Posesif Husband

Posesif Husband
Perihal Diet Rani yang gagal


__ADS_3

Anton segera bergegas meninggalkan ruangan setelah meeting selesai. Ia langsung menuju kearah lift dengan di ikuti oleh Asisten Lana.


"Tuan, ini data yang Anda minta".Lana menyodorkan sebuah amplop bewarna coklat kepada Anton.


" Semua datanya sudah ada didalam amplop ini tuan".Ucap Lana memberitahu.


"Hm...Apa dia masih sibuk mengincar istriku??? ".Anton bertanya dengan nada sedikit mengejek.


" Dia terus menguntit Nyonya Tuan. Karena ia ingin perusahaan nya bangkit kembali dengan niat akan menggunakan perusahaan tuan Hendrawan mertua anda tuan".


"Ck... Licik sekali.".Sahut Anton datar. " Apa dia masih belum sadar jika yang membuat perusahaan nya hancur adalah saya suami dari wanita incarannya??? ".Tanya Anton sambil tersenyum licik.


" Belum tuan. Karena saat mengakuisisi perusahaan Prasetya kita menggunakan nama cabang perusahaan tuan yang ada di surabaya ".


Anton nampak tersenyum sinis. Dan bisa lana tebak jika saat ini tuannya itu akan punya rencana lagi untuk membuat pria yang sudah berani menargetkan istrinya merasa jerah.


Ting....


Pintu lift kembali terbuka, Anton langsung melangkah keluar lift dan segera menuju ruangan kerjanya. Karena ia sudah tidak sabaran ingin segera menemui sang istri yang sejak dua jam yang lalu ia tinggalkan bersama sekretaris nya Rani.


Ceklek....


Anton membuka pintu ruangan kerjanya. Tapi ia langsung menegerutkan keningnya saat tidak melihat adanya cinta diruangan itu. Bahkan sekretaris nya pun tidak ada disana.

__ADS_1


"Sayang... " Panggil Anton mencari keberadaan istrinya. Dan ia pun membuka pintu kamar yang ada di ruangan itu. Berpikir jika sang istri kemungkinan istirahat di dalamnya. Karena tas istrinya masih tergeletak di atas meja kerjanya. Begitupun dengan bekas cemilan makanan cinta yang masih ada dimeja depan sofa.


"Kemana dia???? ".Guman Anton karena masih saja tidak menemukan istrinya disetiap ruangan.


" Tuan... Nyonya ada di kantin perusahaan bersama Rani".Ucap Lana memberitahu karena ia baru ditelpon oleh Rani sang sekretaris.


"Siapkan mobil!!!. Aku akan langsung pulang saja sekarang".Perintah Anton sambil meraih tas istrinya dan Lana pun ikut membawakan tas kerja Anton.Keduanya berjalan beriringan menuju pintu lift kembali.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sedangkan dikantin perusahaan Rani sudah sangat kekenyangan karena terus disodorkan makanan oleh Cinta.


" Nyonya sudah cukup, saya sudah sangat begah".Ucap Rani memohon.


" Saya memang diet Nyonya. Oleh sebab itu saya berusaha keras mengurangi porsi makan saya. Agar tubuh saya tetap ideal".Jawab Rani jujur. Tapi hari ini ia malah dipaksa menghabiskan makanan sebanyak ini oleh istri atasannya sendiri.


"Kau tahu diet itu tidak baik. Itu namanya menyiksa tubuhmu sendiri Rani.Apa enaknya tubuh kurus seperti itu yang ada bikin suami tidak betah di rumah dan lagian tidak begitu menantang bagi pria.Sebab kebanyakan pria itu lebih menyukai tubuh wanita yang berisi alias semok".Cecoros Cinta dengan bangganya karena sekarang tubuhnya sudah sangat berisi dan hampir membulat sempurna.Untung saja ia tinggi dan masih tetap cantik walaupun pipinya sudah sangat cubby begitu.


" Benarkah Nyonya??? ".Tanya Rani ikut memastikan.


" Tentu.Makanya mulai sekarang tidak usah diet diet lagi. Kalau lapar ya makan, haus ya minum. Itu adalah salah satu cara menikmati hidup ".Seru Cinta sambil tersenyum.


" Sayang.... "Bariton suara suaminya membuat Cinta langsung menoleh ia semakin mengembangkan senyumnya saat matanya menatap wajah tampan suaminya yang baru dua jam yang lalu pergi meninggalkan nya untuk meeting bulanan.

__ADS_1


" Hubby.... "Wajah cinta semakin berbinar melihat kedatangan suaminya.


Rani langsung sedikit menundukkan kepala nya pada Anton selaku bosnya. Anton hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja.


" Udah selesai makannya???".Anton bertanya sambil melirik isi meja yang penuh dengan cemilan. Tapi Anton nampak mengerutkan keningnya saat baru menyadari jika bukan istrinya yang memakan semua makanan itu melainkan isi piring Rani yang penuh terisi dengan makanan.


"Sudah by. Itu tinggal punya Rani saja yang belum habis".Sahut Cinta sambil tersenyum tanpa dosa.


" Ayo kita pulang. Kamu pasti sudah kelelahan seharian ini belum istirahat sama sekali".Ajak Anton sambil meraih tangan istrinya. Untuk membantunya berdiri dari kursinya.


Cinta dengan senang hati menerima uluran tangan suaminya. Lalu ia kembali menatap Rani. "Aku harus pulang. Kau habiskan saja dulu makanan nya Rani. Suamiku tidak akan marah padamu walaupun kau sedikit mengulur pekerjaan mu hari ini".Ucap Cinta dengan santainya.


" Baik Nyonya".Jawab Rani mengalah. Lebih baik ia pasrah selama di depan Nyonya nya yang benar benar membuat dirinya susah untuk bergerak karena kekenyangan.


"Tidak usah dipaksakan kalau sudah kenyang!!!. Kau boleh kembali ke ruang kerjamu saja!!! ".Ucap Anton sebelum pergi.


" Iya tuan".


"Dah, Rani... Lain kali kau harus lebih sering temanin aku makan lagi ya!!!! ".Pinta Cinta sebelum ia melangkah pergi.


Rani hanya mengangguk kan kepalanya. Bagi Rani sudah cukup hari ini saja. Jangan sampai ada lain kali, lain waktu ataupun lain kesempatan untuk menemani istri bosnya itu makan. Walaupun ia ditraktir gratis sekalipun. Maka Rani tidak akan mau, sebab ia tidak mau hal seperti terulang lagi yang membuat dirinya begah.


"Uuhh... " Rani langsung duduk kembali di kursinya sambil menarik nafasnya kasar.

__ADS_1


Sedangkan pegawai kantin nampak mengulum senyumnya. Melihat sekretaris pemilik perusahaan habis dikerjain oleh Istri bos mereka.Sampai sampai Rani sudah sangat kesulitan untuk bergerak lagi. Sejak tadi ia menahan dirinya untuk tetap terlihat santai di depan bos dan Nyonya nya.


__ADS_2