Posesif Husband

Posesif Husband
Kabar


__ADS_3

Ketika dikediaman Cinta dan Anton sedang heboh karena kepulangan dan kekonyolan Nikki. Saat ini di tempat yang berbeda juga tak kalah hebohnya. Karena sejak tadi Tiara terus saja marah marah tidak jelas.


Apalagi saat art nya salah mengambil kan nya sesuatu. Biasa berlaku sopan dan ramah pada semua orang. Kini malah sikap Tiara berubah drastis. Yang tak tahu apa penyebabnya.


Sudah izin kuliah. Semua pekerjaan art nya saja di protes nya. Dengan alasan yang tak masuk akal. Beruntung para art memaklumi nya. Karena selama ini meraka tahu. Bagaimana majikan nya itu memperlakukan mereka dengan sangat baik.


Hanya saja entah kenapa, Hari ini Tiara malah uring uringan saja. Padahal ia juga sejak tadi belum makan apapun juga. Sarapan saja ia hanya meminta dibuatkan teh hangat.


Wajah Tiara pun tampak pucat, ia juga saat ini hanya malas malasan dengan berbaring di sofa yang ada di dalam kamarnya. Tak berselang lama pintu kamarnya terbuka dari arah luar. Membuat Tiara langsung menoleh.


"Mas... " Rengek Tiara manja ketika melihat wajah suaminya yang ada di hadapan nya saat ini.


"Kata bik Tuti kamu belum makan apapun hari ini. Apa benar?. Hm? ".Tomy rela izin pulang cepat sedang kan ini masih menunjukkan pukul dua siang. Hanya karena ia menerima laporan dari art nya jika istrinya tidak mau makan apapun sejak tadi pagi.


" Bau masakan bik Tuti gak enak".Jawab Tiara cepat. Terang saja membuat Tomy langsung mengerutkan dahinya.


"Bukankah selama ini kamu menyukai masakan bi Tuti Honey??? ".


Padahal memang benar, selama ini Tiara selalu memuji masakan art nya tersebut. Sampai sampai Tiara juga ingin belajar masak dengannya. Meskipun sebenarnya masakan Tiara juga tak kalah enaknya dari art nya tersebut.

__ADS_1


" Tapi hari ini, gak enak mas. Baunya saja sudah membuat aku mual. Apalagi aku memakan nya".Cerocos Tiara sedikit kesal.


Sejak tadi pagi, perutnya terasa bergejolak apalagi saat mencium bau nasi hangat dan bumbu dapur. Belum lagi kepalanya yang terasa begitu pening. Perutnya memang sangat lapar. Tapi ia juga tidak tahu imgin makan apa.


Melihat wajah istrinya yang begitu pucat. Tomy pun langsung mengangkat tubuh istrinya begitu saja. Tanpa aba aba ataupun meminta izin terlebih dahulu. Membuat yang punya tubuh langsung berontak dan mengajukan protes nya.


"Lepasin mas!!!. Mau bawa aku kemana??? ".Tanya Tiara sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya.


" Jangan banyak protes honey!!!. Kita kerumah sakit sakit sekarang".Jawab Tomy datar tanpa basa basi lagi.


"Tapi aku tidak...


🌿🌿🌿🌿🌿


Beberapa menit sejak keluar dari ruangan dokter. Tiara tampak termenung saking tidak percayanya. Dengan hasil test yang diberikan oleh sang dokter. Meskipun awalnya tadi mereka sempat heran kenapa dokter umum menyuruhnya untuk pindah ke dokter obgin saja.


"Terimakasih honey".Ucap Tomy tulus sambil mengusap punggung istrinya pelan. Sejak tadi pun Tomy selalu mendarat kan beberapa kecupan singkat pada kening dan bibir istrinya.


" Mas, aku benaran lagi hamil kan??? ".Tanya Tiara yang masih saja tak percaya akan ucapan sang dokter.

__ADS_1


Tomy pun langsung mengangguk kan kepalanya yakin. " Iya Honey. Disini sekarang ada baby kita. Yang sudah jalan berusia lima minggu".Jawab Tomy sambil tersenyum


"Itu artinya aku akan jadi seorang ibu mas".Seru Tiara tersenyum bangga dan langsung memeluk suaminya.


" Iya honey. Bukan hanya kamu. Tapi kita berdua akan sama sama jadi orang tua.Dia akan panggil kita Papi dan Mami".Seru Tomy yang sangat tampak bahagia atas kabar yang mereka ketahui.


Rasa bahagia yang tak bisa Tomy ungkapin lagi dengan kata kata. Dan tidak menyadari jika sang istri ternyata sudah mengandung benihnya. Benih yang selalu ia tabur setiap harinya. Dan kini sudah tumbuh di rahim istrinya.


Yang akan menjadi buah cintanya bersama istrinya. Wanita satu satunya yang telah berhasil masuk. kedalam kehidupan nya. Wanita yang juga telah berhasil meluluhkan hatinya. Menempati ruang di hatinya.


"Apa kamu bahagia honey??? ".Tanya Tomy menangkup kedua pipi istrinya.


Anggukan kepala Tiara membuat Tomy menarik sudut bibirnya. " Tapi, kata dokter aku gak bisa di enggak enggak terus mas".Lirih Tiara lesu.


"Bukan gak bisa, tapi harus di kurangi terlebih dahulu Honey. Karena baby masih sangat rentan".Jawab Tomy meluruskan.


" Tapi tetap saja, kalau aku pengennya setiap hari gimana dong mas. Aku mana bisa tidur sebelum di bikin lelah sama si udin".Seloroh Tiara dengan jujurnya.


"Maka aku akan melakukan nya dengan pelan pelan honey".Bisik Tomy membuat Tiara tersenyum puas.

__ADS_1


TBC


__ADS_2