya sama sekali.


"Saya akan bertanggung jawab. Dan secepatnya saya akan menikahi Shasa".Ucap Candra dengan lantang dan serius.


Shasa langsung mendongakkan kepalanya. Menatap wajah pria yang memang sudah di jodohkan untuknya tersebut. Ia tak habis pikir akan ucapan Candra.


" Memang sebaiknya begitu. Kalian harus dinikah kan secepatnya ".Cinta berucap tak kalah tegasnya. Bahkan tatapan Cinta selalu tertuju pada putrinya. Yang kini sudah kembali menundukkan kepalanya lemah.


" Dad, Mom... Semua ini tidak seperti yang Mommy dan Daddy lihat".Shasa berusaha meyakinkan kedua orang tuanya. Tapi itu juga sepertinya percuma saja.

__ADS_1


Karena apa yang dilihat oleh Cinta tadi. Lebih dari cukup. Cinta hanya memijat pelipisnya pening. Ia juga tidak bisa marah pada kedua manusia yang ada di hadapan nya saat ini.


"Apa kalian berdua sudah tidak bisa menundanya lagi??? ".Bentak Anton yang sudah marah sampai ke ubun ubun. Ia bahkan bicara dengan nada tinggi.


" Saya hanya pria dewasa yang normal Dad".Jawab Candra santai. Membuat Shasa hanya bisa pasrah saja. Karena kedua pria yang ada dihadapan nya saat ini. Sama sama tak ada yang mau mengalah.


"Kau... " Anton mengusap wajahnya kasar saat salah satu tangan nya ditahan oleh istrinya. Cinta nampak menggeleng kan kepalanya memohon.


"Tentukan jadwal pernikahan kalian secepatnya!!!. Daddy tidak mau kalian mengulur waktu lagi".Perintah Anton tegas.


Candra pun nampak bersorak riang gembira di dalam hatinya. Meskipun harus dengan cara sesikit memalukan. Pada akhirnya ia bisa menikahi gadis pujaan hatinya dengan cepat.


Shasa pun tak berani untuk protes. Karena posisi nya tadi sangat tidak masuk akal untuk mengelak.


Shasa terus saja menatap Candra dengan tatapan tajamnya. Ia merutuki kebodohannya sendiri. Kenapa juga ia sampai lupa mengunci pintu kamarnya. Hingga accident seperti ini terjadi pada dirinya.


"Saya akan menikahi Shasa lusa".


" What??? ".


TBC

__ADS_1


__ADS_2